
Happy reading
Tak terasa hari sudah pagi, Arka dan Audrey yang sejak malam sudah tidur bersama itu tampak nyaman dengan posisi masing-masing.
Apalagi Audrey kini bagikan guling untuk Arka yang memiliki tubuh besar dan tinggi.
"Eughhh."
Arka yang terbangun terlebih dahulu itu langsung bisa merasakan jika ia bisa tidur sangat nyenyak. Dan pagi ini terasa segar, kemudian matanya terbuka dengan sempurna saat ia merasa ada benda kenyal yang menempel jelas di dadanya.
"Assh gadis ini bikin aku yang enggak enggak aja," gumam Arka tapi ia menikmati benda kenyal itu di dadanya.
Dan lagi yang membuat ia frustasi adalah benda miliknya itu pagi ini tak bisa di kendalikan saat berpapasan dengan pasangannya yang ada di depannya.
Arka mencoba untuk melepas pelukan itu dengan lembut agar Audrey tidak terbangun. Tapi Audrey yang kadang bisa mudah untuk bangun dan juga kadang sulit untuk dibangunkan itu langsung membuka matanya.
"Dad kenapa?" tanya Audrey dengan mata sayunya. Bahkan matanya yang masih setengah terbuka membuat Audrey makin imut di mata Arka.
"Dad."
Arka yang tadinya terpesona dengan wajah cantik dan alami milik Audrey tiba tiba kesal karena Audrey memanggilnya Daddy.
"Daddy kenapa?" tanya Audrey dengan bingung. Pasalnya kakaknya tak menjawab panggilannya.
"Gak kenapa napa."
"Kok diam aja sih?" tanya Audrey bingung.
"Jangan panggil kakak Daddy lagi," jawab Arka memeluk erat tubuh Audrey yang membuat Audrey terpekik sakit saat tubuhnya terhimpit oleh tubuh besar dan kekar milik sang kakak.
"Ohh aku lupa, udah ya lepas. Aku sesak kalau begini," ucap Audrey mencoba untuk melepaskan pelukan Arka darinya.
Audrey hampir saja kehilangan nafas saat itu, apalagi tubuhnya ini kecil.
"Sayang."
"Hmmm."
"Lepas ya."
"Enggak nanti kamu ulangi lagi panggilan kamu," ujar Arka dengan santainya.
"Aku gak akan panggil kamu Daddy lagi," ucap Audrey dengan kesal.
Akhirnya Arka melepaskan pelukannya dari Audrey hingga membuat wanita itu keluar dari pelukan Arka.
"Huh selamat."
Audrey menatap kakaknya dengan sengit, kenapa kakaknya jadi tengil begini sekarang. Padahal dulu sebelum mereka berpacaran. Arka adalah sosok laki-laki yang tak suka basa basi, Arka selalu mengutamakan tindakan daripada ucapan yang belum tentu dilakukannya.
"Gak mau nanti Audrey dijepit lagi kayak tadi," jawabnya masih mempertahankan dirinya jauh dari Arka. Walau masih satu ranjang yang sama.
Arka yang mendengar itu langsung mendekat ke arah Audrey, dengan gemas Arka menarik tangan gadisnya agar mendekat.
"Masih pagi sayang, tidur lagi yuk," ajak Arka yang sudah meletakkan kepalanya di belahan dada Audrey yang cukup besar.
"Kakak kok jadi manja gini?" tanya Audrey mengulurkan tangannya untuk mengelus rambut Arka.
"Kamu gak suka?" tanya Arka yang saat ini sedang menahan gai**hnya agar tidak keluar sisi liarnya.
"Gak gitu juga, soalnya dari tadi Audrey merasa ada yang aneh saja, di bawah itu gak enak banget kak. Kenapa sih, dan juga suara Kakak jadi serak gitu?" tanya Audrey menyentuh benda itu dengan kakinya.
"Ahh shitt sayang kamu nakal banget sih, mending kamu diam aja ya. Biarin apa yang udah bangun," ucap Arka yang tak ingin menodai mata dan tubuh Audrey.
"Bangun?"
"Hmm."
Arka yakin Audrey bukan wanita polos yang tak tahu apa apa tentang laki laki dewasa. Dan Audrey yang mendapat jawaban itu hanya tersenyum. Sudah lama ia menggoda kakak seperti ini, bahkan ia sering memakai pakaian se**i di depan Arka hanya untuk memancing laki laki itu. Tapi Arka selalu memperlakukan dirinya dengan sangat baik.
"Kita latihan jadi suami istri mau gak kak?" tanya Audrey yang memancing sisi lain di tubuh Arka.
"Hmm maksudnya?" tanya Arka yang sedikit ngeblang apa lagi kepala atas dan bawahnya sedang tidak baik baik saja.
Tangan Audrey kini turun ke bawah dengan pelan mulai menyentuh benda itu dengan lembut.
"Kamu gak apa apa?" tanya Arka yang sekarang tahu apa yang ada di pikiran Audrey.
"Latihan aja, sayang."
Mendengar jawaban dari Audrey, membuat Arka yang sedari tadi menahan diri mati matian itu langsung mencium bibir Audrey dengan lembut bahkan kali ini Audrey bisa membalasnya walau masih sedikit kaku.
Sepertinya Audrey juga sudah termakan omongannya sendiri. Ia bisa merasakan hawa panas dalam dirinya sendiri. Tanpa ia duga juga, tangan nakalnya itu seakan ingin melepas celana pendek Arka yang sudah sangat sesak. Dan hal itu dibantu oleh Arka yang langsung menenggalkan celananya.
"Woww besar banget," gumamnya menatap benda yang ada di tubuh Arka itu.
Belum sempat ngapa ngapain, Arka juga mulai melepas pakaian yang menempel di Audrey. Sedangkan Audrey hanya pasrah saja, ia tak mau Arka berpikir yang tidak tidak dengan dirinya.
Dan akhirnya Audrey hanya memakai bra dan CD saja sekarang, Arka menatap lapar tubuh Audrey yang sangat putih. Apalagi dia gundukan yang ada di atas itu.
"Janji gak lebih ya. Audrey belum siap hamil," ucap Audrey yang langsung dianggukkan oleh Arka.
Dan di pagi itu mereka melakukan hal yang sudah sedari lama di idamkan Arka. Walau tak sampai masuk tapi hal itu cukup membuat Arka puas.
Bersambung