Memories Of Anyer

Memories Of Anyer
Bab 19 - Jatuh cinta itu adalah misteri



Malam itu semua tamu termasuk Rose beristirahat di kamar masing-masing. Peter merenungi kepergian Nay ke Bali dan masih merindukannya. Ia termenung duduk di kafe sambil menghisap beberapa batang rokok. Sejak Nay jauh darinya, ia mulai merokok lagi untuk mengisi kesendiriannya. Malam itu angin sedikit kencang dan merasuk perlahan ke kulitnya yang lebih kurus sejak jauh dari Nay.


Rose mendekati Peter dan duduk di hadapannya.


"Sendiri aja Mas?'' sapa Rose ramah sembari merapikan pashmina yang menutupi badannya.


"Dingin sini mbak. Ga istirahat mbak?'' balas Peter.


"Nggak juga sih. Saya lihat mas sendirian dan saya pikir mungkin mas butuh teman bicara. Dan ... kok pertanyaan saya belum dijawab?''


"Ohh ya sorry sorry ... iya nih saya lagi mikirin kerjaan aja sih. hehehe ....''


"Oh kerjaan aja? yang bener nih ....'' Rose mencoba menggoda Peter dengan tatapan matanya yang sendu dan manis itu.


Peter membalas tatapan itu dengan takjub dan senyum merekah.


"Emang kenapa Mbak kalau saya mikirin yang lain?''


"Iya ga apa-apa juga kok. Namanya orang pasti ada aja yang dipikirin kan?''


"Mbak besok jadi check out?''


"Iya nih walaupun sebenarnya saya masih belum puas di sini. Saya masih pengen lama-lama di sini. Tempat ini bikin saya betah dan lupa sejenak sama masalah di kerjaan dan lainnya. I like this place.''


"Makasih ya ... boleh nanti ke sini lagi aja kalau liburan ke Anyer ya ....''


"Iya pasti saya rekomendasikan ke keluarga dan relasi saya. Uumm, ngomong-ngomong kemarin ke Malaysia ada urusan kerjaan atau pribadi? Maaf ya saya kepo.''


"Ohh saya ada urusan keluarga aja.''


"Ohh keluarganya ada di Malaysia?''


"Iya, anak saya ada di sana sama mamanya.''


"Jadi istri dan anaknya ada di sana? Interesting ya ... long distance gitu pasti berat ya mas?''


"iya sih berat ....'' jawab Peter singkat dan menunduk.


Rose menatap Peter dengan kekaguman yang tak bisa ia sembunyikan. Ia sadar ia jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Peter dan berharap Peter juga bisa memiliki rasa yang sama. Namun ia harus sedikit mundur karena tahu kalau Peter telah beristri dan mungkin akan sulit ia masuk ke dalam hatinya.


"Saya sudah bercerai dan anak saya satu-satunya ikut mamanya di sana.'' Peter melanjutkan ceritanya dan membuka kisah hidupnya pada Rose.


Dalam hati Rose menjadi kembali tergugah dan lega karena Peter ternyata seorang duda dan harusnya ia bisa mencoba masuk.


"Oh sorry mas. Udah lama bercerainya?''


"Ya udah beberapa tahun dan saya habis dampingin putri saya yang abis kena infeksi usus dan merawatnya kemarin.''


"Sayang sekali ya, mudah-mudahan perceraian ini tidak menyakiti putri mas dan hubungan mas sama mantan istri baik-baik aja kan?''


"Iya tidak baik sepenuhnya. Ada konflik juga sih terutama soal anak.''


"Mantan istri sudah menikah lagikah?''


"Iya sudah dengan pria malaysia dan sudah punya anak juga.''


"Semoga mas juga bisa cepat menemukan tambatan hati yang baru dan menikah lagi.''


"Uumm, ....'' Peter hanya tersenyum dan tidak menjawab apapun termasuk menceritakan soal Nay kepada Rose.


