
Karita kembali membeli kopi pesanan Nita dan kembali ke kantornya dengan lesu dan tidak bersemangat, mengapa takdir mempertemukan kembali dia dengan pria sialan dan sombong itu dan gawatnya lagi dia akan segera dipecat kalau tidak bisa mengganti uang yang diminta sebagai ganti rugi bahkan akan dilaporkan ke pihak yang berwajib, kenapa nasibnya begitu malang.
Waktu menunjukan jam 5 sore tapi wajah Karita tampak gelisah dan semua pekerjaannya tidak berjaan dengan lancar, kepalanya pusing memikirkan pertemuan tadi, Nita yang melihat perubahan wajah serta kelakuan sahabat jadi bingung karena tadi pagi hingga makan siang dia begitu ceria tapi ketika sehabis makan siang mukanya jadi muram.
“Rita apa kamu sedang ada masalah, sore ini kamu sepertinya kurang fokus ?”
Karita melihat jam tangannya yang menunjukan jam 5 sore, “gak ada apa-apa kok Nit, cuma capek aja, oh iyaa udah jam pulang nih kebetulan aku ada janji sama temanku” sambil membereskan barangnya dan memasukan ke tas.
“Oke Rita, hati-hati di jalan yaa, see you tomorrow “
Gadis itu sedang menatap ke arah lift dan sedang berpikir untuk ke lantai 35 menemui pria sombong itu lalu dengan mantap dia menekan tombol angka 35.
Setelah sampai ke PT Angkasa dia lanagsung di sambut oleh recepsionist dan menanyakan keperluannya.
“Saya ingin bertemu dengan pak Lexy”
“Apa sebelumnya aanda sudah buat janji ?”
“Sudah saya berjanji akan bertemu dengan jam 5 sore ini”
Linda recepsionist itu langsung menghubungi Lina selaku sekretaris Lexy untuk mengkonfirmasi bahwa ada tamu untuk bosnya tersebut.
“Mbak silakan masuk dan jalan terus ke ruangan besar itu”
“Baik, makasih sebelumnya” Karita melayangkan badannya menuju ruangan sesuai dengan petunjuk recepsionist tadi dan benar pada saat dia sampai di meja sekretaris Lexy dan hendak bertanya Ari keluar dari ruangan bos dan langsung menyuruh Karita untuk masuk ke dalam.
Ruangan serba putih dengan pemandangan sofa lebar yang bisa menampung 5 orang dan sebuah sofa tunggal dengan meja di depannya lalu di sebrang sofa ada sebuah meja besar dengan sebuah kursi tunggal yang diduduki oleh pria sombong tersebut, Ari langsung mempersilakan Karita untuk duduk di sofa tersebut dan menunggu lalu tampaklah dua pria itu saling berbisik dan kemudian Ari mengambil beberapa berkas dan kemudian Lexy bangun dari mejanya dan duduk di sofa tunggal dengan muka datar dan tatapan dinginnya Ari pun menyusul duduk di sebelah Karita dan aura dingin mencekam begitu terasa di ruangan itu seolah itu adalah musim dingin tapi Ari langsung mengambil tindakan dengan memulai percakapan.
“Maaf sebelumnya saya boleh tahu nama mbak siapa ?”
“Saya punya penawaran untuk mbak Karita, bos saya tidak akan menuntut dan melaporkan mbak jika bersedia melakukan sesuatu”
Dengan wajah yang terkejut Karita bingung “melakukan sesuatu seperti apa itu?”
Ari dengan mantap langsung membuka suaranya tapi Lexy mendahulukan dan menjawab dengan kasar. “Kamu akan menjadi calon istriku tapi hanya calon istri gadungan dan kalau pun kita jadi menikah itu hanya pernikahan kontrak” jawab Lexy dengan suara kasar serta berat. Karita kaget dengan ucapan yang baru saja dia dengar, apa-apan pria sombong ini.
“Apa kata kamu harus jadi calon istri kamu, gak mau amit-amit harus punya calon suami sombong kayak kamu”
“Bilang apa kamu, aku juga gak sudi punya calon istri seperti kamu dasar perempuan miskin murahan mending sekalian ambil perempuan jalang daripada perempuan kayak kamu” dengan menahan amarah karena baru kali ini ada wanita yang menolak Lexy yang notabene mempunyai banyak harta, tampan dan dianggap sebagai pria sempurna dia merasa harga dirinya jatuh di depan wanita miskin ini.
“Sudah-sudah, ayo kita bicarakan dengan kepala dingin, tolong pikirkan dulu Karita”
“Jangan buang waktu kita Ari, aku sudah muak melihat wanita ini, cepat minta ganti rugi dan jika dia tidak bisa membayar laporkan ke polisi dan perusahaannya. Aku ingin melihat dia di pecat dan mendekam dalam penjara dan ketika kamu keluar tidak akan satu perusahaan pun yang menerima kamu” tanpa pikir panjang Lexy langsung melangkah keluar ruangannya denga kesal sedang Karita tampak pucat dan lemas dia tidak pernah menyangka kalau hidupnya akan sekacau ini.
Selamat membaca para Readers, mohon maaf kalau masih ada typo atau bahasa yang kurang berkenan.
Jika kalian suka dengan Novel ini, jangan lupa ⬇
Komentar 💬
Like 👍🏻
Favorit ❤
Tip 💰
Vote ✔
Jangan lupa like dan vote yaa supaya Author tambah semangat dalam menulis ❤❤❤