
Hari yang ditentukan telah tiba dari pagi Karita sudah cemas memikirkan bagaimana dirinya yang harus bertemu dengan keluarga kaya raya dari Lexy lalu dia kemudian mandi dan setelah itu memakai gaun terbaiknya karena dia hanya pegawai biasa dengan gaji yang seadanya makanya untuk membeli gaun pesta dia tidak punya. Dia menyapu sedikit make up tipis ke wajahnya dan tiba-tiba ponselnya berdering.
“Setengah jam lagi kita ketemu di restoran kemarin dan jangan terlambat”! Sambung telpon langsung di tutup secara sepihak oleh si penelpon, “dasar pria brengsek” keluh Karita memandangi ponselnya dengan kesal lalu dia segera membereskan isi tasnya dan bergegas menuju ke restorant tersebut dengan menggunakan ojek online.
Tiba di depan restorant tersebut tampak Lexy sudah menunggunya dengan mobil sportnya dengan gayanya yang cool, Karita bahkan terpesona dengan gaya serta ketampanan pria tersebut dan kekagumannya langsung buyar ketika Lexy menjentikan jarinya untuk kembali menyadarkan Karita.
“Apa yang sedang kau pikirkan, ayo cepat masuk kita harus segera berangkat”!
Lalu mereka masuk ke dalam mobil dan Lexy pun majukan mobilnya membelah jalanan ibu kota, di dalam mobil tidak ada pembicaraan dan suasananya pun mencekam Karita yang terpesona dan melihat keadaan di dalam mobil mewah itu karena seumur hidupnya baru kali ini dia menaiki mobil mewah sedangkan Lexy dengan gaya malasnya memegang stir mobil dan diam tanpa suara, 10 menit kemudian mobil itu memasuki sebuah salon dan dia memberentikan mobilnya.
“Mau apa kita ke sini, bukankah kita akan ke rumah untuk bertemu dengan orang tuamu”?
“Sudah jangan banyak bicara ayo cepat keluar” perintah Lexy dengan malas lalu dia membuka mobilnya dan Karita mengikuti langkahnya memasuki salon tersebut.
“Lina, segera pilihkan baju dan dandani gadis ini secantik mungkin”
“Siap darling, ini cewek baru lagi yaa,,,yang kemarin ke mana cin”? Lexy tidak memperdulikan celetukan pemiliksalon tersebut yang juga sahabat SMAnya seorang gay yang juga berprofesi sebagai MUA dan punya butik, dia lalu masuk ke ruang tunggu dan memainkan ponselnya.
Tak terasa 30 menit Lina sudah mendandani dan memakaikan baju yang luar biasa mewah ke tubuh Karita.
“You so beutiful darling, cuco pasti pria tampan di luar sana akan terpesona akan kecantikanmu sayang” Karita tidak percaya dan berusaha melihat kearah cermin apakah benar itu adalah dirinya dan dia merasa menjadi seorang wanita anggun dalam sebuah kemewahan, lalu Lina membawanya ke ruangan dimana Lexy menunggunya dan ketika melihat Karita yang memakai gaun Lexy terpesona batinnya berkata ternyata dia cantik lalu dia tersenyum tapi kemudian dia tersadar dan segera berubah menjadi datar kembali.
“Ayo cepat kita pergi karena ini sudah saatnya” perintah Lexy lalu dia meninggalkan Karita menuju ke mobinya
“Terima kasih Lina sayang kamu luar biasa aku jadi sperti cinderella”
“Sama-sama sayang kamu gadis yang cantik aku yakin Lexy akan tergila-gila padamu nantinya”
Karita hanya tersenyum pasrah sendainya Lina tahu yang sebenarnya, lalu dia langsung meninggalkan Lina dan bergegas menuju ke mobil dan sepanjang perjalanan ke rumah Lexy selalu tersenyum dan wajahnya yang biasa terlihat dingin dan datar jadi sedikit ramah. Mereka lalu memasuki sebuah rumah besar dengan 2 orang satpam di depan pintu rumah ketika mobil Lexy berenti lalu dia menoleh kearah Karita.
“Ingat jangan buat kesalahan atau kau akan tahu akibatnya” lalu mereka segera masuk ke dlaam rumah besar itu, Lexy bahkan menggandeng mesra Karita seolah mereka adalah sepasang kekasih yang saling mencintai.
“Hallo mama, bagaimana kabarnya”? Seorang wanita terlihat turun dari tangga wajahnya cantik yang menandakan usianya di seputaran angka 50an dan gaya anggunnya segera menghampiri anaknya tersebut.
“Hallo kesayangan mama, kamu sudah datang rupanya, siapa ini apakah ini calon menantu mama?” Karita tampak tersenyum sambil tertunduk karena malu, lalu dia memberikan tangannya untuk bersalaman dengan mamanya Lexy sambil berkata.
“Nama saya Karita nyonya” tapi wanita anggun itu malah memeluk dan mencium pipinya
“Jangan panggil nyonya kan kamu bukan bawahan saya, panggil saya mama sama seperti Lexy karena sebentar lagi kamu akan menjadi anak saya juga”.
Selamat membaca para Readers, mohon maaf kalau masih ada typo atau bahasa yang kurang berkenan.
Jika kalian suka dengan Novel ini, jangan lupa ⬇
Komentar 💬
Like 👍🏻
Favorit ❤
Tip 💰
Vote ✔
Jangan lupa like dan vote yaa supaya Author tambah semangat dalam menulis ❤❤❤