
AHZANYSTA, seorang ibu dari tiga putra-putri. Nama penanya merupakan anagram dari dua nama. Telah mencintai dunia sejak masa kecil. Namun, baru memberanikan menulis sejak 2019. Sekarang menjadi dua anggota grup kepenulisan. Mencintai warna biru dan buah mangga. Paling suka nonton drama korea tapi benci melihat drama kehidupan. Mottonya adalah keep moving forward. Quote favoritnya Jika ingin mengenal dunia, membacalah. Jika ingin dikenal dunia, menulislah. Dan ini adalah karya pertamanya bergenre teen dan fantasy.
GCAMELIS adalah seorang penulis asal Kota Kembang. Perempuan yang lahir di bulan Januari ini suka menyanyi, membuat jurnal, scrolling Instagram, membaca, dan tentu saja menulis. Di masa kecilnya, penulis sangat suka membaca dan mendengarkan cerita dongeng. Penulis bersyukur bisa menyapa pembaca lewat The Dragon in Gingko Forest, yang merupakan karya fantasi pertamanya yang diterbitkan. Jangan segan untuk menyapa penulis lewat Instagram dengan akun @gaphrut J
RISQITA AZKA, perempuan asal Kota Angin yang lahir pada 8 April 2002. Seorang penikmat alam yang hobi bersepeda dan berselancar di media sosial. Ia mulai terjun ke dunia kepenulisan sejak usia 13 tahun. Perempuan yang tergila-gila dengan sayuran ini menyukai sesuatu yang tawar, abstrak, aneh, dan unik. Ia memiliki banyak sekali mimpi dan bersyukur mendapat kesempatan untuk menuangkan imajinasinya ke dalam sebuah karya berjudul The Soul Blower ini. "Menjalani hidup dengan caraku sendiri." Adalah satu poin penting yang selama ini dianutnya. Penulis dapat disapa melalui akun instagram: @bait.kala