
An Injured Kind-Hearted Boy
SHAL MEMBARINGKAN THANN di bagian lantai gua yang datar dan kering. Ada apa dengannya? Shal memegang dahi Thann yang mulai berkeringat. Ya, anak lelaki itu demam. Pantas saja wajahnya memucat. Melalui sentuhan itu Shal seperti bisa merasakan aliran darah dalam tubuh Thann tidak selancar aliran darah dalam tubuhnya sendiri. Selain itu, kadar oksigen dalam tubuh Thann juga jauh lebih rendah dari kadar oksigen dalam tubuhnya. Entah mengapa dia tahu-tahu bisa membandingkan tubuhnya dengan tubuh Thann.
Shal memejamkan mata dan mencoba berkonsentrasi lebih dalam. Tak disangka, dia seperti bisa menelusuri bagian dalam tubuh Thann. Dia bisa merasakan detak jantungnya dan seperti bisa mengalir dalam aliran darah Thann. Bukan hanya itu, gadis itu juga bisa merasakan ada yang tidak beres dengan tubuh Thann. Ada luka dalam tubuh Thann dan letaknya di kaki.
Ini menjadi pengalaman pertama baginya untuk menjelajahi bagian-bagian dalam tubuh seseorang. Tak pernah dia menyentuh seseorang dan merasakan sensasi seperti ini sebelumnya. Selama ini, Shal hanya mengamati cara kerja tubuhnya sendiri dan mencari informasi di buku atau internet.
Shal hendak melepaskan tangannya dari kening Thann untuk memeriksa kaki pria itu, tetapi ada sesuatu dalam tubuh Thann yang menarik perhatian. Shal malah semakin berkonsentrasi untuk menjelajahi lebih jauh bagian dalam tubuh Thann. Dia merasakan ada sebuah lubang di dalam tubuh Thann yang berputar sangat lambat dan seakan-akan bisa menariknya masuk ke lubang itu. Apakah memang seperti ini anatomi tubuh Fallen Angel?
Lepaskan!
Shal merasa tubuhnya memberi perintah.
Lepas! Sekarang!
Tubuhnya makin merasa tidak nyaman dengan sentuhannya di kening Thann. Ada energi dalam tubuh Shal yang mau mengalir keluar dan tubuhnya ingin mencegah hal itu terjadi. Kehilangan energi bukan hal yang baik bagi tubuh.
Shalima!
Tiba-tiba Shal mendengar Malachite memanggilnya, bersamaan dengan tangan Thann yang mencoba menyingkirkan tangan Shal dari keningnya.
Shal membuka matanya dan tertegun. Pengalaman tadi sangat menegangkan sekaligus mendebarkan. Ini seperti naik wahana roller coaster. Somehow you know it is dangerous, but you always want more. Ini sangat aneh, tapi impresif.
“Ada luka di kakimu!” Shal seperti tersadar dari lamunannya dan langsung memeriksa kaki Thann. Ya, celana Thann sobek di bagian paha dan memang ada luka. Shal tahu persis ini luka karena terjangan taring babi. Gadis itu menyesal karena tidak peka.
Walaupun tidak ada perlengkapan medis di sekitarnya, Shal tetap tahu apa yang harus dilakukannya. Shal segera melepaskan selendang di lehernya, lalu menggunakannya untuk menekan pendarahan pada luka Thann.
“Lukamu tidak terlalu dalam, Thann. Sobeknya pun tidak besar.”
Tadi Shal juga terluka seperti ini, tapi sekarang dia sudah baik-baik saja. Seharusnya memang Thann tidak menolongnya tadi. Namun, Shal juga merasa berterima kasih kepada Thann. Di balik sikapnya yang tak acuh, ternyata Thann peduli dan baik. Saat ini, Shal kembali melihat sisi lain dari Thann.
“Kurasa ini cukup untuk menghentikan pendarahan sementara.” Shal berusaha menghibur Thann. Dia memang merasa darah yang keluar tidak terlalu banyak. Semoga dengan ditekan seperti itu darahnya tidak mengucur keluar. Sekarang, dia butuh plester untuk merekatkan luka Thann. Shal berusaha mencari-cari di kantong bajunya dan di sekitar gua, tetapi tak ada hal seperti plester di sana.
“Aku tak membunuh mereka.” Shal mendengar Thann bergumam lemah. “Aku hanya mengambil sebagian energi mereka, karena aku kehabisan energi.”
