
Happy reading
"Selamat ya kalian sekarang udah gak sendiri lagi. Kalau mau tidur udah ada yang nemenin," ujar Mama pada anak serta keponakannya.
"Makasih Mah."
"Makasih Tan."
"Sama sama."
"Gak nyangka gadis yang awalnya jadi anak kita kini udah jadi mantu kita, semoga Rania dan Maxim bahagia di sana," ucap Papa pada sang istri.
Arka menatap adiknya yang kini sudah menjadi istrinya itu. Ia tak menyangka sebelumnya jika gadis 18 tahun ini sudah resmi menjadi istrinya.
"Tapi Mama juga akan memberi hukuman untuk Arka karena tadi malam sudah melanggar janji untuk tidak bertemu Audrey. Diam diam kamu masuk ke kamar Audrey dan tidur bersama kan?"
Arka dan Audrey saling pandang, jika sudah seperti ini maka bisa dipastikan mereka akan mendapatkan hukuman dari sang ibunda tercinta.
"Jadi tadi malam kalian tidur berdua?" tanya Papa pada sang putra yang hanya tersenyum tipis.
"Arka gak bisa tidur kalau gak peluk Audrey."
"Halah, padahal kemarin kemarin kamu fine fine aja kenapa sekarang kamu jadi manja begini?" tanya Mama yang tak percaya pada putranya. Walau bagaimanapun ia harus memberikan hukuman pada putra pertamanya itu.
Sedangkan yang lain hanya bisa terdiam dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan. Keysha dan suami juga sudah pamit dulu ke kamar.
"Kalian selesaikan urusan kalian Om sama Tante mau ke kamar dulu," ujar Tante pada mereka.
"Ayo Pah."
Kini tinggallah Mama, Papa, Arka dan Audrey yang berada di ruangan itu berani menatap Papa dan Mamanya. Jujur putri malu walau ia sudah sering bermesraan dengan sang kakak di depan orang tua angkatnya.
"Maafin Kakak sama Drey ya ma pa."
"Mama sudah memaafkan kamu sayang tapi karena Arka melanggar janjinya terpaksa Mama memberikan hukuman pada Arka."
"Hukuman tetap hukuman sayang walaupun Mama sayang sama kamu tapi hukuman untuk pembangkang seperti Arka harus diberi hukuman. Tenang saja hukuman untuk Arka tidak berat kok," jawab Mama pada Audrey.
"Apa hukumannya?"
"Arka nggak boleh tidur di kamar bersama Audrey selama seminggu. Kamu tahu tadi malam Mama juga melihat kamu menyusu pada Audrey. Kalian belum halal dan itu tidak diperbolehkan dalam agama kita. Bukannya Mama jahat sama kalian tapi Mama ingin memberi efek jera saja, harusnya kalian juga dipingit tapi mama dan papa tidak menganjurkan itu karena kalian sudah tinggal satu rumah selama bertahun-tahun," jawab Mama dengan santainya yang membuat arca dan Audrey melotot tak percaya.
Hukuman ini terlalu berat untuk keduanya apalagi status mereka yang sudah menjadi pengantin baru. Masih anget-angetnya untuk pergi ranjang saling memeluk saling bercumbu dan lainnya tapi sekarang Arka dan Audrey harus pisah kamar selama seminggu?
"Mah."
"Mama belum selesai ngomong, Arka."
"Lagian Audrey kan sedang datang bulan tidak mungkin kamu meminta haknya saat ini kan. Mulai malam ini sampai satu minggu Mama yang akan tidur bersama Audrey," ujar Mama yang kali ini membuat Papa tak setuju.
"Mah kalau mama tidur sama Audrey, Papa gimana?" tanya Papa menatap sang istri.
"Tidur sama anakmu sana, lagian ini juga ide dari papa kan," jawab Mama tersenyum menang kearah suaminya. Apalagi berberapa hari ini suaminya itu tak melepaskan dirinya untuk meminta jatah.
"Mahh."
"Tunggu sampai minggu sampai hukuman Arka selesai baru kita bisa tidur bersama," jawab Mama yang membuat Papa kicep begitupun dengan Arka.
Airnya setelah mendengar keputusan Mama yang tidak bisa diganggu gugat, mereka menerima dengan hati yang tidak rela. Harusnya malam ini adalah malam pertama Arka dan Audrey sebagai pasangan suami istri.
Apa salahnya tadi malam dia tidur bersama Audrey, lagi pula mereka juga sering tidur bersama.
Sedangkan papa menatap mamanya dengan senyum liciknya. Ia bisa membuat rencana agar sang istri bisa tidur bersamanya dan tentunya jatah malamnya tidak akan hilang.
Memang makin tua makin jadi.
Bersambung