
Happy reading
Tanpa terasa hari sudah mulai malam, Audrey dan Arka juga sudah pulang dari restoran. Zaki juga yang mengantarkan Ica pulang karena hari sudah mulai malam.
"Dad, aku jadi kecanduan pengen duduk dipangkuan Daddy lagi," ucap Audrey yang saat itu sedang duduk di samping pengemudi.
"Hemm, bahaya Drey. Kakak lagi nyetir," jawab Arka yang memang sedang fokus. Ia tak mau kehilangan fokus hanya karena menuruti apa keinginan sang adik.
"Heem."
Hingga tiba tiba Audrey teringat sesuatu.
"OMG."
Mendengar pekikan dari Audrey membuat Arka yang sedang fokus menyetir itu langsung menghentikan mobilnya.
"Kenapa?"
"Tas, Drey ketinggian di mobil Ica."
"Huhh kakak kira apa, nanti dibawain sama Zain," jawab Arka langsung menjalankan mobilnya menuju rumah utama. Karena tadi Mama dan Papanya telepon dan berkata jika ingin bicara dengan mereka berdua.
"Dad," panggil Audrey yang 3mmbuat Arka berdehem.
"Daddy beneran udah cinta sama Drey? Kan Daddy gak pernah nunjukin cinta Daddy sama Drey. Soalnyakan dari dulu Daddy selalu menjauhi Audrey," tanya Audrey dengan wajah dibuat santai.
Entah kenapa ia merasa ada yang aneh saja saat Arka mengatakan cinta kemarin malam dan pagi. Walau dalam keadaan tidak sadar.
"Aku jawab nanti di rumah hmm."
"Aku maunya sekarang," desak Audrey.
Arka diam, ia menjalankan mobil itu dengan kecepatan sedang agar cepat sampai di rumah utama.
Audrey menatap kesal kakaknya yang seakan tak respon pada pertanyaannya. Sedangkan Arka hanya tersenyum tipis saja.
Hingga sampailah mereka di rumah utama, Audrey melihat banyak mobil yang ada disana. Apalagi mobil merah yang sangat ia kenal pemiliknya.
"Kenapa banyak banget mobil ya, Dad?" tanya Audrey bingung.
Karena ia tak tahu jika akan banyak tamu di rumah, tahu begini tadi ia akan pulang ke rumah besar sang Daddy. Karena Audrey tak suka keramaian.
"Mungkin tamunya Mama dan Papa," jawab Arka dengan santainya mulai melepaskan sabuk pengamannya sendiri begitupun dengan Audrey.
Mereka turun dari mobil itu menuju ke arah pintu utama rumah itu. Terdengar banyak orang dari dalam rumah itu.
"Banyak banget orang, kayak mau nikahan aja. Kita pulang ke mansion Daddy aja yuk," ajak Audrey pada Arka.
Arka yang tahu Audrey tak suka dengan keramaian itu langsung menggeleng dan menarik tangan Audrey masuk ke dalam rumah besar itu. Pasalnya mereka sudah memberi maklumat untuk membawa Audrey pulang ke rumah.
Jika sampai Audrey tidak ikut pulang maka Arka yang dapat getahnya. Laki laki itu bisa dicincang oleh Mamanya karena menghindari acara penting ini.
"Gak ada balik balik ke mansion, kakak. Kamu mau Kakak di marahi Mama karena gak bawa kamu pulang?" tanya Arka dengan senyum tipisnya.
"Gak boleh."
Audrey memeluk lengan kakaknya yang sangat kokoh itu. Ia tak mau Arka di marahi oleh Mama Olivia. Ia pernah melihat Mama Olivia memarahi Arka hanya karena Arka tak menjemput dirinya saat les dulu. Alhasil Audrey pulang larut malam karena menunggu Arka menjemput dirinya.
Walau begitu Audrey tak pernah marah pada Arka ataupun ibunya. Karena ia tahu semua itu demi kebahagiaan dan kebaikan dirinya.
Sampainya di ruang keluarga banyak sepupu Arka yang berada di ruang tamu. Audrey yang tadinya memeluk erat lengan Arka langsung melepaskan pelukan itu saat banyak pasang mata yang melihat dirinya dan Arka.
