
Lexy dan Edo sudah mabuk karena menghabiskan beberapa botol minuman bahkan Edo sudah melakukan beberapa perbuatan senonoh dengan salah gadis yang seksi yang melayani mereka menuangkan minuman, tangannya sudah mulai meraba bukit kembar sang wanita dan xxxxx sedangkan Lexy sudah berada di pelukan Luna.
“Ayo sayang kita ke kamar, aku sudah tidak sabar untuk menikmati tubuhmu ini”
Edo lalu menuju ke salah satu kamar VVIP yang sudah tersedia di Bar tersebut sedangkan Luna tampak sedang membantu Lexy berdiri sebenar dia tidak terlalu mabok dan sengaja tidak banyak minum. Dia punya sebuah rencana untuk Lexy. Mereka berdua memasuki kamar VVIP yang sudah disiapkan oleh Edo, tubuh Lexy yang dibantu oleh beberapa anak buah Edo diletakkan di ranjang dan Luna menyuruh mereka untuk pergi dia lalu membuka baju Lexy dan kemudian membuka bajunya sendiri dan kemudian memasang kamera untuk memfoto dia dan Lexy dalam keadaan toples tanpa satu helai baju setelah beberapa foto diambil lalu Luna mengeratkan pelukannya ke tubuh kekar Lexy.
“Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku Lexy”
Lexy yang saat itu setengah sadar tapi dalam keadaan mabuk berat melihat setengah sadar ke arah Luna dan tiba-tiba dia teringat akan wajah Karita, lalu dia mengelus wajah tersebut dan menciumnya dengan kasar.
“Karita malam ini kamu harus puaskan aku sayang, aku ini suamimu”
Luna tampak kesal karena dalam keadaan mabuk Lexy malah menyebut nama wanita kampuan itu.
“Iya sayang aku ini istrimu dan aku akan memuaskanmu malam ini”
Dan malam ini suara desahan dan rintihan memenuhi kamar tersebut.
\=======================================================
Karita hendak memasuki kamarnya untuk beristrirahat tapi mendengar namanya dipanggil oleh seseorang membuatnya menoleh
“Ari, sedang apa kamu di sini”
“Oh, aku kebetulan belum ngantuk jadi hendak berjalan-jalan di penggir pantai menikmati malam, apa kamu ingin bergabung?”
“Aku sangat ingin tapi tadi Lexy berpesan agar aku segera masuk ke kamar setelah makan malam!”
“Tapi lexy sedang tidak ada disini dan dia pun tidak akan pulang malam ini jadi dia tidak akan tahu kalau kamu pergi jalan-jalan malam ini”
Karita tampak ragu tapi akhirnya di menerima ajakan Ary dan disinilah mereka menelusuri pantai dengan lampu-lampu kecil yang menghiasi resto di sepanjang pinggir pantai dan tampak beberapa anak muda dan pasangan yang juga sedang menikmati keindahan malam di pulau Dewata.
“Tadi kamu bilang kalau Lexy tidak akan pulang ke villa malam ini, apakah dia sedang ada pertemuan bisnis di luar ?”
“Kebetulan ada seorang teman baik Lexy yang membuka usaha disini, mereka berteman baik ketika kuliah Jerman dulu jadi mungkin sekarang mereka sedang bersama-sama”
“Oh seperti itu, tidak apa lagi pula aku sudah terbiasa ditinggalkan oleh Lexy dan aku juga sadar posisiku dalam pernikahan ini”
Ary sangat mengagumi gadis di sampingnya tersebut yang denga tabah memahami dan menerima setiap perlakuan buruk dari bosnya tersebut.
“Karita jika kamu ada masalah harus memberitahu aku yaa, karena aku sudah menganggap kamu sebagai adikku sendiri, apalagi jika Lexy menyakitimu”
“Terima kasih Ary, kamu sangat baik aku beruntung bisa bertemu dan mengenai pria sepertimu dan terima kasih karena usdah menganggap aku seperti adikmu sendiri”
“Tidak perlu sungkan Karita, ayuk seperti semakin malam udara semakin dingin dan aku tidak ingin kamu masuk angin”
Mereka berdua meninggalkan pantai dan berjalan menuju ke villa, perasaan Karita sedikit senang karena malam ini dia bisa menikmati indahnya pantai di waktu malam walaupun bukan dengan suaminya.
Selamat membaca para Readers, mohon maaf kalau masih ada typo atau bahasa yang kurang berkenan.
Jika kalian suka dengan Novel ini, jangan lupa ⬇
Komentar 💬
Like 👍🏻
Favorit ❤
Tip 💰
Dear Readers stay safe, keep healthy dan please staying home. Fight for Corona virus!!