
Happy reading
Arka kembali ke mejanya, Keysha dan Zaki yang melihat sepupunya datang dengan senyum itu. Tak biasanya Arka setelah menerima telepon langsung tersenyum cerah seperti baru saj mendapat hidayah dari Allah.
"Kenapa lu senyum senyum gak jelas gitu? Ada yang aneh?" tanya Keysha yang belum tahu tentang perjodohan Arka dengan Audrey.
"Telepon dari siapa, kak?" tanya Zaki yang memang memanggil Arka dengan Kaka jika di luar.
"Audrey."
"Telepon dari adik lu? Kok senyum senyum gitu?" tanya Keysha senyum.
Membayangkan tingkah Audrey yang sangat manja padanya, Keysha jadi rindu. Sudah 4 tahun ia tak pulang ke Indonesia. Terakhir kalinya pulang itu saat Audrey berusia 13 tahun. Saat Audrey kelas 2 SMP.
Tapi hubungan mereka tetap akrab sampai sekarang, apalagi Keysha orangnya humble dan gampang membuat mood Audrey kembali. Sekitar 2 minggu ini mereka tak berkomunikasi, hal itu karena urusan pekerjaan Keysha yang sangat banyak.
"Oh iya, Kakak belum tahu ya. Kak Arka sama Audrey mau nikah," jawab Zaki yang membuat Keysha melotot tak percaya.
"What!! Lu mau nikah sama Audrey? Gak salah lu, nikahin adik lu sendiri?" tanya Keysha yang cukup terkejut dengan kabar ini.
"Memangnya kenapa? Toh Audrey juga bukan adik kandung aku. Lagian orang tua kita udah sama sama menjodohkan kita saat Audrey masih kecil. Jadi apa salahnya aku menikahinya?" tanya Arka dengan wajah santai. Tapi tak bisa dipungkiri sorot mata Arka menandakan jika Arka sedang bahagia.
"Iya juga sih, tapi yakin lu gak bakal nyakitin adik gue? Awas aja sampai gue tahu lu cuma permainkan Audrey. Habis lu di tangan gue," ancam Keysha yang paling tak mau adiknya itu sakit hati.
"Iya, dia sama temannya mau kesini katanya," jawab Arka pada mereka. Arka tak bisa menghilangkan senyum tipis di bibirnya.
Arka jadi ingat saat pagi tadi ia menembak Audrey dengan sangat tidak romantis. Hari ini ia akan mengulanginya, tapi tidak siang ini. Lihat saja nanti malam.
"Temannya? Ica maksud lu?" tanya Zaki yang mendengar Audrey bersama temannya. Karena setahu Zaki teman dekat Audrey adalah Ica. Sang pujaan hati yang entah kapan ia diterima oleh gadis berusia 18 tahun itu.
"Heem."
"Sepertinya gue banyak ketinggalan berita soal kalian. Ica siapa deh gue kok gak tahu?"
"Lu terlalu sibuk di luar negeri sampai lupa sama keluarga di sini. Zaki memang naksir sama teman Audrey yang namanya Ica itu. Tapi gak tahu kenapa selalu jalan ditempat," jawab Arka yang membuat Zaki tertunduk lesu.
"Dia aja udah punya pacar gitu. Gue akan menunggu sampai Ica putus sama pacarnya yang brengsek itu," jawab Zaki dengan pasrah.
Ia akan menunggu Ica membuka hati untuk dirinya yang sudah setahun lebih ini berjuang untuk mendapatkan hati Ica sang gadis galak.
"Kalian ini sukanya sama bocil ya. Dasar pedofil," ucap Keysha memasukan sushi ke dalam mulutnya.
"Eits kita gak pedofil ya kak. Lagian Audrey dan Ica udah berusia 17 tahun, 18 tahun. Gak ada salahnya kalau kita suka sama mereka," jawab Zaki yang disetujui oleh Arka yang memang menyukai Audrey sejak.... Entahlah sejak kapan, Arka sendiri lupa.
