LOVE IN MY LIFE

LOVE IN MY LIFE
Tiga puluh



Dara berjalan mendekati pengunjung itu dengan senyuman ramah.


"Silahkan, mau pesan apa?" tanya Dara ramah sambil memberikan daftar menu. Dara berdiri disamping pengunjung laki² itu. Ia tidak melihat jelas wajah orang itu karena dia menunduk membaca menu.


"Saya mau pesen-" orang itu menatapnya tak percaya.


"Lo lagi. Lo lagi!" ucap Dara. Orang itu hanya menatap sini Dara.


"Males banget sih ketemu orang mesum kayak lo!" lanjut Dara malas.


"Heh, lo pikir gue mau apa ketemu sama lo?" sahut orang itu galak.


"Dan ya, gue nggak mesum ya!" lanjut Reyn. Reyn datang untuk makan siang.


"Lo itu cowok mesum, kang modus, dan nggak tau minta maaf!" ucap Dara tanpa takut.


"Heh, jaga ya omongan lo!"


"Apa?!"


"Jadi lo pelayan disini!" ucap Reyn sambil mengangguk anggukkan kepalanya. Ia menyeringai menatap Dara.


"Emang kenapa kalo gue jadi pelayan disini? Masalah buat lo?" tanya Dara menantang.


"Belagu banget lo jadi pelayan aja!" ucap Reyn.


"Suka² gue lah! Sikap² gue, apa urusannya sama lo?" sahut Dara ketus.


"Heh, gue ini pelanggan disini. Jadi lo harus ramah sama gue! Sekarang catet pesenan gue!" balas Reyn.


Reyn menyebutkan pesanannya sekali napas tanpa jeda dengan bahasa Prancis.


Dara melongo mendengar pesanan Reyn. Ia tidak mengerti bahasa Prancis. Buku catatan yang ia pegang masih kosong tak ada satu coretan pun.


Reyn tersenyum miring melihat ekspresi Dara.


"Kenapa bengong lo? Ayo cepet catet!" ucap Reyn yang melihat buku catatan Dara masih kosong. Dara menghentakkan kakinya kesal.


"Apa?! Lo mau marah²? Inget ya, gue ini pelanggan disini. Tau kata orang pelanggan adalah raja kan? Cepet buatin pesenan gue!" sahut Reyn saat melihat Dara yang membuka mulut ingin mengomel.


"Sorry ya, bisa tolong ulangi pesanan anda! Pakai bahasa indonesia yang tepat dan benar!" ucap Dara menekan setiap katanya. Ia berusaha bersabar dengan pelanggan paling mengesalkan baginya.


Bukanya menjawab, Reyn malah tertawa lebar. Hal itu membuat Dara tambah kesal. Ia memanyunkan bibirnya. Reyn yang melihat Dara seperti itu tiba² menjadi gemas. Ia menghentikan tawanya dan menyebutkan pesananya dengan bahasa yang Dara mengerti, tetepi masih dengan cepat. Dara sedikit kualahan menulisnya.


Setelah Dara selesai menulusnya dan mengulang kembali pesanan Reyn, ia kembali kedapur untuk memberi tau koki pesanan Reyn dengan kesal.


Tak berselang lama, Dara kembali dengan pesanannya. Dara menaruhnya satu persatu ke meja Reyn dengan raut wajah kesal.


"Kalo sama pelanggan itu harus ramah!" sindir Reyn. Dara dengan terpaksa menaikan bibirnya membentuk senyuman. Reyn tersenyum puas melihatnya. Menurutnya seru membuat Dara kesal.


"Puas lo!" ucap Dara ketus. Reyn mengangguk anggukan kepalanya masih dengan senyum puasnya. Dara sedikit terpesona melihat Reyn yang tersenyum dari jarak sedekat ini, walaupun senyumnya tak mengenakan hati. Ingat hanya sedikit!


Reyn segera meraih ponselnya dari saku jas nya. Sebuah pesan masuk. Ia melihat isi pesan tersebut. Seketika wajahnya langsung berubah serius. Ia mengambil dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang lalu memberikannya pada Dara.


"Gue nggak jadi makan!" ucap Reyn segera berdiri dan melangkah keluar dari resto. Meninggalkan Dara yang cengo.


