
Happy reading
"Sedangkan kalian," tunjuk Opa pada Audrey dan Arka.
Arka dan Audrey hanya terdiam, mendengarkan apa yang akan diucapkan opah dan Omanya nanti.
"Pernikahan kalian akan dilangsungkan bersamaan dengan pernikahan Keisha dan calon suaminya."
"Tapi opa," ucapan Audrey terputus saat Opanya langsung menjawab saat Audrey masih membuka mulutnya.
"Opa dan Oma sudah tahu tentang perjodohan kalian dan kami juga menerima kamu sebagai calon cucu mantu kami. Tentu saja kami tidak mau kamu jatuh ke tangan laki-laki yang tidak tepat. Lagi pula kamu juga sangat mencintai cucu Opa ini kan," ucap Opa seraya menggoda keduanya.
Topi yang mendengar itu hanya bisa menghela nafasnya sekuat apapun ia menyembunyikan kebenaran jika ia sangat mencintai kakak angkatnya ini tapi Opa dan Omanya tidak bisa dibohongi begitu saja.
Mereka berdua selalu tahu apa yang ia mau ataupun kepada keluarganya.
"Opa," rengek Audrey dengan wajah cemberutnya.
Mereka hanya membalas dengan tawa apalagi Keisha dan Zakia memang sudah tahu hubungan mereka lebih dari sekedar Kakak sekarang. Audrey dan Arga sudah lebih menjadi seorang pacar sekaligus tunangan.
"Nanti kalau Drey di keluarkan dari sekolah gimana?" tanya Audrey yang tak ingin menikah secepat itu.
"Kamu lupa jika pemilik sekolah yang kamu tempati sekarang adalah sekolah keluarga kita?" tanya Opa dengan senyum manisnya.
Senyum yang hanya di perlihatkan pada anggota keluarganya saja.
Sejenak Audrey terdiam kenapa dia bisa lupa jika pemilik sekolah itu adalah keluarga angkatnya. Kakaknya bisa saja mengubah peraturan sekolah itu kapan saja.
"Jadi gimana sayang, kamu makan pernikahan kalian dipercepat. Lagi pula apa lagi yang kamu tunggu, Arka sudah mapan dan bisa lebih menjaga kamu sebagai istrinya nanti," ujar Oma dengan lembut.
Audrey menatap Arka dengan bingung sedangkan Arka hanya tersenyum lembut kemudian mengangguk. Usia Arka memang tak muda lagi, bukan saatnya untuk bermain-main lebih baik dipercepat daripada hanya sekedar pacaran.
"Kakak setuju apa yang dibilang Opa dan Oma, Drey. Kakak bukan lagi anak muda yang bisa main main dengan sebuah hubungan."
"Dad."
Arka menatap Audrey dengan lembut, Audrey yang ditatap itu seketika luluh apalagi Arka adalah laki-laki yang yang sangat ia cintai sejak ya SMP.
"Apa Opa, Oma, Mam, Papa, Tante, sama Om yakin dengan ini. Audrey masih kecil loh," ujar Audrey dengan wajah polosnya eh ralat pura pura polos.
"Yakin."
Hufftt
"Baiklah Audrey menerima untuk pernikahan Drey dan Daddy dipercepat. Tapi kak Keysha juga harus nikah bareng," jawab Audrey yang membuat mereka senang. Tapi tidak dengan Keysha, gadis itu dari tadi melamun memikirkan siapa laki-laki yang dijodohkan dengan dirinya.
Semua orang yang melihat Keysha bengong itu bingung. Kenapa dengan Keysha padahal tadi ia sempat senang senang saja, bahkan Keysha juga menerima perjodohan yang sudah direncanakan.
"Kak," Audrey menyentuh tangan Keisha yang ada di paha. Sontak saja hal itu membuat Keysha kaget, kemudian menatap Audrey yang ada di sampingnya seolah berkata Kenapa.
"Kakak sedari tadi bengong loh. Kakak gak dengerin Audrey bilang ya sejak tadi?" tanya Audrey dengan suara khasnya yang dibuat buat. Bahkan hal itu terdengar lucu di telinga mereka.
"Kakak nggak apa-apa cuma kepikiran dikit aja kok," jawab Keysha.
Akhirnya mereka semua kembali berbincang tentang perjodohan Keysha dan juga memutuskan hari baik untuk para cucu mereka.
Tapi sepertinya Zaki aman karena opa, Oma dan orang tuanya tak banyak menuntut menikah. Padahal usianya sudah memasuki umur 26 tahun.
"Bukankah lebih baik kita bertemu dengan keluarga dari calon laki laki dulu, Pa?" tanya Tante Airin dengan senyum. Bukan maksud apa apa tapi ia hanya tak mau anaknya terbebani jika langsung menikah.
"Apa sudah menyiapkan hari pertemuan kita yaitu besok lusa, karena jika besok keluarga mereka tidak bisa hadir karena ada kajian di luar kota."
"Aku terserah kalian aja, Key capek mau ke kamar dulu."
Keysha tak ingin terlibat banyak dalam perjodohan ini. Iya memutuskan untuk pergi tidur terlebih dahulu karena badannya capek baru pulang dari luar negeri. Tapi langsung dihadapkan dengan semua ini, ia perlu banyak pikiran.
"Iya sayang, kamu istirahat saja. Persetujuan dari kamu itu sudah yang menjadi hal yang baik buat kamu," jawab Om Sandi pada Keysha.
"Zaki juga mau ke kamar aja. Daripada disini cuma nunggu kalian membahas soal perjodohan kakak dan pernikahan Kak Arka," ujar Zaki bangkit dari duduknya bersamaan dengan Keysha.
Kedua kakak beradik itu meninggalkan ruangan itu menuju kamar masing-masing. Sedangkan Arka dan Audrey masih stay walau rasanya ingin sekali pergi ke kamar.
Dan keputusan mereka dalam pernikahan Audrey dan Arka adalah 2 Minggu dari sekarang. Karena mereka juga harus mempersiapkan untuk pertunangan Keysha.
Setelah berberapa saat mereka semua menuju kamar masing masing. Karena jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Jam tidur Opa dan Oma juga tak boleh terlalu malam karena bisa berpengaruh pada kesehatan keduanya.
Begitupun dengan Audrey dan Arka yang masuk ke kamar mereka masing masing.
"Dad, pintu kamar jangan di tutup ya. Audrey mau tidur bareng Daddy," ucap Audrey saat ia sudah sampai di depan pintu kamarnya.
"Iya," jawab Arka mengelus lembut rambut panjang Audrey.
Keduanya tersenyum, setelah itu Audrey langsung masuk ke dalam kamarnya begitupun dengan Arka.
Bersambung