"Kenapa di lepas sayang?" tanya Tante Airin, Mama dari Keysha dan Zaki.
"Eh Tante, om. Udah lama?" tanya Audrey basa basi menyalami mereka yang lebih tua daripada dirinya.
Ajaran sopan santun memang sedari dulu sudah tertanam di dalam diri Audrey dan seluruh keluarga mereka agar menghormati orang yang lebih tua.
"Udah cantik, kita lagi nungguin kamu sama Arka pulang. Kemana aja sampai jam segini baru pulang?" tanya Om Sandi yang tak lain adalah suami Tante Airin.
"Gak mampir kok om. Emang tadi sempat mampir ke tukang pentol. Dan sedikit antri," jawab Audrey jujur. Sedangkan Arka setelah menyalami om, tante, Oma dan Opa itu langsung duduk di sofa single itu dan melepas jasnya.
"Oh pantes lama."
Adri hanya tersenyum kemudian duduk di samping Keysha yang sedang melamun memikirkan laki-laki yang ia lihat di lampu merah tadi sore. Ada apa dengan hatinya kenapa jantungnya berdetak kencang saat membayangkan laki-laki yang memakai pakaian serba hitam tadi.
"Kak Key."
Yang mendengar suara Audrey itu kaget kemudian ia menatap Audrey yang sedang tersenyum kearahnya itu.
"Kenapa kakak ngelamum terus dari Audrey datang tadi?" tanya Audrey pada Keysha.
"Enggak ada apa apa. Tadi ada yang mengusik pikiran kakak aja." Audrey saja mendengar jawaban dari Keysha.
Oma yang melihat cucu-cucunya masih memakai seragam dan baju formal itu menyuruh keduanya bebersih dan berganti pakaian dulu.
Audrey, Keysha, Arka, dan Zaki langsung naik ke kamar masing masing. Yah memang Keysha dan Zaki memiliki kamar sendiri di rumah ini.
****
Tak sampai setengah jam, mereka semua sudah kembali ke ruang keluarga. Audrey dan Arka duduk bersebelahan sedang Keysha dan Zaki entah mana setelah turu tadi.
"Eh anak anak aku mana kok gak ada?" tanya Mama Airin yang tidak mendapati anak-anaknya berkumpul di sana.
"Memangnya kenapa ya Oma, kok sampai kalian kesini?" tanya Audrey pada Omanya yang duduk dengan anggun di sofa itu.
"Suruh semua cucu Oma kumpul dulu."
Setelah berberapa saat semua anggota keluarga sudah berkumpul Zaki dan Geisha yang tadi menghilang juga sudah bersama mereka.
"Keysha kamu sudah tua sudah waktunya kamu menikah. Opa sudah memutuskan untuk menjodohkan kamu dengan cucu sahabat Opa."
"Tapi Keysha belum siap Opa, ya masih trauma dengan hubungan Keysha dulu yang gagal."
"Cucu sahabat opah orang yang baik, Sayang. Dia juga sholeh cocok untuk kamu. Lagipula sampai kapan kamu terus melajang?" tanya Opa pada cucu perempuannya itu.
Keysha menatap orang tuanya dan juga Paman serta bibinya mereka sontak mengganggu pertanda setuju dengan apa yang diucapkan Opa.
"Apa ini yang terbaik untuk Keysha, Opa? Apa opa bisa menjamin jika laki-laki itu tidak akan meninggalkan Keysha seperti yang dulu-dulu?" tanya Keysha yang sudah mulai pasrah dengan apa yang akan terjadi berikutnya.
"Opa bisa menjaminnya, karena opa sudah pernah bertemu dengannya. Laki-laki itu baik dan upaya yakin dia bisa mencintai dan menjaga kamu sepenuh hati."
Keysha menatap Opanya yang sudah tua itu. Memang dalam keluarga mereka belum ada cucu yang menikah. Mulai dari Arka, Keysha, Zaki, dan Audrey sendiri. Padahal usia mereka sudah cukup untuk menikah.
"Jika menurut opa itu yang terbaik untuk Keysha, Keisha terima opa."
Mereka ada di sana tersenyum karena mereka juga sudah tahu siapa laki-laki yang akan dijodohkan dengan Keysha.
Bersambung