
Malamnya sehabis Isyah
" Amanda, aku keluar sebentar mau lihat hpku, gakpapa kan di tinggal? " tanya Andra
" emang sudah baikan? " tanya Amanda kembali
" sudah agak mendingan " kata Andra
" syukurlah, berhati-hatilah " kata Amanda
" iyah Amanda " kata Andra yang langsung keluar dan masuk ke mobilnya
Andra mengendarai mobilnya menuju tokoh tempat hpnya di betulin
Beberapa menit kemudian sampai ke tujuan
" gimana dengan hpku? kok lama kali yah? " tanya Andra
" maaf pak Andra, lcdnya udah terkena air dan kami lagi nunggu lcd baru dari Sumatra cuman belum sampai " kata Pelayan tokoh tersebut
" pokoknya harus cepat di perbaiki paham! Saya udah bayar mahal dan saya tunggu dalam seminggu harus bisa di betulin jika belum juga saya betulin tempat lain " kata Andra kesel
" jangan dong Pak " kata Karyawannya
" makanya tolong kerja samanya " kata Andra langsung keluar dari tokoh tersebut
~Telepon~
" Reza luh dimana? " tanya Andra
" aku di Bar biasa " kata Reza
" Tumben, gak ke kafe Sonia? " tanya Andra
" lagi nongkrong sama teman Ndra, luh sini lah " kata Reza
" otw " kata Andra
~Tutup Telepon~
Sampai di tempat tongkrongan Reza
" Hai Ndra!! " sapa Reza
" iyah, lagi pada ngapain di sini?" tanya Andra
" aku lagi mantau wanita itu " kata Reza menunjukkan seorang wanita bernama Tasyah salah satu karyawan barunya Andra
" Za! bukannya luh suka sama Sonia? kenapa sekarang jadi Tasyah? wah kamu benar-benar gak jelas " kata Andra
" bukan Ndra! luh salah pahan, coba deh luh perhatikan Tasyah mirip gak sama Yuni? " tanya Reza
" mana ada Za! luh ngada-ngada aja deh " kata Andra
" Luh harus hati-hati sama dia, dia punya rencana jahat sama Amanda " kata Reza
" luh tauh dari mana? " tanya Andra
" iyah dari Sonia! Sonia mendengar pembicaraan wanita itu melalui Telepon di toilet kantor luh " kata Reza
" aku pasti akan berhati-hati " kata Andra
**Tasyah
(" ada Andra dan Reza, sepertinya Andra gak bersama Amanda, ini kesempatan aku dekati Andra dan aku akan cari cara buat Andra terjebak tidur denganku ") dalam hati Tasyah yang pergi mengampiri Andra
" halo Pak Andra! ternyata di sini juga yah " kata Tasyah
" iyah " kata Andra cuek
" Pak sendirian? " tanya Tasyah
" sama temanku " kata Andra nunjuki Reza
" kamu Tasyah yah karyawan baru Andra? " tanya Reza
" iyah, kamu Reza pasti kan? " tanya Tasyah
" dari mana anda tau nama saya? " tanya Reza
(" aku lupa bahwa aku bukan Yuni, aduh aku harus balas apa yah? ") dalam hati Tasyah
" kenapa diam? " tanya Reza
" Yaudah za, gak penting " kata Andra
" ini minumannya " kata pelayan yang membawa secangkir teh untuk Andra
" iyah makasih " kata Andra
Andra dan Reza tidak memerhatikan tehnya dan asik ngobrol berdua
(" sepertinya ini waktu yang tepat aku akan kasih Andra, obat perangsang setelah ini aku yakin. Aku dan Andra akan melakukan hari yang indah dan Amanda akan menangis menderita hahaha") dalam hati Tasyah senang
Tasyah meletakkan obat perangsang ke dalam minuman Andra, sedangkan Andra tidak menyadari.
