
Rasa gunda selimuti jiwa
Demi sebuah cita
Panas terik tak ku rasa
Ada rasa penuh cipta
Namun kau laksana patung Bima
Berdiri kokoh nan perkasa
Ada kuasa yang kau bawa
Hingga rasa lenyap seketika
Kesombongan apa yang kau cipta
Keangkuhan apa yang bawa
Kian hari nampaklah nyata
Di hatimu selalu kisah lama
Buku demi buku telah kau cipta
Penghargaan pun dari mana-mana
Itukah yang membuatnya gelap mata
Karita merasa bahagia karena memiliki sahabat yang menyayangi dan memperhatikan dirinya, sebenarnya dia adalah seorang gadis yang periang dan peristiwa 4 tahun lalu yang membuatnya murung sudah berlalu kini dia sudah mempunyai kehidupan yang penuh kebahagiaan, teman-temannya sudah dianggap sebagai saudaranya sendiri dan dia tidak merasa sendiri dan kesepian di dunia ini.
Lexy keluar dari Mansionnya yang mewah dan menuju ke mobil supercarnya Ferari keluaran terbaru melaju menuju ke kawasan Kuningan Jakarta Selatan dimana kantor pusatnya berada, tiba disana satpam yang berjaga dengan sigap membukakan pintu untuknya. Lalu dia dia berbelok ke arah kopi shop yang kebetulan ada di lantai dasar kantornya tersebut dan disitu dia bertemu dengan David selaku Direktur Pemasaran yang juga teman kuliahnya di Jerman.
“What’s up bro, iya nih….tumben pagi-pagi udah datang….?
“Ada meeting sama PT Adi Karya Nusantara jam 8 pagi nanti”
Mereka lalu berbicara mengenai bisnis dan proyek yang menjadi tender pada perusahaannya, tak lama kemudian mereka naik lift menuju ke ruangan mereka. Di gedung ini ada 70 lantai yang disertai dengan hotel yang merupakan gedung pencakar langit tertinggi diwilayah Jakarta dan salah satu gedung tertinggi di wilayah negara Asean.
Mereka berdua masih ngobrol sambil memegang cup kopi mereka sambil menunggu lift, maklumlah karena gedung ini berisikan beberapa perusahaan sehingga mereka menggunakan lift umum, sebenarnya ada lift khusus para petinggi perusahaan tapi karena keasyikan ngobrol David dan Lexy salah naik tak lama kemudian terdengar bunyi lift dan pintunya terbuka, Lexy segera masuk diiringi dengan David dan ketika pintu lift akan tertutup ada teriakan seorang gadis.
“Tunggu sebentar,,,,?”
David langsung memencet tombol agar pintu lift tertahan dan karena terburu-buru mengejar pintu lift di tambah dengan waktu jam kerja yang sudah menunjukan pukul 8 pagi Karita langsung menuju ke dalam lift tapi tubuhnya limbung dan seketika itu dia menabrak Lexy dan menyebabkan cup kopi yang berada ditangannya tumpah mengenai kemejanya.
“Brengsek, apa kamu tidak punya mata...lihat semua bajuku kotor, dasar gadis bodoh dan kampungan”
“Maaf pak, saya tadi tergesa-gesa” Karita berbidik ngeri ke arah Lexy dan langsung mengarahkan tissu untuk mengelap bekas kopi pada kemeja Lexy.
“Lihat hasil pekerjaanmu, kemeja saya jadi kotor,,,kamu tahu berapa harga kemeja ini bahkan gaji kamu tidak bisa untuk membeli kemeja ini”
Karita sangat geram mendengar celotehan Lexy. Dan dia langsung membuang tissu yang hendak diberikan ke muka Lexy.
“Dasar orang sombong, apakah bapak biasa menghina orang dengan cara seperti itu”
Lexy ingin membalas kata-kata gadis itu tapi pintu lift terbuka dan Karita langsung keluar tapi sebelum itu dia dengan sengaja mengyenggolan cup kopi yang masih menyisahkan kopi dan kembali tumpah di kemeja Lexy lalu Karita keluar dari lift sambil menjulurkan lidahnya ke arah Lexy.