Love Me Please, Daddy!

Love Me Please, Daddy!
Seminggu Berlalu



Happy reading


Sejak kejadian Mama Olivia tidur bersama Papa Xander saat itu. Mama kini tahu jika anak laki-laki dan suaminya bersekongkol.


Hal itu membuat Mama Olivia kesal pada kedua laki laki itu. Akhirnya selama seminggu ini, Mama dan Audrey tak pernah lagi tidur bersama pasangan masing masing karema setiap malam Mama Olivia langsung mengunci pintu kamar dan jendela kamarnya.


Tak terasa 1 minggupun berlalu, masa hukuman Arka kini sudah selesai. Dan Audrey juga sudah suci kembali saat ini, tadi pagi ia sudah keramas.


Arka yang sedang berada di kantor itu terbayang wajah sang istri yang sangat cantik tadi pagi dengan rambut basahnya. Arka jadi membayangkan jika mereka nanti malam bersatu.


Yah, Arka memang memutuskan untuk ke kantor selama ia belum diizinkan untuk tidur bersama sang istri. Hal itu agar ia tak tersiksa terus saat bersama sang istri.


Flashback on


Pagi tadi, Arka dan Papa Xander berjalan lemas ke arah meja makan. 6 hari yang lalu papa juga kena hukuman. Hingga hari ini, tapi mereka lupa jika hari ini adalah akhir dari hukumannya.


"Loh lemes aja kenapa?" tanya Mama pura pura tak peduli pada dua laki laki ini.


"Gak apa apa."


Kedua laki laki ini menjawab dengan bersamaan membuat Mama Olivia menahan tawanya. Hingga suara derap sepatu dari seorang gadis yang menggerai rambut panjang itu turun.


"Pagi semuanya."


"Pagi sayang."


"Ma, bekal aku mana?" tanya Audrey pada sang Mama.


"Ada, udah Mama siapin. Yuk sarapan bareng."


Mereka duduk di kursi dan mengambil makanan mereka. Audrey duduk di samping Arka yang sedang memeluk mukanya.


"Kak, suapain ya," pinta Audrey dengan manja.


Walau hatinya masih sedikit kesal tapi ia tak bisa membuat sang istri sedih. Arka mengangguk dan mengambil piring Audrey.


Audrey menghadap sang suami kemudian menerima suapan dari Arka. Tapi sepertinya gadis itu tak bisa diam, ia sedari tadi menggoda sang suami mulai dari tangan Audrey yang memegang paha Arka sampai kaki yang terbalut kaos kaki itu berada di pusat tubuh Arka.


"Sayang makan yang banyak hmm, jangan menggoda," bisik Arka yang menyuapkan makanan ke dalam mulut Audrey.


"Habisnya muka kamu kusut banget kayak baju yang belum disetrika."


Arka diam kemudian menghabiskan makanannya seraya menyuapkan makanan pada Audrey.


Mama dan Papa yang masih terlibat perang dingin itu tak saling sapa. Papa masih kesal dengan sang istri karena sudah 6 hari ini ia puasa.


"Papa berangkat," ujar Papa.


"Sayang, Mas juga berangkat ya. Kalau sekolah yang baik, jangan nakal."


Mereka pamit pada Mama Olivia yang sedang membersihkan meja makan bersama bibi. Mama Olivia membisikkan sesuatu ke Audrey yang langsung dianggukkan oleh wanita itu.


Mereka berangkat, Papa Xander mengendarai mobilnya sendiri sedangkan Arka harus mengantarkan sang istri dulu ke sekolah.


"Shittt sayang jangan nakal."


"Nanti malam aku punya kejutan buat kamu," ujar Audrey menggosok benda yang bersembunyi itu.


"Apa?"


"Tunggu aja nanti malam. Hari ini kita kan udah terbebas dari hukuman Mama," ujar Audrey berpindah tempat beralih ke pangkuan Arka. Mobil itu hilang keseimbangan sebentar kemudian normal lagi.


Arka yang mendengar hal itu langsung merelakan senyumnya. Ia lupa jika ini sudah haru ke 7 masa hukuman mereka.


"Aku lupa. Sayang kamu mau honeymoon kemana?" tanya Arka yang tiba tiba ingat dengan honeymoon.


"Perancis dan Maladewa," jawab Audrey dengan santainya. Ia sudah membayangkan bagaimana jika mereka ber**nta di atas pasir maldives atau enggak di rumahnya. Ahh membayangkan hal itu membuatnya ia ingin kesana sekarang.


"Oke aku pesankan tiket kesana dari sekarang, kamu mau berapa hari?" tanya Arka pada sang istri.


Ia tak bisa membendung kebahagiaannya lagi, ia tak apa mengeluarkan banyak biaya untuk honeymoonnya nanti.


"Aku udah selesai haid. Nanti kita bisa mak**ng love," bisik Audrey dengan suara sensual.


Perjalanan mereka terasa sangat cepat, bahkan kini mobil yang mereka kendarai sudah sampai di depan gerbang sekolah Audrey.


"Nanti gak usah dijemput mau pergi sama Mama," ujar Audrey meninggalkan bekas kecupannya di leher Arka.


"Hmm. Pulangnya jangan malam malam."


"Siap, semangat kerjanya sayang," ujar Audrey mengecup singkat bibir Arka.


Cups


Ciuman lembut Arka layangkan pada Audrey, hal itu langsung diterima baik oleh Audrey.


"Gih masuk nanti telat."


Audrey tersenyum kemudian turun dari mobil itu.


Flashback off


"Gila gue gara gara Audrey. Gak sabar mau pulang."


Bersambung