
Happy reading
Berbeda dengan keadaan yang terjadi pada Arka dan Audrey. Kini Keysha dan Adam berada di kamar dengan saling diam. Posisi mereka sangat jauh, Adam di sisi kanan sedangkan Keysha di sisi kiri ranjang kamar itu.
Mereka menikah karena perjodohan tanpa tahu kisah masing masing.
"Kok jadi gugup gini ya?" tanya Adam yang membuat Keysha yang sedang menundukkan kepalanya itu langsung mengangkat kepalanya.
"Dek, sini deketan sama Mas. Kita udah resmi jadi suami istri, gak baik jauh jauhan gini," ujar Adam yang membuat jantung Keisha berdebar kencang.
Dengan langkah ragu Keisha mulai berjalan menghampiri suaminya. Ia duduk di samping Adam.
"Mas."
"Ya dek, sini. Mas mau melepas riasan kamu," ujar Adam mencoba untuk dekat dengan sang istri.
Walau mereka menikah karena perjodohan tapi Adam tidak menyesal sama sekali karena yang menjadi istrinya adalah Keysha.
Dengan malu Keisha mendekat ke arah Adam dan pasrah saja riasan di kepalanya di lepas oleh Adam.
"Jangan gugup Dek."
"Walaupun kita menikah karena perjodohan mas tidak akan menceraikan kamu apapun alasannya."
"Mas yakin sama Keysha, Keysha tidak begitu paham agama. Mas Adam adalah ustadz sekaligus anak kyai sedangkan Keisha hanya wanita biasa dengan segala kekurangan yang Keisha punya. Rasanya tak pantas jika Keisha menjadi istri Mas Adam," jawab Keysha yang membuat Adam tersenyum.
Adam tak berpikiran seperti itu baginya Keisha ada perempuan yang telah dikirim Allah untuk menjadi jodohnya.
"Jangan berpikir seperti itu, kamu yang sudah dipilih orang tua mas dan juga Allah. Mas juga banyak kekurangan Dek. Kita belajar bersama-sama untuk saling melengkapi ya," ujar Adam tersenyum lembut pada Keysha.
Laki-laki itu sudah selesai melepaskan semua hiasan yang ada di kepala Keisha. Ini hanya tinggal hijab yang dipakai Keisha saja yang belum dilepas.
Ya berbeda dengan Audrey tadi yang tidak memakai hijab. Geisha yang notabene adalah menantu dari seorang kyai besar memutuskan untuk memakai gaun muslimah.
"Boleh Mas lepas hijabnya?" tanya Adam dengan pelan. Dengan malu Keysha mengangguk.
Pelan-pelan ada mengambil jarum pentul yang tertancap di hijab itu setelah selesai mengambil jarum pentulnya Adam melepas hijab itu dengan sangat pelan. Bagaikan video yang di slow motion.
"Masyaallah cantik sekali."
"Kenapa mesti malu? Kan yang Mas puji itu istri Mas sendiri," jawab Adam yang makin membuat Keysha malu.
"Emm mas key mau mandi dulu."
"Ya sudah kamu mandi dulu, nanti Mas nyusul."
Keysha menangguk dengan malu kemudian berlari menuju kamar mandi.
Sedangkan Adam yang melihat Keysha berlari itu hanya tersenyum kemudian ia membaringkan tubuhnya di kasur empuk itu. Ia tak menyangka ia sudah resmi menjadi seorang suami dari wanita yang usianya 1 tahun di bawahnya.
Adam tak ada keraguan saat ia menikahi Keysha walau saat dulu ia bertemu pertama kali dengan Keysha ia berulang kali mengucapkan astaghfirullah. Sejak saat itu ia berjanji untuk membimbing Keysha menjadi lebih baik lagi.
Ceklek
Lamunan Adam terhenti saat mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka.
Glek
Keysha keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan juga handuk kimono yang tak bisa menutup kaki jenjangnya.
"Astaghfirullah, tapikan sudah jadi istri. Halal dong kalau lihat ciptaan Tuhan yang sangat indah ini," gumam Adam saat melihat Keysha yang masih malu sekamar dengan laki laki lain itu.
Dengan langkah pelan ia mulai berjalan menuju lemari dan mengambil pakaiannya kemudian ia kembali lagi ke kamar mandi tanpa menoleh ke arah Adam.
Sedangkan Adam yang melihat itu langsung bangun dari baringannya dan berjalan menuju kamar mandi.
Tak lama menunggu di depan pintu kamar mandi akhirnya pintu kamar mandi itu terbuka dan memperlihatkan Keysha ha yang sudah rapi dengan pakaian tidurnya.
"Jangan tidur dulu, kita sholat ya. Mas mau mandi dulu."
Setelah mengucapkan itu ada masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Keysha yang masih mematung di depan pintu kamar mandi.
"Sholat? Bahkan aku lupa bagaimana cara berwudhu."
Bersambung