
“Tolong Karita pikirkan kembali penawaran dari kami ini, ini kartu namaku jika kamu berubah pikiran segera hubungi aku secepatnya dan tolong maafkan Lexy kelakuannya memang seperti itu. Kau bisa pulang sekarang dan tolong pikirkan sekali lagi yaa” wajah Ari sangat memelas ketika mengucapkan kalimat itu ke Karita sebenarnya dia sangat iba kepada gadis itu karena harus menjadi korban dari rencana Lexy.
Karita meninggalkan gedung perkantorannya menuju ke transportasi umum yang letaknya cukup dekat dengan kantornya maklumlah karena kantornya berada di pusat kota dan pusat bisnis menemukan transportasi umum tidak sulit.
Kringgg...kriingg…ponsel Karita berbunyi dan pada layarnya tertera nama Lila
”Hallo Rita dimana kamu jadi ketemuan gak?”
“Oh iyaa jadi donk La, maaf ini aku baru balik kantor tadi ada sedikit kerjaan pas jam pulang kantor jadi masih harus aku selesaikan. Aku langsung ke sana kok ini masih di jalan yaa.” Karita langsung mempercepat langkahnya menuju ke arah busway untuk segera bertemu teman lamanya.
“Dasar gadis sialan dan gak tahu diri udah untung gue pilih jadi calon istri gue, berapa banyak cewek yang ngemis supaya jadi pacar gue, bahkan Sera pun selalu memohon untuk kembali”
“Ya udah mending lu kawinin aja si Sera susah amat bro daripada milih gadis itu”
“Gak ri gadis silana itu harus dikasih pelajaran, udah miskin masih sok memilih”
“Masalahnya mungkin dia serem kalau harus berhubungan ama lu apalagi menjadikan lu calon suaminya, sejarah lu galak dan angkuh banget sih bro, jadi kasian gue ama cewek itu lagipula dia cewek yang cantik dan imut gak baik kalau kasar sama dia”
“Gue akan kasih waktu dia 3 hari kalau dalam waktu itu dia kagak kasih jawaban bersiaplah hidupnya akan menderita, gue akan buat dipecat dari kerjaannya dan kalau perlu masuk penjara” Lexy lalu tersenyum sinis dan Ari yang melihat wajah bosnya tersebut jadi ngeri sendiri karena dia sudah tahu wataknya dan berharap kalau Karita mau menyetujui kontrak tersebut.
“Hi Rita, tambah cantik aja, gimana kabar kamu ?”
“Hallo Lila ya ampun udah 3 tahun gak ketemu badan kamu tambah semok aja” mereka lalu saling cipika-cipiki melepas kangen. Dan mereka asyik ngobrol menanyakan kabar sekitar 3 tahun ini baik pekerjaan maupun kehidupan pribadi mereka.
“Udah punya pacar belum Karita”
Karita tersenyum “belum punya dan aku masih pengen cari uang yang banyak belum mau pacaran dulu ah”
“Masa cantik gini gak laku sih, emangnya di kantor gak ada yang naksir yaa?”
Mereka berdua asyik bercerita hingga jam 8 malam dan akhirnya mereka berpisah karena besok Lila akan pulang ke kampung halamannya untuk bertemu dengan keluarganya maklum sudah 3 tahun baru pulang dan Karita kembali ke kostnya rasa lelah menghinggapi tubuh dan pikirannya kembali sekilas peristiwa kafe dan pertemuan dengan pria itu, akhirnya dia memutuskan mandi dan tidur agar kelelahnya cepat berlalu dan berharap apa yang terjadi hari ini hanya mimpi.
Lexy memeriksa ponselnya sambil menunggu lift dan ketika pintu lift terbuka dia lalu masuk dan matanya langsung menuju ke seorang wanita yang sedang berdiri di sudut lift dengan wajah pucat. Aura mencekam mendominasi suasana lift lalu Lexy membuka mulutnya.
“Kau punya waktu 3 hari terhitung mulai hari ini untuk penawaranku jika tidak ucapkan selamat tinggal kepada kawan-kawan kantormu” setelah mengucapkan kalimat menyakit tersebut pintu lift terbuka dan pria itu keluar tanpa menoleh sedikit pun, Karita membuang nafasnya dengan kasar dan kembali meratapi kesialan nasibnya karena sudah bertemu dengan pria itu lalu dia kembali berpikir mengenai tawaran itu dan langsung mengeluarkan kartu nama yang bertuliskan nama Aryanto Kurniawan selaku asisten Lexy.
“Hallo selamat siang, apakah benar ini pak Aryanto ?”
“Iya benar ini saya sendiri, maaf sebelumnya dengan siapa saya bicara ?” suara Ary terdengar tegas tapi lembut setidaknya dia orang yang sopan dan tidak sama seperti bosnya.
“Saya Karita dan saya ingin membicarakan penawaran yang anda ajukan kepada saya tapi saya ingin mengajukan beberapa persyaratan sebelum saya menyetujui penawaran kontrak tersebut”
“Baiklah Karita kita bisa bernegosiasi, kita bertemu jam 5 sore nanti di cafe kopi yaa”
Selamat membaca para Readers, mohon maaf kalau masih ada typo atau bahasa yang kurang berkenan.
Jika kalian suka dengan Novel ini, jangan lupa ⬇
Komentar 💬
Like 👍🏻
Favorit ❤
Tip 💰
Vote ✔
Jangan lupa like dan vote yaa supaya Author tambah semangat dalam menulis ❤❤❤