Love Me Please, Daddy!

Love Me Please, Daddy!
Makan Berdua



Happy reading


Setelah menghadapi sifat manja Audrey seharian full. Benar saja malam hari sebelum hari H, Audrey mendapatkan tamu bulanannya.


Arka sedikit kesal dengan yakin bulanan Audrey saat ini. Jika gadisnya ini datang bulan berarti ia tak akan dapat malam pertamanya hari ini. Ia harus menunggu sampai tamunya pergi.


Btw dalam keluarga mereka tidak ada pinggit pinggitan ya gaes, karena Mama dan Papa dulu juga tak ada pingitan.


"Sayang, bangun dulu yuk. Kamu gak capek tidur terus?" tanya Arka dengan lembut.


Sedari pagi adiknya itu terus mengeluh sakit perut dan juga terus tidur. Hingga mau tak mau Arka yang harus menjadi pengasuh Audrey saat ini.


Setelah mengompres dengan air hangat tadi, laki laki itu langsung mandi dan keluar hanya memakai celana saja.


"Aku lemes kak. Rasanya kayak jelly ni tubuh kenapa ya?" tanya Audrey membuka matanya yang sangat indah itu.


Padahal ini sudah jam 7 tapi ia masih saja di kasur. Dan juga melewatkan sarapannya.


"Kan belum sarapan sayang. Sekarang bangun dan mandi, setelah itu kita sarapan."


Akhirnya dengan sangat terpaksa, Audrey bangun dari tidurnya dengan pelan. Ia mendekat dulu ke arah Arka dan.


Cups


Satu kecupan Audrey layangkan pada bibir Arka yang sangat cipokable itu.


"Nakal banget jadi anak, hari ini kamu harus perawatan sayang buat besok sama Keysha," ucap Arka mengelus kepala Audrey dengan lembut.


"Okey, kemarin juga sudah dibilangin kok sama Mama dan Kak Key," jawab Audrey dengan senyum.


Kemudian ia berjalan menuju kamar mandi dengan pelan. Ini hari pertama Audrey datang bulan dan biasanya sakitnya akan hilang pada hari ke 3.


Arka jadi tak tega jik besok Audrey harus kesakitan saat pernikahan.


Arka yang melihat pintu itu ditutup langsung menyiapkan baju untuk sang kekasih dan ia keluar dari kamar itu.


Tak sampai 20 menit, Audrey keluar dari kamar mandi dengan handuk mini yangy membuat dadanya seolah ingin keluar.


"Loh kok gak ada?" tanya Audrey menatap sekeliling.


Audrey sengaja memakai handuk kecil ini untuk menggoda calon suaminya. Tapi yang ingin digoda malah gak ada.


Jujur Audrey mulai ketagihan dengan apa yang pernah Arka lakukan pada dadanya ini. Bahkan Audrey seperti ingin disentuh lebih, karena usianya yang masih labil tentu ia belum bisa membedakan hal yang membuat Arka pening atau tidak.


Dengan sedikit kesal, Audrey memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh Arka itu juga menyisir rambutnya.


Setelah selesai, Audrey langsung keluar dari kamar menuju meja makan. Dan ternyata disana ada Arka yang sedang berbincang dengan Mama dan Papa.


"Baru bangun sayang?" tanya Mama yang melihat keberadaan Audrey.


"Eh Mama kok udah disini aja. Semalam nginep ya mah?" tanya Audrey pada sang Mama.


Mama Olivia hanya tersenyum dan menggeleng, kemudian ia mengajak putrinya untuk makan.


Selama perjalanan ke dapur mereka berdua membicarakan tentang apa apa saja yang harus dilakukan sebagai seorang istri.


Audrey yang mendengar itu sepertinya belum ada yang ia lakukan.


"Tapi mah, selama ini selalu kakak yang menyiapkan segala keperluanku. Apa itu salah?" tanya Audrey pada Mama.


