
Pagi yang cerah Amanda yang masih bersantai di rumah
" Amanda,, temani Mama shopping di mall yuk " kata Mamanya Amanda
" humm ayo ma, kebetulan aku juga bosan banget " kata Amanda
Mamanya dan Amanda siap siap pergi keluar, mereka keluar dengan naik taksi
Di perjalanan
" gimana dengan hubunganmu dengan Andra? " tanya Mamanya
" Mah, semalam Manda di ajak ke pernikahan mantannya dan dia seperti kelihatan belum move on dengan masalalalunya, jadi menurut Amanda mending di tunda dulu yah Mah, beri Andra waktu untuk menghilangkan rasa kesel di hatinya " kata Amanda
" itu terserah kamu, Mama juga gak memaksa " kata Mamanya
Sampai di mall
Mama dan Amanda asik berbelanja
**Andra
Andra sedang berada di perjalanan menuju bandara karna jemput Papanya dari luar kota
Sampai di Bandara Andra melihat Papanya
" Andra,, " sapa Papanya
" Papa, gimana dengan kerjaannya di Surabaya? " tanya Andra
" Alhamdulillah berjalan dengan sangat lancar " kata Papanya
" syukurlah, ayo pulang, Mamah udah nunggu " kata Andra
Papanya naik ke mobil bersama Andra.
" usia kamu sudah 25 tahun, kapan kamu punya pendamping biar perusahaan Papa alihkan ke kamu, Papa udah tuah dan lelah " kata Papanya
" sabar aj napa Pa, Andra masih belum berpikir ke situ " kata Andra
Saat asik mengobrol tiba tiba Mobil Andra Remnya blong
" Pa kok ga bisa di rem ya? " tanya Andra panik
" apa udah di service Ndra? " tanya Papanya ikut panik
" Andra lupa pa " kata Andra
**Amanda
" Mama sini dulu ntar mau beli es krim di sebrangan situ " kata Amanda
" hati hati kendaraan " kata Mamanya
" tenang udah lampu merah kok " kata Amanda menyebrang
Saat menyebrang Amanda kaget melihat mobil yang ingin menabraknya
" Haaaaa " jerit Amanda sambil nutup mata
" Amanda awas!! " suara Mamanya berlari sambil mendorong Amanda sampai terjatuh
" Bruk" suara tabrakan
Amanda menoleh ke belakang dia kaget Mamanya di tabrak
" Mama!! 😠" panggil Amanda dengan tangisan
Ternyata yang menabrak adalah mobilnya Andra, Andra dan Papanya pun turun melihat yang di tabraknya
" Amanda!! aku minta maaf " kata Andra kaget merasa bersalah
" Andra tolongi kita bawah mereka ke rumah sakit " kata Papanya
Andrapun bantu mengangkat Mamanya Amanda masuk ke mobil untuk di bawah Ke Rumah sakit
Saat di rumah Sakit
Mamanya di larikan ke ruang ICU
" siapa nama kamu? maafkan kami. Apa kamu terluka? " tanya Papanya Andra
" dia Amanda Pa " kata Andra
" ternyata kalian saling mengenal dan saya Papanya Andra, Manda sepertinya kamu terluka periksalah takut terjadi hal serius " kata Papanya
" saya baik baik saja yang terpenting Mama saya yang harus baik baik saja " kata Amanda
" ayo Amanda, kamu terluka obati luka kamu dulu!! Bagaimana jika Mama kamu sehat dan kamu masih terluka, kamu pasti buat Mama kamu tambah khawatir " kata Andra sambil menarik tangan Amanda
" tidak perlu aku gak apa-apa " kata Amanda sambil melepaskan genggaman Andra dari tangannya
Dokter yang memeriksa Mamanya Amanda keluar dari Ruang ICU
" dari keluarga pasien? " tanya Dokter
" saya Anaknya Dok, Bagaimana keadaan Mama saya? " kata Amanda
" Mama kamu mengalami pendaraan cukup parah tapi untungnya di bawah Tepat waktu dan masih bisa di hentikan pendaraannya" kata Dokter
" Dokter lakukan apa saja buat Mama aku, Mamaku akan baik baik saja kan dok? "tanya Amanda cemas
Tiba-tiba ada panggilan Suster dari dalam Ruang ICU
" Dokter pasien sudah sadar " kata Suster
" Dokter bisakah aku melihat Mama aku? " tanya Amanda
" Silakan ayo " kata Dokter sambil masuk memeriksa Mamanya
Amanda, Andra dan Papanya ikutan masuk
" Amanda, dan ada Andra juga? "tanya Mamanya dengan suara sangat lemah
" Mama cepat sembuh yaa? Manda sangat cemas sama Mama " kata Amanda menangis memeluk Mamanya
" maafkan aku tante, keberadaanku di sini karna aku gak sengaja menabrak tante karna rem mobil blong " kata Andra
" tidak apa apa kok " kata Mamanya Amanda dengan suara sangat lemah
" dia Papaku tante " kata Andra
" kebetulan saya ingin beri pesan kepada kalian sebelum saya pergi " kata Mama Amanda
" Mama bicara apa? pergi kemana mah? tanya Amanda
" Andra,, tante percaya kamu org yang sangat baik, dan kebetulan ada Papanya juga. Tolong jaga Amanda yaa, karna saya udah gak punya banyak waktu menemani Amanda " kata Mamanya Amanda dengan suara sangat lemah
" Mamah kok bicara begitu? Mama harus sembuh, Mama gak boleh ninggali Manda, cuman Mama satu satunya keluarga yang Manda punya " kata Amanda sedih
" Andra kamu mau kan jagain Amanda? "tanya Mamanya
" aku pasti selalu menjaga Amanda tante, tapi tante gak boleh bicara begitu. Tante harus kuat dan cepat sembuh " kata Andra
Mamanya Amanda mempersatukan tangan Amanda dan Andra
" cuman 1 harapan, Mama berharap kalian bersama, terima kasih dan sayang Mama minta maaf " kata Mamany dengan suara semakin melemah
Tiba tiba Mamanya merasa kejang - kejang seperti di cabut nyawa Andra membantu Mamanya Amanda mengucapkan laa ilaha illallah, Mamanya ngikuti dan meninggal
" Tante!! " kata Andra sambil sadarkan Mamanya Amanda
" Mama!! kenapa!! Mama!! " Suara Amanda yang banguni Mamanya
Dokter memeriksa keadaan Mamanya Amanda
" Pasien sudah meninggal " kata Dokter
" tidak!! tidak!! Mama bangun!! Mama jangan ninggali aku " kata Amanda menangis sambil memeluk Amanda
" kamu harus kuat, sabar dan ikhlaskan kepergian Mama kamu ya " kata Papanya Andra
Andra gk sanggup dan keluar dari Ruang tersebut dan menyesali kesalahannya
" aku membunuh Mamanya dan kenapa ini bisa terjadi " kata Andra dengan nada pelan dan menyesali kesalahannya
~Next Selanjutnya~