Tentu saja Rose yang tak tahu soal hubungan Peter dengan kekasihnya Nay, bersemangat dan memiliki harapan untuk mendekati Peter. Begitu pikir Rose dalam hati. Meskipun ia belum mengenal Peter tapi ia merasa penasaran dan ingin sekali dekat dengan Peter.


---


Keesokan siangnya, Rose dan rombongannya check out dan pergi meninggalkan Villa Camelia.


"Terimakasih atas pelayanannya kepada kami semua ya mas. Saya akan kangen sama tempat ini dan juga ... kangen sama mas.''


ucap Rose dengan malu-malu di hadapan Peter sementara rombongan lain sedang berkemas dan bersiap-siap di mobil.


"Sama sama mbak. Makasih ya. Keep contact aja ya.'' balas Peter sambil tersenyum.


"Pasti. Thanks ya. Sampai jumpa lagi.'' Rose melambaikan tangan perpisahan dan masuk ke mobil lalu meninggalkan Peter.


---


Di Bali, Nay telah membereskan pekerjaan renovasi villa dan mulai menerima tamu yang datang ke villanya. Ia begitu antusias karena bisnisnya mulai berjalan dan berharap akan terus baik. Di hari pertama pembukaan villa, ia telah menerima tiga paket tamu untuk beberapa malam.


"Bu Nay, ada tamu mau ketemu di luar.'' ucap salah satu pegawai Nay kepada Nay yang sedang duduk di meja resepsionis.


"Siapa ya mas Eko?'' tanya Nay.


"Katanya sih Pak Jun dari villa Spring & Summer di sebelah bu ....''


Nay menemui tamu itu dan terperanjat setelah melihat seorang pria tampan yang sepertinya blasteran asia.


"Iya bisa dibantu pak?'' sapa Nay.


"Hai, maaf mengganggu ya mbak ... ?''


Pria itu menyodorkan tangannya dan bersalaman dengan Nay. "Saya Jun dari villa sebelah. Saya mau bicara sama pemilik villa ini. Dengan ibu siapa?''


"Saya Nayra pak pemilik villa ini.''


"Oh pantes nama villanya Nayra, sama dengan nama pemiliknya ya.''


"Iya pak. gimana pak bisa saya bantu?''


"Uum, begini ... kalau ga keberatan saya mau minta tolong. Talang air bekas kerjaan tukang ibu sepertinya ada yang kurang beres kerjaannya jadi air hujan bisa kena ke villa saya sedangkan saya juga lagi rehab beberapa titik di dalam area villa saya. Maaf nih ya kalau bisa tolong dibereskan ya.''


"Ohh begitu ... aduh maaf ya pak. Nanti saya minta ke tukang beresin segera."


---


Beberapa jam kemudian, setelah Nay mengarahkan salah satu tukang untuk membereskan pekerjaan yang tertunda, akhirnya masalah talang air yang mengganggu itu selesai dan Nay bisa bernafas lega karena ia merasa tak enak hati dengan Pak Jun yang akhirnya ia tahu adalah seorang blasteran Jepang, Thailand dan Medan itu.


"Gimana Mas Eko, udah beres belum kerjaan talang air? udah cek lagi sama tukangnya?''


"Udah beres bu. Tukangnya minta maaf karena dia lupa beresin kemarin karena buru-buru.''


"Oh ya sudah ga apa-apa yang penting udah ga ada masalah ya. Ngomong-ngomong itu villa sebelah udah lama ya?''


"Umm, setahu saya sih udah sejak tahun 2017 gitu deh. Udah dua tahunan bu. Cuma saya jarang lihat bosnya. Baru tadi aja saya lihat. Sepertinya juga bosnya baru ganti. Dulu setahu saya bosnya bule australia gitu. Mungkin udah dijual ke bos yang sekarang.''


"Ohh gitu. Dia sendiri atau ada keluarganya juga di sana?''


"Setahu saya sih istrinya di Jepang. Saya dengar dari karyawannya sih. Saya suka ngobrol sama orang villa situ.''


"Ohh gitu. Oke oke ....''


- Bersambung ke Bab 20 -