
Wajah Karita pucat pasi begitu tahu kalau kopi yang dipegangnya tumpah mengenai kertas yang di meja itu dan lebih fatalnya lagi dia harus berhadapan dengan pria sombong dengan kasus yang sama sungguh suatu kesialan besar bagi dirinya.
“Lihat gadis bodoh gara-gara kamu semua kertas ini kotor, lu harus ganti rugi karena ini adalah kontrak penting”
“Maaf pak Lexy karena kertas kontraknya sudah kotor dan rusak sebaiknya kita mundurkan saja pertemuan ini untuk penanda tangan kontrak sampai pak Hadi kembali”
“Saya mohon maaf atas peristiwa tadi pak, kami akan segera membuat salinan kontrak yang baru”
Ari mengantarkan wakil direktur ke mobilnya di parkiran dan kembali meminta maaf atas peristiwa yang baru saja terjadi dan berjanji akan segera membuat kembali surat kontrak yang baru lalu dia kembali ke kopi shop tersebut.
“Kau baru saja menghancurkan kertas kontrak ini dan nilainya puluhan milyar untuk kerugiannya, apakah kamu punya uang sebanyak itu untuk menggantinya ?”
“Maaf pak saya tidak sengaja menumpahkannya karena ibu tadi yang menabrak saya”
“Ah jangan banyak alasan, saya akan laporkan kamu ke polisi, ayo dimana perusahaan kamu saya akan menuntutnya”
Wajah Karita tertunduk lemas dan mulutnya keluh tidak bisa berkata apa-apa, lalu Ari datang menghampiri Lexy.
“Nona siapa nama anda?”
“Nama saya Karita dan saya bekerja di PT Persada di lt 30 gedung ini” jawab Karita dengan gugupnya.
“Berikan kartu tanda pengenalmu dan kamu harus bertanggung jawab atas peristiwa ini karena ini menyangkut kontrak perusahaan yang sudah kamu rusak” perintah Lexy dengan kejam
“Karita memberikan kartu pengenalnya lalu dia bertanya “berapa yang harus saya ganti pak, maaf tapi saya hanya karyawan biasa dan tidak punya harta yang berharga”
“Saya sudah tahu kamu wanita miskin tanpa perlu kamu kasih tahu, sini jam 5 nanti kamu harus ke PT ANGKASA JAYA di lt 35 dan temui saya kita bicarakan berapa ganti rugi yang harus kamu bayarkan” Lexy meninggalkan gadis itu dengan amarahnya menuju ke kantornya dan Ari asistennya mengikutinya dari belakang.
“Apa gak terlalu kejam bro perlakuan lu sama cewek itu, kan kita bisa buat kontrak baru salinannya juga masih ada kok”
“Terus rencana lu apa buat gadis itu kan dia bilang cuma karyawan biasa dan gajinya juga gak akan cukup untuk membayar seperti yang lu minta”
“Kita pikirkan nanti, pokoknya cewek sialan itu harus menerima ganjarannya supaya kesialannya gak menular ke orang lain kalau perlu kita datangin kantornya dan minta ceonya untuk memecatnya”
“Ah gue punya ide bro itu cewek kan gak jelek-jelek amat malahan kalau mau dibilang wajahnya cantik dan manis, gimana kalau dia lu jadiin calon istri kontrak lu aja gimana ?”
“Sakit jiwa lu yaa, masa cewek pembawa sial yang udah jatuhin 2 kali kopi ke baju gue dan ngerusak kontrak penting dijadiin calon istri, apa gak ada wanita lain mending si Sinta yang gue jadiin calon istri gue”
“Sinta perempuan yang kerjanya di club malam mau lu jadiin calon istri, pakai otak gak sih emang lu pikir tante Rosa gak tahu siapa aja wanita yang biasa nemenin lu di hotel selama ini, udah ikutin aja saran gue kita paksa cewek itu untuk mau jadi istri kontraknya lu dengan ancaman kalau dia gak mau suruh dia ganti rugi atas kontrak yang sudah dia rusak dan ancam aja kalau lu mau bawa kasus ini ke pihak berwajib dan dia bakalan di pecat dari perusahan tempatnya bekerja, lagian kayaknya dia wanita baik-baik pasti tante Rosa gak keberatan punya calon menantu seperti dia” Lexy terdiam dan memikirkan semua perkataan asistennya tersebut serta membenarkannya.
“Akan gue pikirkan dulu saran lu itu.”
Selamat membaca para Readers, mohon maaf kalau masih ada typo atau bahasa yang kurang berkenan.
Jika kalian suka dengan Novel ini, jangan lupa ⬇
Komentar 💬
Like 👍🏻
Favorit ❤
Tip 💰
Vote ✔
Jangan lupa like dan vote yaa supaya Author tambah semangat dalam menulis ❤❤❤