“Iya, Thann.” Shal merespons Thann sambil menggenggam tangan lelaki itu. Shal juga menyeka keringat yang bercucuran di kening dan leher Thann. Namun, gadis itu tak bisa berlama-lama melakukannya. Tubuhnya seperti memberi peringatan untuk tak bersentuhan terlalu lama dengan laki-laki itu. Ini mungkin karena lubang mistis yang ada di dalam tubuh Thann. Shal sendiri kebingungan mengidentifikasi apa dan di mana letak lubang itu. Menurut perkiraannya, lubang itulah yang mengisap energi.
“Energi dalam diriku tak stabil. Menumbuhkan sayap, melawan panas api naga, dan hanyut di sungai tadi telah menyerap banyak sekali energiku, makanya aku membutuhkan energi dari makhluk lain. Ditambah pertarungan dengan induk babi—”
Thann tidak melanjutkan perkataannya karena berusaha bernapas dengan teratur. Shal mengelus kepala Thann mencoba menenangkannya.
Penyebab anak babi terkulai lemas dan bunga-bunga mendadak layu sudah diketahui. Thann mengambil energi mereka. Abnormalitas energy-sucking seperti ini belum pernah didengar atau dipelajari oleh Shal di kelas. Oleh karena itu, dia sama sekali tidak bisa memberikan diagnosis. Dia buta tentang energy-sucking dan tidak tahu harus melakukan apa.
“Aku kira lumut itu bisa menyembuhkanku. Aku—” Thann seperti mengigau.
“Tak usah banyak bicara, Thann. Simpan saja energimu.” Shal berusaha menenangkan lelaki itu. Tentu saja Thann punya alasan untuk mencuri lumut Porsesa. Lelaki itu hanya mencoba menyembuhkan dirinya. Sepertinya Thann memang tidak ingin mencelakai bunga dan anak babi itu. Namun, dia terpaksa harus melakukannya untuk bertahan hidup.
Tiba-tiba Thann membuka mata dan menatap Shal dengan pandangan sayu, “Apakah aku tidak pantas hidup? Apakah aku tidak pantas sembuh? Apakah aku … tidak cukup baik?” ucapnya pelan.
Thann tersenyum sinis sambil kembali memejamkan matanya.
“Kamu tahu mengapa induk naga Porsesa kelihatan marah tadi?” Thann kembali meracau. “Itu karena aku menyentuhnya dan dia tahu aku punya niat tidak baik.”
Shal menggeleng pelan. “Thann, memang mencuri bukan perbuatan baik. Namun, kamu hanya berusaha menyembuhkan dirimu dan bertahan hidup,” bela Shal. Jika naga Porsesa memang bisa melihat kedalaman hati, dia pasti mengetahui niat Thann tidak sepenuhnya buruk.
Tiba-tiba Shal melihat Malachite datang bersama seekor kadal seukuran lengan manusia dengan tumpukan tanaman di mulutnya. Shal baru menyadari bahwa sedari tadi Malachite tidak ada di sekitarnya.
Aku ingat di sekitar sini ada rumput yang bergetah dan sangat lengket. Mungkin itu bisa menjadi alternatif untuk barang yang kamu butuhkan.
Memiliki sahabat yang mengikat batin seperti ini sangat menyenangkan ternyata! Kadal gua itu dengan gesit langsung bergerak mencari bantuan tanpa Shal sadari.
Setelah mengucapkan terima kasih kepada kadal temannya Malachite, Shal langsung meneliti tanaman-tanaman yang dibawanya. Ada rumput yang bagian ujungnya bergetah dan lengket. Tampaknya ini tanaman Usaia mandea yang pernah dipelajarinya di kelas Herbologi. Rumput ini bisa digunakan sebagai perekat darurat.
Shal memakan sedikit bagian rumput dan getahnya. Dia bisa merasakan tubuhnya memproses tanaman itu dan rasanya sama saat dulu dia diam-diam mencoba memakan Usaia mandea di kelas Herbologi. Tak salah lagi, ini memang rumput Usaia mandea.
Shal langsung meracik ramuan dari tanaman Pupalia lappacea yang dibawa teman Malachite tadi. Tanaman itu punya efek antibakteri dan menyembuhkan luka. Shal menggunakan gading gajah pemberian Amara untuk menghancurkan tanaman itu di atas batu. Setelah sari tanaman itu dibalurkan di luka Thann, Shal memplesternya dengan Usaia mandea.