" Tasyah kenapa kamu masih di sini? " tanya Reza
" oh,,yah,, aku kesana dulu yah " kata Tasyah yang pergi ke temannya
**Andra&Reza
" mencurigakan " kata Reza
" curiga apa sih Za? mending luh pikirkan tentang pernikahan luh sama Sonia " kata Andra
" ayo, ntar aku habisin dulu ini minuman " kata Andra yang mencoba minum
Saat minum Andra merasakan tehnya ada rasa jahe
" ini teh Apaan! kok ada jahenya " kata Andra
" tapi bagus Ndra luh kan sakit tadi, minum aja siapa tau baikan " kata Reza
" benar juga yaudah deh " kata Andra yang langsung meminum habis
Selesai minum Andra dan Reza mau keluar
" kalian mau kemana? " tanya Tasyah
" mau keluar urusan cwo oke " kata Reza
(" aduh kok jadi hancur gini rencanaku! ini semua karna Reza nyebelin ") dalam hati Tasyah kesal
Andra dan Reza keluar
" aku gak bawah mobil ndraa, aku numpang yah " kata Reza
" kepalaku pusing Za! luh aja yang nyetir yah " kata Andra langsung kasih kunci mobilnya
" baiklah Ndra " kata Reza
Andra naik mobil bersama Reza. Reza mengendarai mobil Andra dan berhenti di sebuah tokoh jual cincin
Turun dari mobil
" luh gak mau buat acara pernikahanmu dengan Amanda? lagian kemarin cuman Akad doang Ndra " kata Reza
" nah ini mau ku pikirkan, aku juga beli cincin deh " kata Andra
Selesai milih dan beli cincin tiba-tiba Andra pingsan
" Andra!! luh kenapa! Andra. " kata Reza panik
warga yang lihat Andra pingsan datang menghampiri dan membantu Reza membawa Andra masuk ke mobil
" makasih yah Pak/Bu sudah membantu " kata Reza
" iyah berhati-hati " kata warga di situ
Reza masuk mobil dan mengendarai mobil Andra
Sampai di rumah Andra
" Assalammualaikum Amanda! " salam Reza sambil mengentuk pintu
" Waalaikummussalam ( membuka pintu) Mas Andra! apa yang terjadi Reza? " tanya Amanda yang cemas dengan Andra yang gak sadarkan diri
" aku tidak tauh kenapa Amanda " kata Reza
" Reza tolong bantu bawahki Mas Andra ke kamarnya yah " kata Amanda
" baiklah Amanda " kata Reza
Reza merangkul Andra bersama Amanda. Sampai di kamar Andra, Reza dan Amanda letaki Andra ke kamarnya
" makasih Reza " kata Amanda
" iyah sama-sama " kata Reza
Setelah Amanda anteri Reza ke depan pintu dan Reza sudah pulang naik grab. Amanda kembali ke kamar Andra
" Mas Andra! bangun! " kata Amanda yang berusaha banguni Andra
Andrapun tersadarkan
" Amanda! kenapa seluruh tubuhku panas yah? " Tanya Andra
" yaudah nyalahi aja Acenya " kata Amanda nyalahi Ace
" tetap panas Amanda " kata Andra sampai berkeringat
" kok bisa sampai berkeringat? emang habis minum apa? " tanya Amanda
" cuman teh jahet aja " kata Andra
Andra merasa pusing dan mau berdiri hampir jatuh, Amanda menahan Andra
" mending tidur aja mungkin kelelahan, yaudah selamat malam aku juga mau ke kamarku mau tidur " kata Amanda yang mau berdiri tapi Andra menarik tangan Amanda, Amanda pun ikut tertarik dan terduduk di pangkuan Andra
" aku butuh kamu Amanda, please temani aku untuk malam ini " kata Andra yang memeluk Amanda
" baiklah " kata Amanda
Andra melepaskan pelukannya dan memegang kepalanya yang sangat pusing
" mas Andra! apa pusing banget? " tanya Amanda yang berusaha nenangi Andra
Andra dan Amanda jaraknya sangat dekat sekali, tanpa sadar Andra hilang kendali dan menatap mata Amanda
" Mas Andra! kenapa kamu melihatku seperti itu? " tanya Amanda
Tanpa sadar Andra mencium bibir Amanda sambil mendorong tubuhnya untuk bersandar ke kasur dan Amanda sontak kaget berusaha menolak tetapi tenaga Andra begitu kuat akhirnya Amanda pasrah
(" aku berserah diri kepadamu yah Allah, dan aku harus sadar bahwa aku sudah menikah dengan mas Andra. Aku ikhlas untuk mendapatkan Ridhomu yah Allah ") dalam hati Amanda
~Next79~