
" Amanda dan kalian sini dulu jaga Mama, aku mau selidiki, bagaimana bisa ada ledakan? "tanya Andra
" hati-hati Andra " kata Mamanya
" iyah mah " kata Andra
Andra keluar dari rumah sakit dan bergegas memeriksa Vila tadi.
Saat di Vila Andra melihat Polisi yang memeriksa keadaan di situ
" ini adalah boom, dan kami berhasil menangkap salah satu pelakunya dan temannya sudah melarikan diri " kata salah satu Polisi tersebut
" kira-kira siapa beritauh aku?" tanya Andra kesel
" ikut kami, dia ada di kantor polisi " kata Salah satu polisi
Andra bergegas masuk ke mobilnya dan mengikuti Pak polisi tersebut. Sampai di kantor Polisi Andra masuk dia melihat pelakunya yang kepalanya di tutupi kain
" wanita ini pelakunya !" kata Pak polisi
Andra mengampiri dan membuka kain tersebut, Andra kaget ternyata pelakunya adalah Sherly
" Sherly!!😡 jadi kau pelakunya, aku benar-benar kecewa banget sama kamu, kau benar-benar jahat Sherly, kau membuat Papaku kritis, Mama, Mona terluka dan para tamu terluka apa maksudmu melakukan hal ini ?" tanya Andra marah banget
" Andra!! aku melakukan ini karna aku mencintaimu, aku gak rela kamu menikah dengan wanita lain, aku ingin mencelakai wanita yang menikah denganmu tapi malah terkena banyak korban. " kata Sherly
" caramu sangat menjijikkan, kau membuat aku semakin benci lihat kamu, jangan pernah lagi kau muncul di hadapan aku, aku mau menikah dengan siapa? itu bukan urusanmu, satu hal berani kamu sentuh keluargaku aku gak segan segan memberimu kekerasan walau kau seorang wanita, Pak Polisi beri hukuman yang pantas buat wanita kaya dia " kata Andra
" Andra!! please aku minta maaf, jangan masuki aku ke penjara, aku gak akan ngulanginya lagi Andra !!" kata Sherly menangis
" kau harus tanggung jawab apa yg kau perbuat, kau bukan mencelakai keluargaku tapi org lain, jadi selamat menghabiskan umurmu di penjara " kata Andra langsung keluar dari kantor polisi
" Andra!!!Andraa!!" suara Sherly berteriak memerontak tapi Polisi menahannya dan menyeretnya ke penjara
" pak polisi boleh saya menelpon " kata Sherly
" ini ( memberi telepon seluler) telepon cepat, aku beri waktu 30 menit " kata Polisi mengawasnya dari luar
Sherly menelpon Yuni
~Telepon~
" Yuni,, kenapa kau kabur ninggali aku? kau juga ikut terlibat? kau benar benar keterlaluan " kata Sherly berbicara pelan
" aku gak mau tau luh harus ikutan disini " kata Sherly
" tenang sherly aku akan cari pengacara buat kamu, tapi dengan 1 syarat jangan beritauh aku sama polisi atau Andra pelakunya, tenang aja namamu akan bersih ku buat " kata Yuni berbohong
" oke aku pegang omongan luh, jangan lama lama " kata Sherly
Yuni langsung menutup teleponnya
~Tutup Telepon~
**Yuni
Yuni membuang kartunya dan dia ganti nomor baru
" maafkan aku sherly, lebih baik kamu di penjara untuk sementara, karna luh akan merusak rencanaku " kata Yuni
Yogi pulang tengah malam
" dari mana aja? jam segini udah pulang? kamu tuh gak ada waktu terus buat aku? " tanya Yuni
" kepo banget!! aku mau tidur jangan ganggu aku " kata Yogi
" Yogi, aku mencium parfum wanita apa kau selingkuh dariku? kau tega banget Yogi aku sedang ngandung anakmu kau malah berduaan dengan wanita lain " kata Yuni marah
" he!! itu yaa urusan luh, buknkah selama ni luh hanya cinta sama Andra? oh yah dia baru aja nikah. terserah aku mau berduaan sama wanita lain kek, kamu tuh di mataku barang murahan " kata Yogi
" kamu jahat yogi, kamu tega ngatain aku? kau sudah menghancurkan masa depanku, aku kehilangan orang yang aku cintai karna luh, luh tega sama ak? aku akan gugurkan kandungan ini habis tu kita cerai " kata Yuni
Yogi marah dan langsung menampar Yuni
" berani kamu gugurkan, ku siksa kau? sayangku jangan gugurin yaah, kalau kamu cerai apa ada lelaki mau sama kamu? kamu mau balikan dengan mantan pacarmu yang udh nikah sama wanita lain? gak bisa sayang, kamu itu udah kotor di matanya kamu wanita kotor, jaga baik baik kandunganmu awas kalau berani gugurin " kata Yogi dengan kata yang lembut dan dingin
Yuni hanya diam sambil menangis dan Yogi pergi ke kamar dan tidur
Yuni menangis membuka hpnya dan melihat foto kenangannya bersama Andra
(" Andra!! aku masih mencintaimu, Maafkan aku Andra, sudah membuatmu kecewa, aku di jebak, andai ada keajaiban bisa bersamamu lagi, aku bersedia, bahkan jadi istri keduamu aku bersedia ") dalam hati Yuni
•~Next26~•