
Hari yang begitu menyakitkan, dan menyedihkan untuk Amanda karna meninggalnya Mamanya. Kini Amanda harus ikhlas dan merelakan kepergian Mamanya untuk selamanya.
" sayang yang sabar yah kamu harus kuat, mulai sekarang kamu tinggal bersama kami, anggap tante sebagai Mamamu " kata Mamanya Andra
" iyah tante makasih " kata Amanda memeluk Mamanya Andra
" Kira kira dimana Andra? " tanya Papanya Andra
" kalau gitu ayo pulang Amanda " kata Mamanya Andra
" baiklah " kata Amanda
Amanda dan kedua orang tua Andra pulang, kini Amanda tinggal bersama keluarga Andra
Sampai di rumah Andra
" Andra kamu gk ikur tadi ke pemakaman Mamanya Amanda? " tanya Papanya
" maaf Pa, tadi ke belet buang air besar jadi gak bisa ikut, maaf ya Amanda " kata Andra beralesan
" iyah gak apa-apa kok " kata Amanda
" Amanda mulai skrg dan kedepannya kamu akan tinggal bersama kita jadi anggaplah sebagai rumah sendiri " kata Mamanya Andra
" tapi ku juga ada rumah tante, takut ngerepotin " kata Amanda
" tidak, saya gak ngasih kamu tinggal sendirian di rumah itu. Bagaimana jika terjadi sesuatu?ada yang jahat sama kamu siapa yang nolong kamu? Kami juga berhutang nyawa dengan Mamamu karna gak sengaja menabrak Mama kamu dan membuat Mamamu meninggal jadi jangan ngerasa ngerepotin, anggap ini sebuah tanggung jawab kami untuk menjagamu Amanda " kata Mamanya Andra
" tante Mama meninggal itu sudah takdirnya, bukan kesalahan siapapun ini sudah takdirnya. Aku juga sudah ikhlaskan semuanya jadi jangan merasa bersalah " kata Amanda
" tapi please kamu mau yaa tinggal sama kami " kata Mamanya Andra
" baiklah tante terima kasih " kata Amanda
" Andra kamu gak keberatankan? kan sebentar lagi kalian akan menikah jadi bagus dong kmu bisa memantau Amanda dari dekat " kata Mamanya Andra
" iyah gak apa-apa terserah Mama aj, Andra ke kamar dulu nenangi pikiran " kata Andra sambil berjalan ke kamarnya
Mamanya Andra menuntun Amanda ke kamar yang Amanda tempati
" ini adalah kamar kamu, dan sebelah sana kamar Andra. Berharap kamu nyaman dan jika butuh sesuatu yang di bantu tante siap membantumu " kata Mamanya Andra
" iyah tante Alhamdulillah In Syaa Allah saya nyaman dan ini juga sudah sangat cukup makasih tante " kata Amanda
" ternyata kamu wanita yang rendah hati, kami ga salah memilihmu sebagai calon Tunangan Andra " kata Papanya Andra
" makasih, saya boleh istirahat dulu? " tanya Amanda
" boleh dong, istirahat lah kamu pasti lelah. Selamat Siang " kata Mamanya Andra
" siang juga " kata Amanda sambil masuk ke kamar
**Andra
" sial kenapa ini bisa terjadi, aku jadi tidak punya alasan untuk membatalkan pernikahan dimana lagi aku udah berjanji di depan Mamanya sial!! " kata Andra kesel
Andrapun tertidur
Sorenya Andra bangun untuk sholat ashar. Saat melangkah mau keluar kamar, Andra mendengar suara wanita yang mengaji begitu lembut dan bikin hadem di hati
(" sebelumnya tidak ada yg membaca Al - Qur'an sebagus ini ") kata Andra di dalam hati.
Andra mengintip kamar Amanda, dia melihat Amanda mengaji
(" ku akui kamu wanita yang sangat baik, aku yang kelakuan kaya setan gak akan mungkin cocok bersanding denganmu. Maafkan aku Amanda satu sisi aku masih belum percaya dengan cinta seorang wanita meskipun kamu berbeda ")kata Andra dalam hati
Andra pergi ke toilet untuk mengambil air wudhu
Selesai membaca Al-Qur'an, Amanda keluar dari kamar tanpa sadar dia kaget barengan dengan Andra, kini mereka saling bertatapan. Andra mencoba jalan ke kanan tapi Amanda juga hambil jalan ke kanan lalu Andra mencoba ambil jalan ke kiri Amanda juga hambil jalan ke kiri
" sebenarnya mau jalan ke arah mana? " tanya Andra
" aku,,,, mau ke dapur " kata Amanda
" kalau gitu minggir " kata Andra
Andra ambil jalan ke kanan lagi tapi Amanda malah ke kanan
" begini mending jalan luan aku baru ambil wudhu takut batal gara gara ga sengaja nyentuh kamu " kata Andra
" baiklah, maaf Andra " kata Amanda sambil berjalan ke dapur
Andrapun masuk ke kamarnya.
Saat di dapur
" bi mau masak apa? " tanya Amanda ke pambantu
" mau masak ayam goreng nyonya " kata Pembantu tersebut
" biar saya ikut bantu ya " kata Amanda
" gak osah nyonya ini udah tugas saya " kata pembantu
" saya hanya ingin membantu, saya udah terbiasa ke dapur dan memasak bantuin Mama setiap hari jadi bingung mau ngapain diam di kamar aja gak enak banget " kata Amanda
" begitu ya, makasih sudah mau bantu " kata Amanda
Amanda membantu pembantu itu memasak
" ternyata nyonya pandai masak "kata Pembantu
" namanya wanita harus ada dong skill memasak " kata Amanda
" benar banget kayanya sudah cocok ini jadi Istrinya Pak Andra " kata Pembantu
" sudah sekarang ini hidangi di piring " kata Amanda
" baik nyonya " kata pembantu itu.
Mamanya Andra melihat Amanda sedang asik membantu di dapur
" Amanda kenapa kamu yang ngerjain? kan udah ada pembantu " kata Mamanya Andra
" gak apa-apa tante udah terbiasa begini di rumah dan saya senang aja memasak " kata Amanda
" kamu benar benar wanita yang is the best " kata Mamanya Andra
Andra melihat Mamanya bersama Amanda
(" kini Mamaku, Papaku, dan hampir dari rumah ini menyukainya ") dalam hati Andra kesel.
Makanan pun siap di letaki di meja dan di santap
" tauh? ini semua Amanda yg masak, benar benar idaman udah pandai masak, sholeha, dan Mama yakin kamu pasti bahagia " kata Mamanya Andra bilang ke Andra
" sudahlah mah, namanya juga wanita itukan hak wanita Ma " kata Andra
" sudah makan gak baik ribut di depan makanan " kata Papanya
~Next Selanjutnya~