"Eh woy!!" panggil Dara kesal.


"Dasar cowok aneh! Dari tadi ngerjain gue mulu! Awas aja lo!" gerutu Dara dari tadi dibuat kesal oleh Reyn.


🍁🍁🍁


Sementara Rayn kini sedang berada disebuah gedung tua yang terlihat tak terurus dari luar, namun didalamnya terlihat rapi, bersih dan terawat walaupun itu adalah tempat berkumpul anggota gangster.


Ya, Rayn sekarang sedang berada di markas gangster terbesar dan terkejam ke dua didunia. Markas itu berada jauh dari keramaian kota, dan tempat itu memang didesain seperti gedung tua tak terurus untuk mengelabuhi keaparat.


Black Dragon. Gangster yang didirikan Rayn dan Reyn saat masih SMA. Mereka awalnya mendirikan ganster ini untuk melindungi keluarga mereka yang saat itu sedang mencapai puncak kejayaannya dan baru saja menjadi orang terkaya nomor dua sedunia. Banyak musuh bisnis mereka yang menggunakan cara kotor untuk menyingkirkan keluarga Arsidhath dari kedudukannya.


Maka dari itu, Rayn dan Reyn berinisiatif mendirikan gangster ini.


Dengan kemampuan mereka berdua, mereka berhasil mendirikannya dan memiliki banyak anak buah diberbagai belahan dunia.


Waktu itu mereka pertama kali mendirikannya di Paris. Jadi, markas pusat Black Dragon adalah di Paris. Sekarang disana yang mengurus adalah kakak mereka, Rilan. Sementara si kembar mengurus yang ada di Indonesia. Di beberapa belahan dunia yang terdapat anggota Black Dragon diurus oleh orang kepercayaan keluarga Arsidhath.


Btw, semua anggota keluarga Arsidhath sudah mengetahui tentang keberadaan gangster yang dibangun oleh si kembar. Awalnya mereka marah dan khawatir. Namun, setelah diyakinkan oleh si kembar, semuanya sudah baik² saja.


Dan ganster ini juga yang membantu Rayn menemukan jejak keberadaan Xena. Ia terus mencari Xena lewat apa pun yang bisa ia gunakan. Setelah beberapa lama mencari- karena kejadiannya sudah lama sekali dan kesibukan Rayn saat kuliah, akhirnya Rayn menemukan keberadaan Xena di panti asuhan. Rayn dan Reyn yang waktu itu sudah lulus kuliah, memutuskan untuk kembali menetap di Indonesia serta membangun perusahaan disana, karena informasi itu.


Namun, mereka belum bisa segera mencari tau tentang Xena lebih lanjut. Mereka masih disibukan dengan berbagai hal tentang kepindahan mereka dan tentang perusahaan yang mereka bangun di Jakarta.


Setelah perusahaannya berkembang dengan pesat, Rayn merekrut Om Zaki sebagai asistennya. Waktu itu Om Zaki yang sudah keluar dari perusahaan tempatnya bekerja dulu dan sedang bekerja diperusahaan lain, dengan senang hati menerima tawaran Rayn. Ia segera mengundurkan diri dari perusahaan tempatnya bekerja dan menjadi asisten Rayn diperusahaannya.


Beberapa bulan lalu Rayn mengirim Om Zaki ke panti asuhan tempat Xena berada dengan berbekal informasi yang ia dapat. Om Zaki kembali dengan informasi bahwa memang ada gadis berusia 12 tahun yang ditemukan di jembatan yang dimaksud Rayn. Namun, sekarang sudah keluar dari panti asuhan itu. Om Zaki mendapat informasi semua tentang riwayat hidup Xena dengan nama yang berbeda. Om Zaki juga mendapat foto² Xena dari kecil hingga sebelum pergi meninggalkan panti asuhan. Hanya itu, Om Zaki tidak berhasil menemukan Xena dialamat yang diberikan pihak panti kepadanya.


Pencarian Xena terhenti karena ia harus menguruh kepindahan orang tuanya yang juga akan ikut menetap di Jakarta beberapa waktu. Hingga akhirnya beberapa hari lalu tanpa ia cari, ia menemukan petunjuk yang jelas tentang keberadaan Xena.


"Apa maslahnya?" tanya Rayn to the point.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, komen, vote dan share😉