LOVE IN MY LIFE

LOVE IN MY LIFE
Tiga puluh lima



"Setelah Papa gue dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 5 tahun penjara, masalah lain datang silih berganti. Semua itu membuat nyokap gue tertekan. Mental nyokap gue terganggu karena masalah² itu!" Xena menghentikan ceritanya. Ia menangis mengingat kejadian yang tak pernah ia lupakan. Awal dari timbulnya semua masalah yang ia hadapi.


"Gue belum bisa ceritain masalah² lain yang dateng. Sakit buat gue nginget kejadian² menyakitkan itu. Intinya, gue mau minta tolong sama lo!" lanjut Xena sambil menyeka air mata di pipinya.


"Gue udah nebak masa lalu lo itu menyakitkan. Tapi gue rasa, kenyataannya akan lebih menyakitkan. Gue akan bantu apa pun itu." ucap Bagas sambil menepuk nepuk bahu Xena memberi semangat.


"Lo mau kan bantu nyokap gue buat sembuh. Gue yakin lo bisa ngelakuin itu. Gue pengen liat nyokap gue bisa nerima kenyataan yang ada. Tolong bantu gue, Gas. Gue percaya lo bisa gue andelin!" pinta Xena. Ia menggenggam tangan Bagas dengan tatapan penuh harap.


"Itu udah jadi pekerjaan gue kalik. Gue mau bantu lo!" sahut Bagas menyetujui. Hal itu membuat Xena berbinar.


"Thanks ya, Gas!"


"Iya. Btw, sekarang nyokap lo dimana?" tanya Bagas.


"Sekarang Mama ada ditempat rehabilitasi jiwa. Mama udah lama disana. Dulu pernah dinyatakan sembuh dan boleh keluar. Tapi cuma beberapa bulan, Mama gue kambuh lagi tanpa ada yang tau alasannya. Kata dokter disana, Mama mungkin mengalami kejadian yang mmengingatkanny pada masa lalu. Mama balik lagi ketempat rehabilitasi sampai sekarang." jelas Xena.


"Terus kok lo baru bilang ini ke gue? Kenapa nggak dari dulu aja?" tanya lagi Bagas.


"Gue dulu udah berusaha lupain semua masa lalu gue dan mulai hidup kembali sama kalian. Tapi kemarin gue dipertemukan lagi sama sahabat kecil gue. Dia juga yang nemuin gue ke Mama. Jadi gue juga baru tau kemarin tentang kenyataan itu."


"Bokap lo itu gimana? Sekarang pasti dia udah bebas kan?" tanya Bagas.


"Gue nggak tau tentang dia. Gue kecewa sama dia yang udah khianatin Mama. Gue juga kecewa sama dia karena dia yang buat keluarga kita hancur. Masalah terus²an dateng itu semua salah dia. Gue benci sama dia!" ucap Xena emosi.


"Kakak lo dimana sekarang?" pertanyaan Bagas sukses meluluhkan emosi marah Xena dan menggantikannya dengan kesedihan mengingat abangnya sudah pergi untuk selama lamanya.


"Dia udah nggak ada!" jawab Xena menunduk. Ia kembali terisak.


"Sorry!"


"Nggak papa!" Xena menghapus airmatanya.


"Keluarga lo yang lain gimana? Kakek? Nenek?"


"Kebetulan kakek nenek dari nyokap bokap udah nggak ada semua. Gue cuma punya Om dari Mama karena Papa gue anak tunggal. Nyokap gue dua bersaudara dan Mama anak ke dua. Gue emang udah ketemu sama sahabat² gue, tapi gue belum tau mau nemuin Om gue apa enggak. Suatu saat nanti pasti gue bakal ketemu sama dia dan istrinya." jawab Xena.


"Gue akan tunggu kelanjutan cerita lo, Vit!" ucap Bagas mengakhiri catatannya. Dari tadi ia mencatat poin² penting dari cerita Xena.


"Gue akan buat jadwal buat nyokap lo, nanti gue kabarin pastinya." lanjut Bagas.


"Thanks ya lo udah mau bantuin gue!"


"Santai lah. Lo kayak sama siapa aja. Kita udah sahabatan sejak lama. Jadi udah semestinya kita tolong menolong." sahut Bagas.


"Pulang yuk, gue udah ngantuk nih!" ajak Xena. Bagas mengangguk.


Mereka akhirnya benar² pulang. Bagas mengantar Xena sampai diapartemen Xena, baru setelah itu ia pulang ke apartemennya sendiri.


...****************...


Xena dan Dara pagi ini menyempatkan untuk mengunjungi Andre. Bagas tidak sempat menjenguk karena ada pasien VIP nya yang membutuhkan bantuannya. Disana masih ada Davin yang sedang bersiap siap untuk pulang. Andre sedang duduk bersandar ditempat tidurnya.


"Kalian dateng juga!" ucap Davin saat Xena dan Dara memasuki kamar rawat Andre.


"Iya. Lo udah mau balik?" tanya Xena.


"Gue ada rapat pagi ini. Gue harus ke kantor!" jawab Davin.


"Nggak ikhlas banget lo jadi orang!" tanggap Andre. Davin sudah keluar. Ia sedang buru² karena masih harus pulang ke apartemennya mengambil dokumen yang hatus ia bawa untuk rapat.


Xena hanya sebentar disana. Ia juga harus kekantor karena pekerjaan yang menumpuk akibat kesibukannya beberapa hari ini.


Xena keluar setelah berpamitan, meninggalkan Andre dan Dara disana.


"Lo masih cuti?" tanya Andre pada Dara.


"Iya, kenapa emang?"


"Ada masalah apa sih lo sampai ngambil cutu lama?"


"Lo nggak lagi berbuat macem² kan?"


"Macem² apa sih? Gue nggak berbuat apa² ya."


"Siapa tau lo ada masalah sama salah satu model karena godain cowoknya mungkin!" tebak Andre tersenyum jail.


"Heh, lo pikir gue cewek apaan suka godain cowok orang!" jawab Dara kesal. Kenyataannya ia memang sedamg dituduh seperti itu.


"Mungkin aja kan. Lo kan suka gonta ganti cowok tuh, siapa tau salah satu cowok yang lo pepet itu ternyata udah punya cewek." benar sekali tebakan Andre.


"Haissh, kalo lo nggak lagi sakit udah gue tabok tuh mulut lemes lo!" ucap Dara kesal.


"Kok lo marah bener ya?" goda Andre. Ia terkekeh kecil.


"Tau ah!"


"Lo nggak ke resto? Lo udah resmu gue terima disana, jadi lo harus kesana tepat waktu!" tanya Andre beralih topik.


"Iya, bentar lagi gue kesana. Tapi nanti kalo gue kesana siap yang jagain lo? Kalo lo butuh sesuatu gimana?" tanya Dara.


"Disini banyak Dokter sama suster kalik. Gue bisa minta tolong ke mereka." jawab Andre.


"Udah sana, gue bisa sendiri. Nggak usah khawatirin gue!" lanjut Andre.


"Ngusir banget sih lo!" cetus Dara.


"Biarin. Jagain resto!" pesan Andre saat Dara hendak membuka pintu.


"Iya!"


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, komen, dan vote😘