
Happy reading
Ceklek
"Astaga anak itu memang perlu di kasih pelajaran," gumam Mama Olivia menatap Arka yang sedang menyusu pada Audrey yang tampak memejamkan matanya.
Tapi melihat keduanya akur tanpa ada paksaan menerima perjodohan ini. Tapi kadang kelakuan kedua anaknya ini bikin geram jika bersama.
"Bangunin gak ya? Nanti kalau dibangunin malah gak bisa tidur lagi. Tapi kalau gak dibangunkan bisa bisa mereka bercocok tanam sebelum halal. Eh kan Audrey lagi haid jadi gak mungkin dong mereka begituan. Lagian Arka pasti bisa menahan dirinya," gumam Mama Olivia berjalan ke arah mereka berdua.
Kemudian Mama Olivia menepuk pipi Arka agar bangun, setidaknya anaknya ini sadar apa yang sudah dilakukannya.
"Hmm."
"Bangun, Ka. Kasihan Audrey," ucap Mama yang membuat Arka yang masih dalam alam bawah sadarnya itu semakin menghisap buah dada Audrey.
"Arka," ujar Mama yang tak bisa membuat mereka terbangun.
Akhirnya Mama Olivia membiarkan hal itu terjadi, walau ia sudah merencanakan apa yang harus ia lakukan pada putra semata wayangnya ini besok.
"Malam ini Mama biarkan kamu disini, tapi tidak besok."
Mama Olivia menyelimuti tubuh kedua anaknya agar tidak kedinginan. Apalagi AC di kamar itu juga lumayan dingin.
Setalah itu Mama langsung keluar dari kamar itu meninggalkan Arka yang masih menyusu pada Audrey.
Dengan pelan Audrey dan Arka membuka mata, kemudian keduanya salin pandang dan tersenyum.
Keduanya belum bisa tertidur sejak tadi, Arka juga masih dalam aktivitasnya. Sejak Mama Olivia membuka pintu tadi, mereka pura pura tertidur tapi yang membuat Audrey kesal itu Arka masih saja menyus u padanya.
"Kak udah ya nyusunya, dada Drey kebas nih."
Plup
"Maaf ya sayang, soalnya kamu udah jadi candu buat aku," jawabnya menutup kembali dada Audrey kemudian Arka menarik tubuh Audrey agar mendekat padanya.
"Gak apa apa."
"Kadang aku kecewa deh sama aku sendiri. Aku masih terlalu kekanak-kanakan, aku juga masih ragu apa aku bisa menjadi istri kamu yang sepenuhnya?" tanya Audrey dengan nada pelan. Kemudian ia menatap mata Arka yang sangat menghipnotis dirinya.
"Kamu gak kekanak-kanakan sayang. Aku juga sadar diusia kamu yang masih muda gak mudah untuk menerima semua ini. Apalagi untuk menjadi seorang istri dan ibu rumah tangga, tapi aku tak akan memberatkan kamu kok untuk hal itu. Aku juga tak akan membiarkan kamu melakukan hal hal berat, tugas kamu jadi istri yang penurut sama aku."
"Heem, sekarang kita tidur. Dan besok adalah hari yang membahagiakan untuk kita, aku tak ingin momen sakral kita batal gara gara kamu gak tidur."
"Iya aku tahu. Tapi aku masih bingung, apa ya rencana Mama besok?"
"Entahlah sayang, aku juga tak tahu. Tapi kamu pasti tahu Mama sifatnya bagaimanakan?"
"Tahu lah, kan aku udah lama tinggal sama Mama dan Papa."
"Kali aja lupa."
Akhirnya setalah berberapa saat mereka terlibat pembicaraan secara santai. Kini kedainya sudah benar benar terlelap karena lelah yang menyerang mereka.
******
Keesokan harinya.
Di sebuah gedung itu laki laki yang sudah sangat tampan itu sudah duduk di depan pak penghulu.
Sedangkan yang satunya masih menyiapkan satu hal yang sedari tadi malam membuatnya tak tenang siapa lagi kalau bukan calonnya Keysha yang notabene anak kyai.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Arka Leonard bin bapak Xander dengan saudari Audrey Cantika binti alm bapak Maxim dengan mas kawin uang sebesar 50 juta $ USD di bayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Audrey Cantika binti alm bapak Maxim dengan mas kawin tersebut di bayar tunai."
"Bagaimana para saksi?"
"SAH"
Akhirnya pasangan Arka dan Audrey sudah sah menjadi suami istri kini tinggal Adam dan Keysha yang menikah.
Pernikahan keduanya berjalan dengan lancar, walau tadi Adam sempat salah sebut nama calon istrinya.
Tapi setalah dua kali Adam berhasil mempersunting seorang Keysha menjadi istrinya.
Singkat cerita kedua pengantin wanita di bawa bersamaan ke hotel tempat ijab kabul terjadi.
Mereka benar benar membuat para tamu kagum akan kecantikan dan kemolekan kedua wanita pengantin ini. Tak jauh beda dengan Adam dan Arka yang terpesona dengan istri mereka saat ini.
Bersambung