"Itu tidak salah sayang, karena Arka selalu mengutamakan kamu dan juga meratukan kamu sebagai calon istrinya. Mama tahu Arka sudah lama mencintai kamu bahkan kakak kamu itu selalu melakukan yang terbaik walau kamu tak tahu."


"Tapi walau begitu kamu harus belajar buat jadi istri yang baik. Mulai menyiapkan keperluannya hingga kepuasannya xixixi," ucap Mama di akhir kalimatnya.


"Sepertinya Audrey harus banyak belajar sama Mama," ucap Audrey mengambil sarapannya.


"Oke. Eh mah, kapan ke acaranya besok mulai?"


"Mungkin jam 8 kalau selesainya gak tahu, memangnya kenapa?"


"Aku lagi datang bulan, Mah. Takut besok makin sakit aja," jawab Audrey mengambilkan makanannya dan untuk Arka.


"Kan kalian bisa keluar dulu besok. Nah nanti malam kita berangkat ke hotel," ujar Mama dan dianggukkan oleh Audrey.


"Kok hanya satu piring sayang?"


"Audrey mau disuapi kakak."


"Sekali kali kamu juga harus suapi kakak kamu biar kalian saling merasakan kasih sayang masing masing."


"Oke."


Mereka berdua membawa makanan dan minuman masing masing menuju ruangan tempat Papa dan Arka.


Sampainya di sana, Audrey langsung duduk di samping Arka. Laki laki itu tersenyum dengan lembutnya.


"Sarapan bareng kak, aku udah bawa makanan banyak," ucap Audrey meletakkan makanan itu di meja.


"Terima kasih. Biar kakak suapi kamu," ucap Arka mengambil makanan itu dan mulai mengambil sendok yang ada di sana.


Dengan patuh Audrey mengangguk dan menerima suapan dari Arka. Sedetik kemudian Ia juga teringat akan pesan mamanya jika ia juga harus memanjakan Arka bukan hanya dirinya saja yang dimanjakan.


"Kak, biar Drey suami kakak ya," ucap Audrey dengan senyum mulai mengambil sendok itu dan mengambil makanan yang ada di piring kemudian menyodorkannya pada Arka.


Harga yang melihat tingkah Audrey itu hanya tersenyum dan mengangguk ia menerima suapan dari calon istrinya dengan senang hati.


Dalam hatinya ia bertanya kenapa tiba-tiba Audrey bersikap seperti ini sangat manis dan dia suka akan hal itu.


Akhirnya mereka berdua makan dengan suap-suapan hingga makanan yang ada di piring itu habis.


"Terima kasih."


"Heem."


Mereka berdua meminum susu yang tadi Audrey bawa. Kemudian setelah selesai minum, tiba tiba Audrey naik ke pangkuan Arka dan memeluk laki laki itu.


Audrey bisa saja bersikap dewasa dan tidak bermanja seperti ini pada Arka. Sedangkan Arka yang merasakan hal empuk yang berad di pahanya itu hanya tersenyum.


Besok wanita yang sekarang ada di pangkuannya ini akan menjadi istrinya. Membayangkan hal ini saja sudah membuat ia tersenyum dengan senang.


"Masih sakit perutnya?" tanya Arka.


"Sedikit, maunya manja aja sama Kakak."


"Kamu mau tidur aja biar cepet sembuh sakitnya."


"Enggak, kakak kan lagi ngomong sama Papa."


"Papa sudah selesai kok ngomong sama Arka, sayang. Kalau kamu mau tidur ya gak apa apa, apalagi nanti malam kita harus ke hotel. Kamu gak mau pernikahan kalian nanti kan?" tanya Papa pada putri cantiknya ini.


"Gak usah, Pa. Habis ini Drey sama Mama dan Kak Key juga mau keluar. Ini lagi nunggu mereka, nanti kalian duluan gak apa apa. Ya ma."


"Iya sayang."


Bersambung


Makin kesini makin gak nyambung aku rasa.