
Selesai makan dan minum obat, Amanda nemani Andra yang lagi sakit tertidur lemes
~SMS WA~
" Amanda! kenapa kalian dua tidak masuk kantor? " tanya Sonia
"Mas Andra sakit dan Mas Andra nahan aku gak pergi " kata Amanda
" huum yaudah gakpapa kok, nikmati saja momen berdua dengan kak Andra, semoga Kak Andra cepat sembuh " kata Sonia
" Aamiin, makasih Sonia " kata Amanda
~Tutup SMS WA~
" apa hp segitu pentingnya kah dari pada aku? emang siapa sih yang ngechat? " tanya Andra
" cuman Sonia biasa nanya kabar " kata Amanda
" apa benar? " tanya Andra
" iyah, apa perlu aku tunjuin buktinya?" tanya Amanda kembali
" iyah aku percaya " kata Andra
Tiba-tiba di luar terdengar suara air hujan yang turun dengan deras, beserta angin yang kencang dan juga petir. Sehingga jendela dari kamar Andra terbuka tertiup angin
" biar aku tutup jendelanya " kata Amanda yang berjalan mendekati jendala, tiba-tiba Amanda kaget dengan kilat yang datang tiba-tiba di depan jendela, yang jarak agak dekat
" Astagfirullah Al Ad'zim ( kaget) " ucap Amanda yang kaget
" Amanda, kamu baik-baik saja? " tanya Andra yang mendekati Amanda dan menyadarinya
" iyah aku baik-baik saja " kata Amanda yang sadar
" yakin baik-baik saja? " tanya Andra
" iyah baik-baik saja, tadi cuman kaget saja tiba-tiba ada Kilat " kata Amanda sambil menarik pintu jendela untuk menutup.
Tiba-tiba
" Duarrr" Suara petir
" Astagfirullah Al Ad'zim " Ucap Amanda yang ketakutan dan memeluk Andra
" Amanda biar aku saja yang nutupi, sepertinya lagi ada petir menjauh dulu " kata Andra yang nenangi Amanda yang berada di pelukannya
" baiklah " kata Amanda sambil melepaskan pelukannya
Andra berhasil menutupi jendela dan Amanda berada di belakang Andra. Tiba-tiba saja lampu di rumah Andra mati dan seluruh semua ruangnya sangat gelap
" kok bisa mati lampu? kan udah bayar listrik " kata Andra
" mungkin aja konslet, karna ada petir tadi " kata Amanda
" Amanda kamu dimana? " tanya Andra yang sama-sama berada di ruang yang gelap
" aku disini di belakangmu" kata Amanda sambil menarik lengan baju Andra
" Amanda! ( memegang tangan) syukurlah " kata Andra sambil menarik tangan Amanda untuk duduk di kasur Andra
" aku sebaiknya kembali ke kamarku aja yah! " kata Amanda
" Apa berani sendirian gelap-gelapan di tambah ada petir?" tanya Andra
" tapi kan udah gak ada lagi petir! " kata Amanda
"Duarrrrr" Suara petir yang deras
Amanda langsung kaget dan kembali ketakutan
(" tangannya gemetaran, sangkin segitu takutnya dengan suara petir ") dalam hati Andra sambil memeluk Amanda untuk nenangi rasa takutnya
" Mas Andra! aku baik-baik saja kok " kata Amanda yang ingin melepaskan pelukan Andra
" tapi aku yang gak baik-baik saja, aku takut juga sama suara petir! Please temani aku sampai hujan berhenti dan lampu kembali menyala " kata Andra
" baiklah " kata Amanda
...----------------...
