Love Me Please, Daddy!

Love Me Please, Daddy!
Ubah Panggilan



Happy reading


Sampainya di kamar Arka membaringkan tubuh Audrey di kasur empuk itu sedangkan ia lebih dahulu melepas celana piyama itu. Karena baginya hal itu membuat ia tak nyaman.


"Daddy kebiasaan deh," ujar Audrey menutup wajahnya dengan selimut.


"Kenapa sih sayang? Kan gak lama lagi kita menikah. Dan kamu akan setiap malah melihat aku seperti ini bahkan bisa saja aku tak memakai apapun di tubuhku," jawab Arka ikut naik ke atas kasur.


"Tapi gak sekarang juga, Dad. Aku masih muda," ucap Audrey mengintip di balik selimutnya.


Arka yang melihat itu tersenyum kemudian ia menarik selimut yang digunakan Audrey untuk menutup tubuhnya.


"Duh manisnya calon istri siapa yang lagi blussing ini hmm?" tanya Arka saat melihat wajah merah sang kekasih.


"Daddy jangan gitu, Drey makin malu."


Arka hanya tersenyum kemudian memeluk tubuh Audrey agar tidak malu lagi. Tangan laki laki itu mulai mengelus lembut punggung Audrey.


"Aku suka lihat wajah kamu yang memerah seperti ini, jadi makin imut," ucap Arka yang membuat Audrey tersenyum dalam pelukan Arka.


"Sayang, Kakak boleh minta satu permintaan sama kamu," ucap Arka melepaskan pelukan itu.


"Boleh. Apa, Dad?"


"Kakak ingin kamu mengganti panggilan kamu buat kakak. Kakak bukan Daddy kamu sayang, nanti banyak yang ngira kamu itu anak Daddy dan mereka malah rebut kamu lagi dari kakak. Kakak gak bisa kehilangan kamu, jadi tolong ya ubah panggilan kamu buat kakak," jawab Arka dengan wajah tenang.


Audrey yang mendapat permintaan dari Arka itu, langsung menatap Arka yang sedang menatapnya dengan lembut.


"Kakak gak maksa tapi kakak sering lihat karyawan kantor memandang kamu dengan tatapan memuja dan ingin memiliki. Kakak gak mau kamu berpaling dari kakak yang sudah tua ini," ucap Arka lagi, kemudian Audrey tersenyum sepertinya iya bisa mengubah panggilan jadi Daddy kepada Arka.


"Hemmm enaknya, Drey panggil Daddy apa? Secara gitu yang awalnya Love Me Please Daddy, sekarang Daddy-nya udah love me," ujar Audrey seolah sedang memikirkan sesuatu yang sangat sulit.


"Terserah yang penting bukan Daddy."


"Emm, kakak, Oppa, hubby, atau sayang?" tanya Audrey dengan senyum menatap Arka.


"Sayang."


"Iya sayang," jawab Audrey yang sukses membuat membuat Arka salah tingkah dengan ucapan Audrey eh ralat seperti jawaban.


"Iya sayang, kenapa dari tadi manggil mulu," ujar Audrey dengan senyum. Hal itu membuat Arka langsung memeluk tubuh Audrey kembali. Ia suka dengan panggilan itu, karena ia juga sayang dengan Audrey.


"Oke, mulai malam ini kamu harus memanggilku dengan sayang. Ya sayang," ucap Arka dan dianggukkan oleh Audrey.


Cups


Ciuman hangat dan lembut itu tak bisa lagi di elakkan. Apalagi sekarang perasaan yang dulunya terpendam itu sudah muncul dan mereka saling tahu perasaan masing masing.


Audrey dan Arka hanya mengikuti naluri mereka sebagai wanita dan laki laki dewasa. Audrey mengalungkan tangannya di leher Arka sedangkan Arka yang memang laki laki dewasa yang tentu akan terpancing jika seperti ini itu langsung menyentuh dada Audrey dan merematnya.


"Say-ahhh."


"Shittt desa hanmu membuat aku lapar sayang," ucap Arka menghentikan aktivitasnya.


Senaf*u naf*unya Arka, ia tak akan merusak adik kesayangannya itu sebelum ia mengucapkan ijab kabul di depan penghulu.


Audrey bisa melihat ketulusan dari mata kakaknya. Ia tentu saja sangat senang saya melihat Arka yang begitu dalam menjaganya.


"Sekarang kita tidur aja udah malam."


"Heem, peluk ya tapi."


"Iya sayang sini."


Mereka pun berbaring di kasur itu dengan posisi Audrey berada di dekapan Arka yang tak memakai baju. Bahkan Audrey bisa merasakan jika sesuatu itu menyentuh pahanya.


"Sayang bener gak apa apa kan?" tanya Audrey menatap mata Arka.


"Sedikit, asal kamu gak banyak gerak. Lagipula kakak udah biasa kalau ada kamu seperti ini."


"Maaf ya."


Arka tersenyum dan mengelus punggung sang kekasih agar diam dan tidur dengan cepat. Ia tak mau membuat Audrey bergadang.


Akhirnya mereka terlelap dengan sendirinya, dan Arka berhasil menahan dirinya agar tak menyentuh Audrey lebih dalam. Walau ia bisa saja melakukan itu, apalagi Arka lelaki dewasa normal lagi.


Bersambung