LOVE IN MY LIFE

LOVE IN MY LIFE
Tiga puluh satu



"Apa maslahnya?" tanya Rayn to the point kepada Chris, tangan kananya di Black Dragon.


Tadi setelah makan siang, ia diberi tau jika ada masalah dengan gangster nya. Ia segera pergi ke markas setelah mendapat kabar itu. Jika ia sudah diberi tau, berarti masalahnya memang serius.


Reyn juga sudah diberi tau. Pesan yang diterima tafi berisi informasi dari Chris tentang penyerangan itu. Dan sekarang dia juga sudah berada diruangan itu. Ia tiba lebih dulu dari Rayn.


"Gangster kita diperbatasan diserang habis²an oleh gangster Wild Horse. Pasukan kita banyak yang gugur dalam serangan ini, boss!" lapor Chris sopan.


Rayn dan Reyn terlihat geram dengan apa yang dilaporkan Chris. Mereka mengepalkan tangan. Bahkan Rayn melayangkan tangannya yang terkepal geram ke tembok disebelahnya dan membenturkannya dengan sangat keras hingga menghasilkan bunyi yang sangat keras membuat Chris dan Reyn terkejut. Tapi hanya sesaat Reyn terkejut. Rasa geramnya membuatnya acuh dengan bunyi menggelegar itu.


"Gila tuh gangster. Nggak ada habis² nya nyari masalah!" ucap Reyn geram.


"Kita serang balik malam ini!" timpal Rayn. Reyn mengangguk setuju.


"Chris! Siapin pasukan!" titah Rayn. Chris mengangguk lalu pergi menyuapkan pasukan untuk penyerangan nanti malam.


"Kalian akan tau kekejaman Black Dragon!" gumam Rayn menyeringai mengerikan sampai Reyn bergeridik ngeri.


...****************...


Davin, Xena dan Dara sudah berada di Aryasuta Hospital untuk menjenguk Andre. Mereka bertemu di parkiran rumah sakit. Bagas masih ada di kamar rawat Andre saat mereka masuk. Andre sedang tidur, sementara Bagas sedang fokus melihat hp nya.


Andre tadi sudah sempat bangun dan minum obat, lalu dipaksa oleh Bagas dan Aria untuk tidur, padahal Andre sudah tidak mengantuk dan ia juga sudah merasa baik² saja. Ya, tadi Aria kesana untuk kembali mengecek keadaan Andre.


"Belum pulang lo, Gas?" tanya Dara. Bagas mendongakkan kepalanya dengan wajah sedikit terkejut melihat ketiga orang itu sudah ada disana. Ia terlalu fokus hingga tak menyadati kedatangan mereka.


"Sejak kapan kalian disini?" tanya balik Bagas.


"Makanya jangan fokus sama hp aja lo!" semprot Davin. Bagas hanya nyengir.


"Gabut gue. Noh, si Andre lagi tidur. Dari pada gue cuma bengong mending gue scroll sosmed aja." sahut Bagas santai.


"Lo udah dari tadi, Gas?" tanya Xena.


"Udah dari tadi siang. Hari ini gue lagi nggak ada pasien, jadi gue bisa jagain nih anak!" jawab Bagas sambil menunjuk Andre yang sedang tidur.


Sesuatu terlintas dalam benak Xena. Ia teringat Mama nya yang memiliki gangguan mental. Mungkin saja Bagas bisa membantunya menyembuhkan Mama nya. Ia berniat membicarakan nya dengan Bagas nanti.


"Tadi gue kesini Andre belum sadar. Sekarang gue kesini lagi dianya tidur." ucap Xena menatap Andre yang tertidur nyenyak.


Ucapan Xena mengingatkan Dara tentang kejadian tadi siang saat ia salah menuduh Rayn.


"Kalo Rayn itu temenya Vita, berarti orang yang nabrak gue itu juga temen kecil Vita, dong? Rayn kan kembarannya cowok ngeselin itu!" batin Dara. Ia baru sadar akan hal itu.


"Nih dua orang lagi pada ada masalah ya?" batin Bagas menatap Dara dan Xena.


"Lo tadi udah kesini?" tanya Davin pada Xena membuyarkan lamunan mereka.


"Iya, waktu Dara ngabarin gue buru² selesaiin kerjaan terus langsung kesini." jawab Xena.


