
Lexy terbangun di kamar hotel dengan wanita disamping tanpa pakaian sehelai pun hanya berbalutkan selimut hotel lalu dia bangun dan menuju ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya setelah itu dia mengambil cek dan menaruhnya di nakas sebelah ranjang itu dan meninggalkan kamar hotel itu dengan wanita yang telah dia nikmati tubuhnya tadi malam.
Seorang pria berpakaian rapi menggunakan kemeja tampak sedang duduk di coffe shop di lobby hotel dan ketika melihat Lexy keluar dari kamar dan meninggalkan hotel tersebut, pria tersebut langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang sambil memberikan informasi detail tentang apa saja yang dia lihat pagi ini.
Sinta terbangun dan melihat ke sebelahnya kalau pria yang bersama dengan semalam sudah tidak ada lalu dia melihat selembar cek di atas nakas dan senyumnya mulai mengembang “Lexy aku harus mendapatkanmu dengan begitu aku bisa menjadi seorang wanita yang kaya raya dan meninggalkan pekerjaan terkutuk itu” lalu dia bangun dan mulai membersihkan tubuhnya.
Pagi ini Karita datang tepat waktu dengan senyum yang cerah karena malam nanti dia akan bertemu dengan sahabatnya yang sudah 3 tahun bekerja di Singapura dan sedang cuti liburan selama 1 minggu di Jakarta dan hari ini harus bergegas mengerjakan semua pekerjaannya secepat mungkin agar tidak ada pendingan ketika jam pulang nanti. Berbeda dengan Lexy hari ini kepalanya terasa pusing karena percintaan semalam hingga pagi membuat kurang tidur apalagi ditambah dengan desakan mamanya untuk segera membawa calon istri akhir pekan ini.
“Kayaknya semalam kamu bergadang ya bos matamu itu seperti orang yang kurang tidur?”
“Biasa semalam gue ketemuan sama Aldo dan Ferry di club”
“Pantes aja baru senang-senang sama para jalang, eh bro sekarang ini tante Rosa sedang memantau keadaan lu”
“Dari mana lu bisa tahu Ri kalau mama sedang mengawasi aku?”
“Kemarin pas aku pulang lihat pak Andi orang kepercayaan Om Surya sedang berbicara dengan seseorang dan dia terus mengawasi apartemen lu bro”
“Ini benar-benar kelewatan jadi selama ini mama sudah tahu kalau aku sering mengunjungi club dan tidur dengan para jalang di hotel”
“Pastinya makanya tante Rosa mendesak kamu untuk segera menikah dan mengancam menjodohkan lu dengan Sera”
“Hei apa perjanjian kerja dengan PT Angkasa sudah disiapkan karena hari ini akan diadakan meeting jam 3 sore nanti”
“Udah beres bos, kebetulan yang datang wakil direkturnya karena Pak Hadi sedang ke Amerika jadi meetingnya nanti akan diadakan di coffe shop di lantai bawah”
Semua pekerjaan sudah beres dan sekarang saatnya makan siang.
“Iyaa nih, aku sedang menyelesaikan deadline laporanku”
“Jangan lupa makan siang nanti kamu masuk angin loh”
“Iyaa ini aku mau ke bawah buat makan siang”
“Oh yaa aku boleh gak nitip kopi di caffe bawah, nanti aku whatsapp kamu yaa”
“Siaaap, bye aku ke bawah dulu yaa”
Setelah selesai makan di kantin bawah lalu Karita ke kopi shop di cafe di lantai bawah gedung kantornya dan setelah menerima kopi yang sesuai dennga pesanan temannya lalu dia segera melangkah keluar tapi sialnya seorang ibu yang terburu-buru menyetuh tangannya dan kopi itu jatuh dan tumpah mengenai beberapa kertas di salah satu meja tamu kopi shop tersebut dengan penuh amarah Lexy segera mengangkat wajahnya sambil membersihkan tangannya yang terkena tumpahan kopi tersebut, amarahnya langsung meledak setelah melihat wajah orang yang menumpahkan kopi tersebut.
Selamat membaca para Readers, mohon maaf kalau masih ada typo atau bahasa yang kurang berkenan.
Jika kalian suka dengan Novel ini, jangan lupa ⬇
Komentar 💬
Like 👍🏻
Favorit ❤
Tip 💰
Vote ✔
Jangan lupa like dan vote yaa supaya Author tambah semangat dalam menulis ❤❤❤