Maple High School Academy Year 1

Maple High School Academy Year 1
The Dragon in Gingko Forest - Together




Together


SHAL, VALFRED, DAN AMARA memperhatikan langit merah muda Maple Island sambil mendengarkan nyanyian Diadyra. Beberapa menit yang lalu, Shal sudah selesai menceritakan kejadian hari itu.


“Sayang sekali tidak ada lumut Porsesa yang tersisa. Jika ada, itu mungkin bisa menyembuhkan mual yang aku rasakan saat kelas Rune tahun depan.” Valfred mencoba memecahkan keheningan.


Shal dan Amara tertawa mendengar perkataan Valfred. Setelah kejadian mengerikan yang menimpanya hari ini, Shal merasa sangat bersyukur masih bisa menepati janji untuk melihat langit merah muda Maple Island bersama kedua sahabatnya. Shal merasa membutuhkan penghiburan dari kedua temannya itu.


“Aku minta maaf sekali lagi untuk hilangnya tabung gading darimu.” Shal meminta maaf kepada Amara.


“Ada ribuan tabung gading seperti itu di Spring Kingdom, tetapi Shalima Shero hanya satu. Kamu pulang dengan selamat, aku sudah sangat bersyukur,” tegas Amara.


Tabung gading Shal yang berisi sisa lumut Porsesa hilang saat di hutan. Entah ada yang mengambilnya atau tabung itu terjatuh saat Malachite bertarung dengan Zoologist palsu. The Prof juga bercerita bahwa semua peralatan yang digunakan saat pengambilan lumut sudah dibakar jadi abu oleh induk naga, termasuk semua tabung vacuum yang berisi lumut Porsesa.


Para Zoologist dalam tim pengambil lumut berspekulasi bahwa si penyusup termasuk sindikat pasar gelap. Mungkin saat kembali ke Maple Academy seusai liburan, Shal akan lanjut mencari tahu tentang makna tattoo matahari hitam yang dilihatnya di pergelangan tangan orang itu. Shal merasa pernah melihatnya, tapi entah di mana.


“Tentu saja!” jawab Shal yakin. Amara dan Valfred memandanginya keheranan. “Namun, sebelum itu, aku harus meningkatkan kemampuan bela diri dan bertarungku!” lanjut Shal sambil menirukan gerakan bela diri. Ah ya, bertemu dengan sang Mentor di Battle Arena juga adalah hal yang sangat Shal nantikan di tahun depan. Shal tak sabar berlatih di Battle Arena dengan cara pikirnya yang baru.


“Aku bersedia menjadi personal trainer khusus untukmu!” kata Valfred sambil membusungkan dadanya. Dengan gerakan cepat Amara meninju dada Valfred dan pria Werewolf itu langsung terbatuk-batuk.


“Kamu sendiri masih harus rajin olah fisik, wolf cub!” Amara mencelanya.


“Itu gerakan mendadak yang seharusnya tidak dilakukan seorang sahabat!” kata Valfred panik. Dia mencoba menutupi rasa malunya.


 Shalima tertawa melihat kedua temannya bertengkar. Seandainya dia bisa mengenalkan Malachite kepada kedua temannya itu, tentu harinya akan ditutup dengan sangat baik.


Aku tahu saat itu akan tiba, Mala. Take your time! Aku akan terus menunggumu. Kita sudah terikat, bukan?


Perlahan Shal menjauhi kedua temannya yang masih asyik terlibat perang mulut. Dia lalu berjalan ke bebatuan di pinggir danau untuk menyanyi bersama Diadyra dan para kepiting. Saat berjalan, Shal melihat seekor nuskabadori terbang tak jauh darinya. Mamalia bersayap itu menyanyikan sebuah lagu dengan suara yang sangat dia kenal. Lagu itu menyampaikan ungkapan terima kasih dan harapan untuk berjumpa kembali. Shal tidak bisa menyembunyikan senyum di wajahnya saat menatap nuskabadori itu terbang menjauh. Ekornya yang menjuntai panjang berkilau keunguan.