Love Me Please, Daddy!

Love Me Please, Daddy!
Pulang



Happy reading


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul setengah 7 malam, Arka yang baru selesai dengan pekerjaanya itu langsung meregangkan otot ototnya karena terlalu lama duduk di depan laptop.


Sedangkan Audrey yang sudah bangun dan berganti pakaian itu menunggu Arka dengan memakan cemilan yang ada di lemari ruangan itu.


Pakaian Audrey juga sudah berganti dengan dress berwarna baby pink dengan renda bunga bunga di bagian atasnya itu tampak asik memakan cemilan seraya berbalas pesan dengan teman temannya.


"Drey, kamu mau pulang apa disini aja?" tanya Arka dengan nada datarnya. Arka tak suka Audrey sampai tertawa dengan bahagia saat berbalas pesan dengan teman temannya.


"Ya kali, Drey mau disini sendiri. Dari tadi kalau Daddy gak cegah Audrey untuk pulang pasti sekarang Audrey sudah ada di rumah."


Arka yang mendengar itu hanya tersenyum, benar juga apa yang diucapkan Audrey. Ia yang membuat Audrey tak pulang hanya karena ia tak mau dimarahi Mama dan Papanya. Kalau begini pasti Mama dan Papanya otomatis akan marah karena sudah membawa anak kesayangan mereka pulang jam segini.


"Ya sudah Kakak minta maaf. Ayo pulang, atau mau kakak gendong?" tanya Arka dan dianggukkan oleh Audrey.


Kapan lagi ia digendong oleh laki laki yang selalu membuat jantung dag dig dug begini. Audrey mengambil tas dan memasukkan ponselnya ke dalam tas.


Audrey juga membuang sampah yang ada di lantai itu.


"Suapi kakak dengan biskuit itu, kakak juga lapar," ucap Arka memukul biskuit yang sepertinya sudah dimakan oleh Audrey tadi.


Dengan senang hati Audrey mengambilnya dan menyuapkan biskuit itu pada Arka. Tapi Arka malah menahan tangan adiknya dan menjilat jari Audrey yang terkena cokelat itu.


"Kita makan malam di rumah atau di restoran?" tanya Arka dengan suara lembutnya mengambil tisu dan membersihkan tangan Audrey yang terkena liurnya.


"Makan di rumah aja, Dad. Kasihan bibi sudah masak banyak kalau gak dimakan," jawab Audrey menggendong tasnya.


Arka yang mendengar itu langsung menggendong tubuh Audrey keluar dari ruangan itu. Para karyawan yang melihat kedekatan Audrey dan Arka itu merasa iri dengan kehidupan Audrey. Bisa disayangi oleh keluarga dari Arka.


Bahkan banyak karyawan yang tidak suka dengan Audrey tapi mereka apa boleh buat. Karena jika saja mereka sedikit saja menyentuh Audrey bisa bisa tangan mereka yang jadi tumbalnya.


Karena mereka semua juga tahu betapa posesifnya Arka pada Audrey yang notabene adalah seorang adik dari Arka sang idola kantor itu.


Sampainya di depan mobil, Arka langsung menurunkan Audrey dan membukakan pintu untuk Audrey.


"Makasih Dad."


"Hmm."


Audrey masuk ke dalam mobil begitupun dengan Arka yang tak sabar ingin tidur di kamarnya itu.


****


Dalam perjalanan Audrey hanya bisa bermain ponselnya. Ia tak tahu apa yang harus ia ucapkan pada Arka setelah kejadian tadi.


"Dad, kenapa Mama nyuruh kita pulang?" tanya Audrey pada Arka yang sedang fokus pada jalan raya.


"Gak tahu, mungkin pembagian warisan," jawab Arka dengan candaanya seperti yang dikatakan pada sang Mama tadi siang.


"Loh emang Mama sama papa mau kemana?" tanya Audrey yang kadang memiliki otak lemot jika disaat seperti ini. Apalagi sekarang ia belum makan malam hanya ngemil saja tadi.


