
Ponsel Karita berbunyi dan pada layar tertera nomor asing yang tidak diketahui olehnya.
“Siapa ini ? seperti aku tidak mengenal nomor si penelpon ini “ sambil menimbang apakah harus mengangkat panggilan tersebut atau tidak, akhirnya dia memutuskan menjawab panggilan tersebut tapi sayangnya panggilan tersebut langsung berakhir.
“Ah,, palingan itu orang iseng atau dari bank yang menawar kartu kredit atau semacamnya” dia lalu meneruskan langkahnya menuju ke tempat kostnya tak lama kemudian ponselnya kembali berbunyi tapi kali ini adalah bunyi pesan masuk.
“Besok tepat jam 6 sore, saya tunggu kamu di kafe Green sebrang gedung untuk menandatangani perjanjian kita dan jangan terlambat walaupun semenit pun” nomor yang mengiriminya pesan sama dengan yang menelponnya tadi dan Karita pun berasumsi kalau ini adalah nomor telpon pria sombong itu, siapa lagi kalau bukan Lexy Aditama.
“Baiklah Karita kalau ini memang jalan yang sudah Tuhan tentukan untuk mu” keluh gadis itu dalam batinnya, lalu dia masuk ke dalam kamar kostnya dan membersihkan dirinya dan juga membersihkan kamar kostnya karena dia selalu terburu-buru ketika berangkat jadi tidak sempatkan membereskan kamar kost setelah selesai dia memimun segelas air putih yaa dia jarang makan malam selain untuk menghemat pengeluarannya bisa membuat tubuhnya tetap langsing itu yang saat ini dia pikirkan. Lalu dia bersiap untuk tidur karena dia harus banyak mengumpulkan tenaga untuk besok dalam menghadapi kenyatan dengan pria sombong itu.
=========Love in My Life==========
Pagi ini Ary sudah membereskan semua perjanjian yang akan diberikan kepada Lexy untuk di tandatangani oleh Karita sore nanti.
Tok...tok..tok..”masuk” Lexy mempersilakan untuk masuk dan matanya yang tadi sibuk memandangi laptop untuk melihat grafik pergerakan perusahaannya lalu mengalihkan ke arah pintu sambil melihat Ary asistennya membawa beberapa berkas dalam amplop coklat.
“Ini perjanjian yang sudah ku susun sesuai dengan permintaanmu dan dan gadis itu apakah kamu ingin cek lagi” Lexy lalu mengambil amplop tersebut dan membacanya sekilas.
“Aku kira sudah cukup, baiklah terima kasih Ri dan satu lagi kamu tidak usah menemaniku sore nanti, biar aku yang bertemu dengan gadis itu karena tadi malam aku sudah membuat janji dengannya sore ini”
“Baiklah tapi aku harap kamu bersikap lebih sopan kepadanya dan tidak berkata kasar”
“Sepertinya kamu sangat peduli kepada gadis itu, apa kamu tertarik padanya ?”
“Ya bisa dikatakan seperti itu, dia tidak jelek bahkan bisa dikatakan cantik dan manis hanya saja dia sangat natural jadi aura kecantikannya tertutup oleh kepolosannya”
“Aku bisa tahu mana gadis polos dan mana yang jalang dan mungkin kamu terlalu banyak berhubungan dengan para jalang jadi semua wanita selalu dipandang seperti itu olehmu”
“Dasar brengsek, ini kerjakan laporan untuk proyek selanjutnya dan bulan depan kita harus ke Singapura untuk meeting dengan tuan Sam”
Setelah memberikan berkas tersebut Lexy mengajak Ary untuk makan siang di restoran favoritnya.
Lima belas menit lagi jam 6 sore tapi Karita masih dikantornya karena ketika jam pulang tiba-tiba ada berkas yang harus dia selesaikan jadi sekarang dengan tergesa-gesa dia langsung menuju ke restoran di sebrang jalan sesuai dengan permintaan pria tersebut dan ketika dia sampai di sana, pria tersebut sudah menunggunya dengan wajah datarnya yang menyeramkan.
“Kau terlambat 10 menit!”
Selamat membaca para Readers, mohon maaf kalau masih ada typo atau bahasa yang kurang berkenan.
Jika kalian suka dengan Novel ini, jangan lupa ⬇
Komentar 💬
Like 👍🏻
Favorit ❤
Tip 💰
Vote ✔
Jangan lupa like dan vote yaa supaya Author tambah semangat dalam menulis ❤❤❤