"Sejak kapan kalian disini?" tanya Andre yang baru saja bangun.


"Udah bangun lo!''


"Lo liat kan mata gue melek, berarti gue udah bangun!" jawab Andre pedas.


"Galak amat lo, baru juga bangun!" sahut Dara.


"Ya lo aneh kalo nanya. Udah tau gue udah bangun masih ditanya juga!"


"Itu kan cuma basa basi, Andree! Ngajak ribut banget sih lo!" balas Dara.


"Suka suka gue lah. Hidup² gue!" sahut Andre.


"Ngeselin banget sih lo!" karena saking kesalnya Dara tak sengaja menabok kaki Andre yang sakit.


"Arghh! Gila lo!" pekik Andre. Dara langsung merasa bersalah.


"Eh eh, sorry sorry gue nggak sengaja deh sumpah!" ucap Dara meminta maaf.


"Ya sorry gue kan nggak sengaja. Lagian dia nya juga ngeselin banget!" sahut Dara manyun.


"Terima aja nasip lo. Udah jatoh tertimpa tangga pula!" ucap Davin.


"Udah jatoh dari tangga kena tabok Dara pula!" sambung Bagas lalu tertawa. Tawa Bagas menular pada Davin, Xena dan Dara. Andre hanya bisa mengendus kesal sambil menahan sakit.


"Sialan kalian semua!" umpat Andre.


Mereka disana hingga malam tiba. Davin menawarkan diri untuk menemani Andre dirumah sakit. Andre sempat menolak karena ia tau Davin baru saja pulang dari Semarang dan butuh istirahat yang nyaman.


"Lo pulang aja, gue bisa sendiri. Lagian ini juga udah malem, mau ngapain gue malem² gini kalo nggak tidur. Lo juga baru pulang jadi mending lo istirahat aja dirumah!" usir Andre setelah hanya tersisa Davin dikamar rawat Andre.


"Siapa tau lo nanti butuh ke toilet mungkin. Gue juga bisa istirahat disini kalik!" tolak Davin ia memberingkan tubuhnya disofa.


"Ada dokter sama suster disini. Jadi mending lo pulang deh. Nggak enak tidur di sofa!" Andre kembali meminta Davin pulang.


"Kalo dokter sama susternya perempuan lo mau minta mereka nemenin lo ketoilet?" tanya Davin meledek.


"Ya nggak papa tadi juga gitu!" jawab Andre cepat.


"Hah?! Serusan lo?!" Dvin membelakakkan matanya.


"Dia nganterin lo sampe dalem toilet, terus..."


"Nggak usah ngeres pikiran lo. Dokternya emang nganterin sampe toilet tapi dia keluar sampai gue selesai." potong Andre cepat, sebelum Davin berpikir yang tidak².


"Kirain!" sahut Davin santai lalu memejamkan matanya untuk tidur.


"Keras kepala banget sih lo, disuruh pulang aja susah!" gerutu Andre. Davin terkekeh.


"Keras kepala banget sih lo, disuruh nurut diem aja susah!" cibir Davin meniru gaya bicara Andre.


"Sialan lo!"


...****************...


Bagas mengantar Xena dan Dara pulang. Dara tadi membawa mobil sendiri dari apartemen Xena, namun ia tinggal di Darenbi Resto dengan alasan malas nyetir. Sementara mobil Xena sedang ada jadwal servis, ia tadi pergi ke rumah sakit diantar Reza.


Sesampainya dilobi apartemen, Dara buru² keluar dari mobil karena kebelet. Ia bahkan langsung berlari masuk kedalam gedung apartemen.


Tinggal Xena dan Bagas didalam mobil. Xena menggunakan kesempatan ini untuk berbicara kepada Bagas tentang Mama nya.


"Gas!" panggil Xena.


"Iya sama²!" sahut Bagas tanpa menunggu Xena melanjutkan ucapannya.


"Siapa juga yang mau bilang makasih!" balas Xena memutar bola matanya malas.


"Gue kan udah nganterin harusnya lo bilang makasih lah!" ucap Bagas.


"Iya iya makasih!" sahut Xena akhirnya mengucapkan terimakasih.


"Haha, gue bercanda kalik. Kenapa?" tanya Bagas menjawab panggilan Xena sebelumnya.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, komen, vote dan share😘