
**Sherly
" lagi-lagi nomor Yuni gak aktif? dia niat nolongi atau gak sih!! ini semua salahku, tak seharunya aku ngikuti saran Yuni, lihat sekarang dia tidak bebaskan aku, aku harus cari cara supaya bisa bebas dari sini " marah Sherly
Sherly berpura-pura izin ke toilet dan Polwan membuka pintu penjaranya dan menemaninya di toilet
" sebaiknya ibu di luar saja, saya lagi sesak BAB, saya merasa gak enakan hehe " kata Sherly
Polwan itupun keluar dari toilet dan hanya menunggu di depan pintu
Sherly melihat di sekeliling, ternyata di dalam toilet ada jendela
" aku bisa kabur dari sini " kata Sherly
Sherly mencoba membunyikan kerannya agar gak ketahuan. Lalu Sherly membuka jendelanya dengan memukul kacanya pakai Sapu yang ada di toilet dan akhirnya kaca itu pecah.
Sherly memanjat dan berusaha naik ke dasar jendela, dan melompat. Saat melompat Sherly terjatuh
" Aww sakit, aku gak boleh nyerah, aku harus lari secepatnya " kata Sherly lalu dia lari dengan cepat dan dia singgah ke Telepon umum untuk menelpon Papanya
~Telepon~
" halo siapa ini? " tanya Papanya
" Pa ini aku Sherly " kata Sherly
" Sherly, kemana aja kamu. Papa nyariin kamu, dan Papa dengar kamu ketangkep Polisi dan di pecat apa itu benar? " tanya Papanya marah
" Pa,, ini bukan kesalahan Sherly, Sherly hanya di tuduh sama teman, Sherly padahal mau datang ke pernikahan teman sekolah Sherly, tapi ntah kenapa Sherly di tuduh dan sekarang Sherly kabur. Papa harus tolong Sherly dong " kata Sherly berbohong
" sekarang kamu ada di mana? " tanya Papanya
Sherly memberi tauh Alamat dia berada
" tunggu di situ, Papa akan jemput kamu " kata Papanya
~Tutup Telepon~
Beberapa jam kemudian Papanya datang dan menjemput Sherly.
**Andra
Mereka semua ada di ruang Inap dan sedang menunggu Sonia sadar
Andra mendengar Telepon dari Polisi bahwa Sherly melarikan diri
" Andra,, dari telepon Polisi yah? " tanya Reza
" iyah, Polisi nelpon Sherly melarikan diri " kata Andra
" sekarang ini yang terpenting harus cari Yuni, dia wanita paling jahat. " kata Reza
" itu benar " kata Andra
Sonia pun sudah sadar
" Sonia!! Alhamdulillah, Sonia apa yang kamu rasakan? apa masih sakit? Sonia kamu juga gak perlu menyelamatiku aku dengan cara mengorbani nyawa kamu 😢 " kata Amanda
" gak apa-apa Amanda!! Santai aj. Aku baik-baik aja kok. " kata Sonia
" Sonia!! syukurlah kamu sudah sadar. Aku sangat mencemaskanmu Sonia " kata Reza
" Sonia!! Makasih " kata Andra
" aku baik-baik saja kok, Makasih sudah mencemaskanku😊, oh yah Yuni apa dia sudah di tangkap? " tanya Sonia
" dia kabur, dan Polisi sedang mencarinya " kata Reza
" Semoga aja Polisi menemukan Yuni " kata Sonia
(" andai aku bisa bicara, aku mau mengatakan beberapa kata untuk kak Sonia. 😢 Ya Allah sembuhkanlah aku ") dalam hati Mona sedih
" Mona apa kamu terluka? " tanya Sonia
" Sonia ini!! tadi aku bawah beberapa makanan yang bisa kamu makan. Aku mau pulang, mau cek keadaan Rumah " kata Andra
" makasih Pak Andra!!😊 Amanda & Mona juga pulanglah. " kata Sonia
" iyah aku pulang yah, jika butuh sesuatu jangan lupa kabarin " kata Amanda
" iyah In Syaa Allah Amanda " kata Sonia
Amanda dan Sonia saling memeluk
" Assalammualaikum Sampai jumpa besok " kata Amanda
" Waalaikummsalam, iyah Amanda See You " kata Sonia
Mona hanya tersenyum dan lambaikan tangan ke Sonia dan Soniapun juga ikut lambaikan tangan ke Mona
" Ayo Mona, Manda kita pulang " kata Andra
" iyah " kata Amanda
Andra, Amanda dan Mona keluar dari rumah sakit dan masuk ke mobil. Andra melihat Mona yang masih sedih
" Mona!! kamu pasti akan sembuh dan bisa bicara lagi. Asal kamu rajin minum obat dan sholat lalu minta doa ke Allah " kata Andra
Mona hanya mengangguk iyah
Sampai di rumah
" sepertinya rumah ini sudah tidak aman, bagaimana kalau rumah ini di jual saja" tanya Andra ke Amanda
" tapi ini rumah kenangan orang tuamu. " kata Amanda
" emang iyah, aku juga udah ikhlas. Tapi rumah ini terlalu besar, dan sangat sepi. Mona apa kamu setuju aku akan jual ini rumah? " tanya Andra
Mona hanya menggerakkan kepalanya dari atas ke bawah tanda iyah
" kalau aku sih ikut keputusan darimu Andra, jika itu terbaik aku dan Mona gak keberatan kok iyah kan Mona? " tanya Amanda
Mona tersenyum
" baiklah, yaudah ni sudah malam sebaiknya istirahatlah. Aku mau ke kamar dulu " kata Andra sambil berjalan ke kamarnya
Amanda dan Mona ke kamar
Mona menulis dan menunjukkan ke Amanda
" Mona laper!!" kata Mona dalam tulisannya
" oh iyah, tadi Sonia bawah makanan dan minuman. Tunggu sebentar, kak akan ambil, sepertinya ada di dapur " kata Amanda
Mona memeluk Amanda dari belakang seolah dia gak mau di tinggal
" baiklah Mona ayo ikut ke dapur " kata Amanda
Mona senang. Amanda dan Mona ke dapur
" nah ini, Alhamdulillah masih sempat simpan di kulkas tadi " kata Amanda sambil mengambil piring dan meletakkan makanan dari Sonia di piring
" ini selamat makan, jangan lupa baca doa " kata Amanda
Mona menggerakkan kepala ke Atas dan ke bawah tandanya iyah sambil mengangkat tangannya untuk berdoa
Selesai makan
" wah sudah habis, yaudah sekarang Mona gosok gigi dan tidur. Biar kakak yang beresin piringnya " kata Amanda
Mona nurut dan pergi ke kamar mandi
Amanda mengangkat piring kotornya ke wastafel kitchen sink untuk cuci piring
~Next43~