Gadis itu menggenggam tangan Thann. Kondisi Thann mulai membaik. Obat dan sel-sel tubuh Thann mulai bekerja lebih keras untuk merawat luka itu. Luka Thann memang sebaiknya segera mendapatkan penanganan lebih lanjut, tetapi pertolongan pertama yang diberikan sudah cukup baik. Hanya saja, Shal masih merasakan energi Thann terus berkurang. Yang lebih berbahaya sebenarnya adalah kehilangan semua energinya. Apakah dia harus memberikan energinya untuk Thann?
Gua ini punya energi yang banyak, Shal. Siapa tahu, jika kamu meminta dengan baik, gua ini mau memberikannya untuk temanmu itu.
Sekali lagi Malachite berkomunikasi dengannya lewat batin dan memberikan alternatif jalan keluar untuknya. Memang Gingko Forest sudah menganugerahkan dia teman yang sangat baik!
Shal teringat, Diadyra mengajarinya untuk menggali alam sebagai sumber yang kaya akan suara dan musik. Namun, bukan hanya itu, alam juga sumber energi yang baik. Makanya, saat menyanyi di alam dan bersama alam, energi positif dari alam bisa tersalurkan ke dalam tubuh kita dan kepada orang yang mendengar, sehingga menimbulkan perasaan bahagia.
Entahlah, Mala. Aku tidak tahu cara meminta energi kepada gua. Aku juga belum pernah melakukan transfer energi sebelumnya. Namun, aku akan coba dari yang aku tahu saja.
Shal berusaha memusatkan pikirannya kepada suara yang ada di alam. Dia bisa mendengar suara desir angin dan riak air dalam gua. Dia juga bisa mendengar tetesan air dari beberapa stalagtit yang ada di atas gua. Dia tidak memperhatikan hal itu sebelumnya. Shal pun berusaha menyatukan pikirannya dengan alam dan mulai bernyanyi sambil menyelaraskan nyanyiannya dengan suara alam. Shal tidak tahu banyak lagu, jadi dia mulai dengan lagu anak-anak yang pernah diajarkan Diadyra kepadanya.
Setelah beberapa lama, Shal menggenggam tangan Thann. Shal merasa ada energi yang masuk ke tubuh Thann sedikit demi sedikit, sama seperti ada energi yang masuk ke tubuhnya sendiri seiring dengan helaan napas. Energi dalam tubuhnya juga perlahan diserap oleh Thann lewat genggaman tangannya. Ternyata hal itu cukup berhasil. Energi di tubuh Thann perlahan bertambah.
Sekali lagi, tubuhnya menentang Shal untuk berlama-lama melakukan hal itu. Entah bagaimana, dia tahu pusaran energi dalam tubuh Thann bisa meminta lebih dari sekadar transfer energi. Tubuh Thann seperti bisa menyerap semua energi Shal tanpa disadari. Syukurlah Shal punya tubuh yang bisa memberitahunya kapan harus berhenti. Dia pun melepaskan genggaman tangannya dari Thann dan bersandar di dinding gua. Setelah semua kejadian yang terjadi hari itu, Shal merasa butuh istirahat. Namun, Shal teringat sesuatu.
Bisakah kalian bertahan sebentar lagi?
Shal memohon kepada tubuhnya sendiri, lalu membuka matanya dan bicara kepada Malachite.
Thann membutuhkan bantuan lebih lanjut. Namun, aku khawatir jika dia terlalu banyak bergerak, dia akan menghabiskan banyak energi. Jadi, aku akan pergi mencari timku dan meminta pertolongan. Semoga mereka selamat dari napas api para anak naga dan bisa menolong Thann.
Malachite mendekat dan diam di punggung tangan Shal.
Baiklah, aku ikut pergi bersamamu. Aku sudah menjelajah sebagian besar hutan ini. Aku bisa menunjukkan jalan dan minta bantuan beberapa temanku di hutan jika dibutuhkan.
Shal menyetujui saran Malachite.
“Thann, aku dan Malachite akan pergi sebentar mencari bantuan. Kamu beristilahat dulu di sini, ya. Kami akan segera kembali.” Shal berbisik kepada Thann yang tampak tertidur.