
Happy reading
Setelah pulang sekolah, Audrey dan Ica langsung tancap gas menuju mall. Hanya untuk healing saja, sekaligus menghibur sang teman yang sedang patah hati karena putus dengan Dito.
Ck mengingat si brengsek itu membuat Audrey geram sendiri dibuatnya. Tapi ya sudahlah yang penting Ica sudah putus, Audrey berdoa agar Ica mendapatkan laki laki yang sangat mencintainya. Sepertinya Zaki misalnya.
Ica mengendarai mobilnya menuju mall sedangkan Audrey terus scroll instagram. Tanpa sengaja Audrey melihat akun sang Daddy membuat story IG sebuah foto dirinya yang sedang tidur dengan caption "Sweet dream"
"Kapan Daddy mengambil foto ini, perasaan gue gak pernah lihat Daddy bangun deh kemarin," gumam Audrey menatap foto dirinya yang sangat imut dengan cahaya remang.
Sedangkan story Zaki yang baru saja di post beberapa menit yang lalu. Ia bingung saat melihat Arka dan seorang wanita sedang makan bersama disebuah restoran Jepang.
"Daddy... Dasar cowok, lihat yang bening aja langsung nemplok," gumam Audrey melupakan Ica yang sedang menyetir.
Audrey mencari kontak sang Daddy kemudian mengirim pesan pada sang Daddy. Tapi tetap saja tak dibalas, jangankan dibalas di baca aja enggak.
"Ihhh ngeselin deh si Daddy."
"Drey, lu ngomong apa dah dari tadi ngomel mulu perasaan?" tanya Ica yang sedari tadi mendengar gumaman Audrey yang tak jelas malah mirip ngomel sih versi gumaman.
"Ini ada cewek yang deketin Daddy. Lu paling tahu gue gak mau ada cewek lain yang Deket sama Daddy selain gue?" jawab Audrey yang memang selalu bercerita apapun dengan Ica.
Begitupun sebaliknya, bisa dibilang kedua sahabat ini adalah banknya rahasia masing masing. Tempat bercerita yang pas dari dulu sampai sekarang.
Bahkan Ica tahu jika Audrey juga jatuh cinta pada laki laki yang usianya jauh di atas mereka itu yaitu kakak angkat Audrey sendiri. Dan Ica selalu mendukung apa yang selalu Audrey sukai selagi itu baik.
"Udah lu telepon? Tanya dia ada dimana?" tanya Ica pada Audrey. Audrey menggelengkan kepalanya bertanda ia belum menelepon Arka.
"Bodoh dipelihara. Ya sekarang lu telepon dia dan tanya dia ada di mana. Masa gitu aja harus dikasih instruksi sih?" ujar Ica dan dianggukkan oleh Audrey.
Gadis cantik itu mulai menelpon nomor Arka dengan cepat. Ia berharap dengan cepat juga di angkat tapi nyatanya sedikit harus menunggu.
Arka yang sedang makan-makan siangnya itu bersama Keysha dan Zaki itu harus pamit pada keduanya untuk mengangkat telepon dari pacar kecilnya alias Audrey.
"Halo."
"Daddy ada di mana?" tanya Audrey tanpa ba bi bu lagi.
""Di restoran Jepang kenapa? Kamu mau kesini? Nanti kakak tunggu disini kalau kamu mau kesini," jawab Arka jujur.
"Sama siapa disana?" tanya Audrey dengan selidik.
"Arka dan Keysha. Key baru aja sampai di Indonesia tadi, dan ketemu kakak dan Zaki disini. Jadi kita makan bersama," jawab Arka yang membuat Audrey tak langsung percaya dengan ucapan Arka.
"Keysha? Keysha siapa? Jangan bila dia wanita baru Daddy. Ingat ya Dad kuat udah mau nikah, Audrey gak mau Daddy terikat sama cewek manapun!!"
"Drey, emang kamu lupa siapa Keysha? Dia sepupu kita juga kakak kandungnya Zaki yang ada di London itu? Astaga ternyata aku punya calon istri yang sudah pikun," ucap Arka meledek Audrey yang lupa dengan kakak sepupu kesayangannya itu.