"Udah gak usah dibahas, kamu mau beli apa dulu tidak? Nanti kamu maksa kakak buat pergi cari apa yang kamu pengen lagi pas udah di rumah. Sekalian aja kalau mau jajan, kakak habis ini mau tidur di kamar," tanya Arka pada adiknya ini.


"Hmm."


Akhirnya setelah berberapa saat Arka dan Audrey pulang dari pasar malam dengan banyak makanan yang di bawa Audrey. Mulai dari pentol, bakso goreng, martabak, sate, bahkan ada kue kue dipinggir jalan yang dibeli Audrey.


Dan hal itu tak sampai menghabiskan uang 250 ribu. Bahkan Arka sendiri tak heran kenapa Audrey sering jajan di tempat seperti ini.


"Buka mulutnya, Dad. Ini enak banget dagingnya kerasa dan juga bumbu kacangnya enak banget," ucap Audrey menusuk pentol itu dan mengarahkan pada Arka.


Arka yang memang suka dengan makanan pinggir jalan itu langsung membuka mulutnya dan merasakan makanan berbahan dasar tepung dan daging itu.


"Enak."


Mereka pulang seraya memakan pentol dan makanan yang dibawanya tadi. Kemudian beralih ke sate yang baru pertama kali Arka coba, kalian tahu sate apa? Sate kerang hijau yang katanya enak. Walaupun Arka sering melihat bentu sate itu tapi jika untuk memakannya ia belum pernah begitupun dengan Audrey.


"Dad kayaknya enak deh. Tapi Audrey takut, kalau beracun gimana?" tanya Audrey menatap satu tusuk sate yang ada ditangannya.


"Kakak juga gak pernah makan sate itu, Drey. Tapi kalau kita gak coba kita gak akan bisa tahu gimana rasanya," jawab Arka dengan penasaran.


Bentuknya juga sangat bagus, mana mungkin beracun. Kalaupun nanti beracun pasti tak akan dijual kan.


"Makan aja ya, Dad. Cuma 10 tusuk kok. Kita bagi dua," ucap Audrey dengan tenang.


Kalaupun nanti mereka keracunan kan berdua, bahkan Audrey rela jika sakitnya bareng Arka.


Audrey mulai menyuapkan sate itu ke mulutnya sendiri, kemudian mengunyahnya.


"Emmm enak sih, enak gak kalah kalau sama sate ayam langganan kita," jawab Audrey menghabiskan satu tusuk sate itu kemudian mengambil lagi dan menyuapkan ke Arka.


Audrey juga dengan menyiapkan tisu jika nanti Arka tak menyukai sate itu. Sama seperti Audrey tadi, Arka juga tampak menikmati sate kerang hijau itu dengan ekspresi yang sangat menggemaskan bagi Audrey.


"Enak kok, tapi kakak lebih suka kalau pakai nasi. Jadi gak terlalu nyengat rasa kerangnya," ucap Arka yang sepertinya sepemikiran dengan Audrey.


"Mau lagi ya."


"Hmm."


Mereka menghabiskan sate itu hingga sampailah mereka di rumah besar berlantai 5 itu. Arka yang sudah menyelesaikan makan satenya itu langsung keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Audrey.


Audrey langsung mengambil makanan yang ia beli tadi dan membuang sampah pentol dan sate ke tempat sampah.


Arka menyerahkan kunci mobil pada bodyguardnya agar menaruhnya di garasi mobil.


Tanpa mengetuk pintu keduanya langsung masuk, Audrey yang memang sudah sangat rindu dengan Mama dan Papanya itu langsung berteriak dan mengganggu kedua orangtuanya yang sedang berci**an mesra di sofa ruang tamu itu.


Audrey juga shock melihat adegan live seperti yang ada di drama drama yang ia tonton tadi siang.


"Astaga anak kalian baru pulang langsung disuguhi pemandangan yang merusak otaknya," sindir Arka pada kedua orangtuanya yang sedang salah tingkah.


Bersambung