"Terserah kalian aja lah. Pokonya pesan kakak jangan sampai kalian sakitin hari cewek cewek gak berdosa seperti mereka."
"Oh ya dari tadi ngomongin kita, emang kakak sendiri kapan mau ngenalin calon ipar buat aku?" tanya Zaki pada kakak kandungnya ini.
"Masih trauma gue, nanti kalau udah ketemu jodohnya juga bakal gue kanalin sama kalian. Dan juga keluarga kita," jawab Keysha yang memang sudah waktunya menikah.
Usianya sudah memasuki 28 tahun tapi belum juga mengenalkan calon suami pada keluarga sejak kejadian berberapa tahun silam. Saat dirinya gagal nikah atau bisa dibilang ditinggal nikah, karena pacarnya menghamili perempuan lain. Hal itu membuat Keysha trauma akan ditinggal lagi.
"Gue harap lu cepet dapat ganti, bang Arvi."
"Hmm."
"Kak gue ada kenalan yang lagi cari calon istri," ucap Zaki yang membuat Keysha menggeleng.
Ada ada saja adiknya ini, ia hanya ingin laki laki yang tak main main dalam sebuah hubungan dan yang pasti setia. Tidak seperti mantannya yang brengsek itu.
****
Akhirnya mobil Ica sampai di salah satu restoran Jepang yang dikatakan Arka tadi. Audrey dan Ica keluar dari mobil itu tanpa membawa tas. Karena niatnya Audrey akan menguras isi kantong kakak kakaknya nanti. Dan Audrey mengajak Ica yang sedari tadi menolak.
"Udah ayo masuk, sekalian kenalan sama calon kakak ipar," ajak Audrey menarik tangan sahabatnya menuju ruang VIP seperti yang diucapkan Arka tadi.
"Aku malu, Drey. Aku pulang aja ya, Kuta juga masih pakai seragam sekolah loh," tolak Ica walau kakinya mengikuti Audrey berjalan menuju tangga.
"Gak ada penolakan, gue tahu lu lagi lapar karena tadi pas istirahat lu gak makan apa apa," jawab Audrey tetap menarik tangan Ica.
Akhirnya dengan pasrah Ica mengikuti Audrey tanpa penolakan walau di hatinya tak enak jika harus kumpul dengan keluarga Audrey yang notabene adalah keluarga kaya.
Akhirnya keduanya sampai di ruangan VIP tempat Arka dan sepupu sepupunya makan. Audrey masuk ke dalam dan melihat pacar serta kakak sepupu yang paling ia sayang itu ada disana.
"Kakak," teriak Audrey berlari yang membuat mereka yang ada disana menatap ke arah gadis berseragam SMA itu.
Audrey melepaskan pegangan tangannya pada Ica yang hanya menggeleng melihat Audrey sudah berlari menuju Keysha.
Keysha tersenyum saja melihat itu, ia tak bisa menahan jika seperti ini. Belum sampai di tempat Keysha badannya di tahan oleh Arka yang duduk paling pinggir.
"Kebiasaan jadi anak, kakak gak mau kamu jatuh," peringat Arka yang membuat Audrey mengangguk.
Kemudian Audrey memeluk tubuh kakak sepupunya yang sudah lama tak mengirimi ia pesan lagi itu. Audrey tahu jika Keysha sedang sibuk jadi ia tak ganggu.
"Kangen banget sama kakak. Kapan kakak pulang? Kok gak bilang sama Audrey? Kakak jahat ya sekarang, pulang gak bilang bilang."
Keysha hanya tertawa menangapi pertanyaan dari Audrey yang sangat manja pada dirinya. Lihatlah bagaimana Audrey memeluknya sangat erat, bahkan tak menyadari jika Ica sudah di bawa ke kursi itu oleh Zaki. Karena tadi Zaki melihat Ica hanya diam saja melihat mereka.
Bersambung