
Perjalanan mereka terasa singkat bahkan Karita tertidur saat berada di pesawat dan ketika sadar pesawat sedang landing di bandara Ngurah Rai Bali, Karita meluruskan tubuhnya sambil memandangi pemandangan di luar pesawat. Hamparan laut luas dan pantai yang indah.
Sebuah mobil mewah menjemput kami di bandara lalu membawa kami ke sebuah salah satu villa mewah yang langsung menghadap ke arah laut dengan hamparan pantai pasir putih yang menawan, seorang pria yang berumur diatas 40 tahuan menyambut kami dan membawakan semua barang kami. Aku memasuki sebuah kamar yang sangat mewah dengan sebuah ranjang besar tapi aku langsung tersadar kalau itu bukan tempat tidurku dan aku kemudian melirik sebuah sofa besar di bagian bawah ranjang tersebut dan aku langsung tahu di mana aku harus tidur sebentar malam, sementara masih dengan pikiranku pintu terbuka dan Lexy berjalan menuju ke jendela.
“Malam ini tidurlah di ranjang itu karena hanya kamu yang tidur di sini!”
“Kamu tidak akan tidur disini?”
Lexy langsung berlalu ke luar kamar tanpa menjawab pertanyaan dari Karita, “bodohnya aku untuk bertanya seperti itu kepadanya”
Karena merasa sangat lelah lalu Karita menuju ke ranjang dan tak lama kemudian dia sudah terlelap maklum selama 2 minggu ini dia tidur di sofa dan baru kali ini dia merasakan tidur di ranjang yang empuk dan mahal.
Lexy membuka pintu kamar villanya karena beberapa barang ada di koper istrinya ketika membuka lemari pakaian dan mengambil barangnya dia kemudian melangkah ke arah ranjang tempat istrinya sedang terlelap karena bedcover tersingkap dan memperlihatkan tubuh mulus istrinya yang hanya menggunakan baju potongan rendah dan celana pendek Lexy tergiur karena selama menikah bahkan belum sekali pun dia menyentuh istrinya bahkan sekedar melihat tubuhnya yang seperti ini karena dia selalu memakai piyama panjang dan ketika sedang tidur walaupun di atas sofa dia menutup tubuhnya sehingga tidak Lexy tidak bisa melihat jelas kondisi tubuh istri kontrak tersebut seketika dia meneguk air liurnya karena menyaksikan tubuh mulus terpampang jelas, Lexy adalah lelaki normal yang tentu saja jika diberikan pemandang seperti ini akan ada salah satu anggota tubuhnya yang bangun. Tangannya lalu mengelus pipi mulus wanita itu dan seketika Karita bergumam karena merasa ada mengganggu tidurnya tapi matanya masih terpejam. Lexy segera membenarkan bed cover lalu keluar dari kamar istrinya dia berjanji tidak akan menyentuh wanita dan hanya akan menjadikannya sebagai istri kontrak.
Karita menggerakkan tubuhnya dengan khas orang bangun tidur dan dia terkejut karena badannya di tutupi oleh bed cover karena seingatnya ketika dia tidur tadi tidak sepenuhnya menggunakan benda tersebut tapi sudahlah mungkin dia tidak sadar menaikan bed cover karena udara dingin dari AC ruangan kamarnya. Dia lalu bergegas untuk ke pantai dan menyelusuri pasir putih sambil menikmati sunset yang akan muncul sebentar lagi, sebenar dia sangat berharap kalau ini adalah bulan madu yang sempurna tapi dia tahu impiannya hanya hayalan semata pria itu tidak akan mungkin duduk bersamanya.
Selamat membaca para Readers, mohon maaf kalau masih ada typo atau bahasa yang kurang berkenan.
Jika kalian suka dengan Novel ini, jangan lupa ⬇
Komentar 💬
Like 👍🏻
Favorit ❤
Tip 💰