
Setelah berkumpul bersama Sonia dan Reza memutuskan pulang
" yaudah yah, aku mau pulang sudah malam banget " kata Sonia
" iyah aku juga Ndra mau pulang " kata Reza
" iyah, hati-hati Reza dan Sonia " kata Andra sambil antarkan Reza dan Sonia ke depan
" Assalammualaikum " Salam Sonia
" Waalaikumssalam " balas Andra
Sonia dan Rezapun pulang.
" Amanda apa mau ke kamar?" tanya Andra
" iyah, sepertinya efek racun itu masih ada " kata Amanda
" aku akan menuntunmu ke kamar " kata Andra yang membantu Amanda berdiri
(" kenapa aku merasa gak sabaran yah nuntun Amanda ke lantai 2 ") dalam hati Andra
" ada apa ? apa kamu keberatan?" tanya Amanda
" gakpapa, gak keberatan kok, tapi agak lama " kata Andra
" yah mau gimana lagi, kalau mau cepat jalan luan aja, aku minta tolong Bibik saja " kata Amanda
Andra mengangkat Amanda dan Amanda sangat kaget
" bisa berjalan pelan-pelan gak perlu menggendongku, turunkan aku Mas Andra " kata Amanda
" gakpapa, cepat jauh lebih baik " kata Andra dengan bersikap santai
Andra membawa Amanda ke lantai 2 menuju kamarnya Amanda
(" Ma syaa Allah prasaan deg degkan ini makin memanas ") dalam hati Amanda yang posisi masih di gendong dan sesekali memandang wajah Andra
Sampai di kamar, Andra menuruni Amanda ke kasurnya
" kamu lumayan berat " kata Andra
" iyah itu deritamu, aku tidak menyuruhmu menggendongku " kata Amanda
" tapi aku gak jadi masalah kok, jauh lebih baik menggendongmu dari pada mengangkat besi, byee aku kembali ke kamarku. Selamat malam " kata Andra sambil berjalan dan keluar dari kamar Amanda
(" bisa-bisanya dia bandingi aku dengan besi? kan gak lucu ") dalam hati Amanda
...----------------...
Keesokan paginya Andra sudah pergi kerja diluan dan Amanda masih tertidur di kamar
Amanda terbangun dari tidurnya
" Astagfirullah udah jam 7, aku kesiangan Sholat subuh " kata Amanda yang berusaha berdiri dan Amanda mulai bisa sedikit berdiri
" Alhamdulillah sepertinya kepalaku udah gak sakit lagi ketika berdiri " kata Amanda yang pelan-pelan megang dinding untuk menuju kamar mandi buat ambil wudhu
Selesai ambil wudhu Amanda bergegas Sholat subuh ( qodho ).
...~Ketika bangun kesiangan tidak sengaja, segeralah sholat subuh. Bagi orang yang tertidur, tidak bangun di waktu subuh hingga matahari terbit, maka tatkala bangun ia harus segera melaksanakan shalat subuh ( qodho) . Dalam hal ini, ia tidak berdosa.~...
Selesai sholat Amanda memanggil Bibik pembantu Rumah
" Bik! apa Mas Andra sudah pergi kerja? " tanya Amanda yang nanyain dari atas lantai 2 ke lantai 1
" iyah Ibu Amanda, Pak Andra sudah pergi kerja dari jam 06.30 tadi " kata Bibik ( Pembantu)
(" tega banget gak banguni aku sholat subuh ") dalam hati Amanda
" baiklah Bi, bisa tolong bantu saya turun ke bawah? " tanya Amanda
" oke Ibu Amanda " kata pembantunya yang naik ke lantai 2 dan menghampiri Amanda lalu menuntunnya ke bawah meja makan
**Andra
(" apa Amanda tadi gak bangun subuh yah? aku juga lupa lagi banguni pasti Amanda marah samaku ") dalam hati Andra mencemaskan Amanda
" Permisi Pak " kata Rani
" iyah Rani " kata Andra
" klien semalam yang bernama Ilham datang kemari " kata Rani
" Hai Pak Andra " sapa Ilham
" oh silahkan masuk " kata Andra
" oke terima kasih " kata Ilham
" Rani, tolong siapkan teh dan aku Kopi saja " kata Andra
Rani ke dapur kantor untuk membuat minuman