"Kakaknya Kak Zaki? Kak Shasa dong? Dia udah pulang? Kok gak bilang-bilang sama Drey??" tanya Audrey yang tiba-tiba kesal dengan kakak sepupunya itu.
Keysha adalah kakak sepupu yang paling Audrey sayang karena sewaktu kecil, Audrey sering di jahili oleh Zaki jika ada di rumah Keysha otomatis juga rumah Zaki. Dan saat itu Keysha selalu membelanya dan menyayanginya. Bisa dibilang Keysha adalah orang kedua selain Arka yang Audrey sayangi. Kalau mama dan Papa tak usah ditanya.
"Kamu udah dijalan mau ke mall kan?" tanya Arka dan dianggukkan oleh Audrey.
"Drey."
"Ya sudah kamu ke restoran aja, nanti pulangnya bareng Daddy, ajak Ica sekalian. Biar Zaki bisa PDKT sama teman kamu itu," ucap Arka yang membuat Audrey menatap Ica yang juga menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Ca, Daddy ajak kita makan bareng dia di restoran. Gimana? Lu mau apa enggak?" tanya Audrey pada Ica.
"Aku sih terserah lu."
"Ya sudah kak, aku mau. Jangan ditinggal ya, Ica sama Audrey udah OTW ke restoran," ucap Audrey.
"Heem, hati hati."
"Iya."
Tuttt
"Kenapa lu gak bilang kalau lu calon istrinya kak Arka? Kenapa gue gak lu kasih tahu?" tanya Ica dengan penuh intimidasi.
Ica seperti tidak dianggap jika seperti ini, Audrey sahabatnya kan? Kenapa tak bilang jika hubungan Arka dan Audrey sudah sejauh itu.
"Ca, maafin gue. Gue gak enak mau bicara soal ini sama lu. Lu baru aja putus dari Dito masa gue harus pamer kebahagiaan sih? Gini gini gue juga masih punya sisi baik ya sama lu."
"Maafin ya, Ca."
"Ya Tuhan Audrey, kenapa lu harus gak enak sih sama gue? Kita kan sahabat, lagian gue udah lupa kok sama masalah gue yang baru putus sama Dito kenapa lu malah sembunyikan hal sebesar ini hmm?" tanya Ica dengan menggelengkan kepalanya.
"Hehehe gak enak aja sih gue. Maaf ya."
"Iya. Dan lu harus ceritakan semuanya sama gue. Dari kapan hubungan lu sama Kak Arka bisa sejauh itu? Lu gak hamil duluan kan?" tanya Ica yang membuat Audrey langsung menggelengkan kepalanya.
"Enggak gue gak hamil, lagian gimana mau hamil kalau gue aja gak disentuh. Nanti deh kalau udah nikah gue bakal kasih tahu gimana rasanya," jawab Ica yang semakin random jika berbicara.
"Gila lu."
"Lu beneran gak apa apa kan?" tanya Audrey dan dianggukkan oleh Ica.
"Gue juga mau ngasih tahu lu satu hal. Gue sama kak Arka baru aja pacaran tadi pagi."
"Hah pacaran, kok bisa? Bukannya mau nikah? Dan lu kok bisa sih jadi calon istrinya kak Arka?"
"Wasiat dari Mama dan Papa. Dan juga janji mereka pas aku masih kecil. Katanya mau dijodohin. Dan alhasil sekaranglah jadinya," jawab Audrey yang membuat Ica mengangguk.
Tak heran kenapa Audrey sangat bahagia, karena sedari dulu Audrey sangat mengidam idamkan jika Arka menjadi suaminya kelak.
"Selamat ya sayangku. Akhirnya apa yang lu impikan kabul juga," ucap Ica ikut bahagia dengan adanya kabar ini.
"Makasih sayangkuhh. Aku doakan kamu juga jodoh sama kak Zaki," ucap Audrey yang membuat Ica malu. Tapi ia mengaminkan dalam diamnya.
Mobil yang dikendarai oleh Ica itu berbelok arah menuju restoran Jepang. Yang otomatis mereka pasti akan gagal ngemall bareng lagi.
Bersambung