" oh yah kak Rani! kenapa Pak Andra dan Nona Amanda gak datang ke kantor? " tanya Tasyah
" katanya Andra sakit, dan Amanda gak datang juga menjaga Pak Andra yang lagi sakit " kata Rani
" Pak Andra sakit? ya ampun kasian banget bagaimana kalau kita jenguk yuk " kata Tasyah
" aku gak tau dimana rumahnya? di tambah rumahnya jauh banget dari kantor " kata Rani
" yah tanya dong sama Amanda di mana alamatnya? Sonia kamu pasti tauh kan alamat rumah Pak Andra? " tanya Tasyah ke Sonia
(" ini orang kepo banget dimana rumah kak Andra! udah kemarin fitnah aku lagi ") dalam hati Sonia gak senang dengan Tasyah
" Aku tauh, tapi tadi aku WA Pak Andra, katanya gak perlu di jenguk, karna cuman demam biasa aja " kata Sonia
" iyah walau begitu, Pak Andra boss yang baik, kita sebagai karyawan yah harus jenguk dong, walau demam biasa aja, bisa jadi serius loh ? Yaudah kasih tauh samaku saja alamatnya dimana? Biar aku yang datang mewakili kalian " tanya Tasyah
(" kepo Amat ") dalam hati Sonia
" maaf aku gak bisa ngasih tauh, karna Pak Andra kemarin terkena masalah, jadi untuk menghindari hal-hal yang membuatnya cemas, Pak Andra melarang aku yang tauh untuk tidak memberi tauh di mana Rumah Pak Andra! Yah walau kalian karyawannya dia hanya takut saja, sebelum wanita yang membunuh keluarga kak Andra di tangkap dia masih tidak mau memberi tauh tentang Alamatnya " kata Sonia
" iyah aku orang baik Sonia, aku akan bayar apa aja deh, kamu mau apa? aku bisa bantu larisi Kafemu, asal kamu memberi tauh aku dimana Alamatnya ? " tanya Tasyah
" maaf saya gak bisa, dan jangan maksa!" kata Sonia menghabaikan Tasyah
(" sombong banget sih, baiklah biar aku yang cari sendiri Alamatnya, lihat saja Amanda dan adiknya akan ku buat tidak bernyawa ") dalam hati Tasyah tersenyum jahat
...----------------...
Beberapa jam kemudian
Amanda tertidur di kamar Andra bersama Andra
Hujan sudah berhenti dan Lampu sudah kembali hidup. Andra baru bangun dan dia melihat Amanda yang tidur di dekatnya
(" hari ini pertama kali aku melihat Bidadari yang tidur di sebelahku, bercahaya persis yang ada di mimpiku yang lalu ") dalam hati Andra yang tersenyum melihat wajah Amanda.
...----------------...
**Tasyah
Sonia diam-diam ngikuti Tasyah yang melihat Tasyah berada di toilet lagi menelpon
~Telepon~
" aku ingin kalian cari tauh dimana Rumah Andra! " kata Tasyah yang bicara di Telepon
" baik Boss, akan kami laksanakan " kata Premannya
~Tutup Telepon~
" Baiklah, jika tidak bisa aku menemukan alamatnya, biar aku saja yang akan berusaha mencari tauh sendiri Alamat rumah Andra! Amanda seharusnya itu aku yang berada di samping Andra di saat dia lagi sakit bukan kamu! Tenang saja Andraku sayang, aku akan cari cara buat hubungan kita kembali seperti dulu " kata Tasyah tersenyum sambil menatapi foto Andra yang penuh dengan cinta
(" Tasyah menyukai Pak Andra? Dan dia berusaha untuk merusak hubungan Amanda dan Kak Andra? aku tidak akan membiarkan wanita ini berbuat buruk kepada sahabatku, siapa wanita ini? Dia kelihatan seperti Yuni " ) dalam hati Sonia yang mendadak kaget saat dirinya menyebut Tasyah adalah Yuni
Sonia kembali ke mejannya
(" dia Yuni? setauhku wanita yang tergila-gila dengan Kak Andra yah Yuni, tapi wajahnya sangat berbeda? sebaiknya aku tanyain ini ke Reza ") dalam hati Sonia
" Kak Rani! saya boleh izin keluar gak? mendadak Kafe rame banget " kata Sonia
" baiklah Sonia, hati-hati yah " kata Rani
" iyah siap " kata Sonia
Sonia menelpon Reza
~Telepon~
" Halo sayang! kangen sama aku yah? tumben nelpon aku luan " kata Reza
" ada yang mau ku bicarakan, cepatlah jemput aku di kantor kak Andra " kata Sonia
" baiklah sayang " kata Reza
~Tutup Telepon~
~Next77~