" aduh aku kebelet mau buang air kecil, aku tinggal dulu gakpapa kali yah " kata Rani yang terburu-buru ke Toilet
Tasyah melihat Rani yang dari tadi buat minuman
(" sepertinya Rani di suruh buat minuman ") dalam hati Tasyah
Tasyah mendekati dapur dan dia memberi Boncabe sedikit kedalam teh yang di buat Rani
(" Rasain kamu Rani, aku yakin Andra akan marah besar samamu dan aku akan membuatmu turun dari posisimu yang sekarang ") dalam hati Tasyah
Saat Tasyah menoleh dia kaget melihat Sonia
" apa yang sedang kak lakukan? " tanya Sonia
" aku sedang ambil minum haus sekali " kata Tasyah
" Sonia, Tasyah kalian sedang apa? " tanya Rani yang tiba-tiba muncul
" aku mau ambil minum " kata Sonia
" iyah aku juga, ayo Sonia kita keruang sama-sama " kata Tasyah
" oh yah dari mana kamu tauh Namaku Sonia? " tanya Sonia
(" aku lupa, aku tauh namanya Sonia yah dari karna luh teman SmA Amanda tapi aku malah bersikap seolah-olah mengenalnya, jangan sampai Sonia mencurigai penyamaranku ") dalam hati Tasyah
" aku tauh karna kak Rani tadi menyebut namamu tadi, yaudah yah aku ke mejaku luan " kata Tasyah yang pergi ke mejanya
" aku ke mejaku juga yh kak " kata Sonia
" iyah Sonia " kata Rani
Rani meletakkan minumannya ke meja Ilham dan Andra
" Rani kamu bantu aku memcatat yah " kata Andra
" siap Pak " kata Rani
Ilham menjelaskan tentang konsep Vila yang diinginkannya yang akan di bangun hari ini
" baik, udah di catet Rani? " tanya Andra
" sudah Pak " kata Rani
" baiklah Ilham, nanti siang ini kita kelokasi, tadi ada kabar Batu, pasir dan semennya sudah datang dan sekarang mereka mulai bekerja " kata Andra
" oh yah soal kemarin aku minta maaf, aku gak tau kalau Pegawaimu adalah istrimu " kata Ilham
" iyah gakpapa,silahkan minum dan habisin " kata Andra
" oke siap-siap aku minum yah " kata Ilham
Saat Ilham mau meminum tehnya dia langsung menyemburkan tehnya
" apa yang terjadi Ilham? kenapa kamu malah menyembur tehnya? " tanya Andra
" teh ini pedas sekali, kenapa bisa pedas? oh Andra kamu sengaja yah gara-gara kamu kesel aku suka sama Istrimu? " tanya Ilham
" kau salah paham Ilham, bukan aku yang buat minumannya dan Rani kenapa bisa minuman ini pedas? " tanya Andra marah ke Rani
" masa sih, aku gak ada letaki yang pedas deh " kata Rani
" kamu gak percaya? coba aja ini minum " kata Ilham
Ranipun mencoba meminum dan dia malah kepedasan
" ya ampun kok bisa pedas, aku minta maaf Pak Andra dan Pak Ilham aku tidak tauh kenapa minumannya jadi pedas begini 😢 " kata Rani
" sudahlah gakpapa, aku kelokasi pembangunannya ayo Andra kamu nyusul " kata Ilham
" baiklah, lain kali lihat-lihat Rani, jangan ceroboh lagi " kata Andra
Andra dan Ilham keluar dari ruangnya dan pergi keluar ninggali Rani yang beresin minuman Andra dan Rani
(" kenapa bisa? ini pasti kerjaan antara Tasyah dan Sonia! Mereka berdua benar-benar keterlaluan ") marah Rani
Setelah beresin minuman Rani menghampiri Tasyah dan Sonia
" Apa kalian berdua yang masuki Boncabe keminuman tadi? " tanya Rani marah ke Tasyah dan Sonia
" aku tidak tauh, aku hanya hambil minuman saja, mungkin Sonia " kata Tasyah
" kenapa salahi aku? bukankah kamu tadi yang sudah masuk luan ke dapur dan aku menegurmu lagi ngapain? kenapa aku kau tuduh? " tanya Sonia marah gak terima di tuduh
" sudah-sudah! jika aku melihat di antara kalian berdua yang melakukan ini, aku gak segan-segan memberi tauh ke Pak Andra " kata Rani marah sekali
~Next73~