
Keesokan harinya Yoongi bangun pagi-pagi sekali. Dia ingin belajar dan membantu nyonya manoban memasak didapur. Walau dia seorang laki-laki tapi dia juga sangat suka memasak.
Dan kini tanggung jawabnya juga sudah semakin banyak selain menjadi kakak,dia juga harus bisa menjadi ayah dan ibu bagi adiknya.
"eommoni... Bolehkah aku membantumu??." tanya Yoongi dari balik pintu dapur.
" O... Yoongi-aa... Kau sudah bangun?." nyonya manoban melihat Yoongi sudah berdiri didepan pintu.
"tentu saja... Kemarilahh, kau bisa membantuku." kata ibu Lisa tersenyum
"eommoni ingin memasak apa?." tanya Yoongi lagi.
"heyyy... Berhentilah memanggil aku eommoni,, sekarang panggil aku eomma. " kata nyonya manoban mengelus pipi Yoongi
"eomma??."tanya Yoongi.
"iya... Sekarang aku akan menjadi ibumu dan juga ibu Yoonji.. Aku juga sudah mengatakan pada Yoonji untuk manggilku eomma.. Dan dia setuju."jelas nyonya manoban.
"baiklah...eomma. " kata Yoongi ragu-ragu.
"anak pintar. "senyum nyonya manoban.
"sekarang bantu aku mengupas bawang itu, nee." tunjuk nyonya manoban pada kranjang kecil berisi bumbu-bumbu dapur.
"nee... " sahut Yoongi mantap
Mereka memasak makanan untuk sarapan pagi ini. Yoongi belajar banyak cara memasak dari nyonya manoban,dia sangat senang bisa mendapatkan banyak ilmu memasak dari ibu angkatnya itu. Masakan Yoongi juga lumayan, dia tipe orang yang cepat belajar.
"wahhhhh.... Oppa apakah kau yang memasak semua ini?." tanya Lisa saat baru bangun dan mendapati banyak masakan dimeja makan.
"tentu saja adikku yang manis." kata Yoongi dengan senyum yang melebar dibibirnya.
"Lisa dimana Yoonji?." tanya ibu Lisa
"Aku disini eomma." sahut Yoonji keluar dari kamar Lisa dengan senyum gembira
"aigooo... Anakku manis sekalii."sambung tuan manoban menyambut Yoonji.
Dia juga baru keluar dari kamarnya dan melihat Yoonji yang tersenyum,lalu dia mengangkat tubuh Yoonji dan menggendongnya.
"appa... Gendong aku juga. "rengek Lisa
"baiklahh... Ayo kemari tuan putriku. " tuan manoban juga menggendong Lisa kecil.
"wahh... kalian ternyata berat juga yaa,, punggungku bisa patah ini lama-lama. " kata ayah Lisa berlagak kelelahan.
"ayoo.. Sekarang kalian turun dan segera sarapan. "kata nyonya manoban.
"nee eommaa..... "sahut Lisa, Yoonji, dan tuan manoban bersamaan.
Lalu mereka tertawa bersama dan segera menuju meja makan untuk sarapan pagi.
Keluarga itu sarapan dengan kehangatan sebuah keluarga yang harmonis. Sama seperti yang dulu Yoongi dan Yoonji alami semasa orang tua mereka masih hidup.
"Yoongi... Karena hari ini abeoji sedang libur..maka abeoji akan membantumu membersihkan rumahmu. " kata tuan manoban seusai sarapan.
" Lisa juga akan membantu.. Hari ini adalah hari minggu, jadi Lisa tidak mau kesekolah." kata Lisa
"walaupun kau mau... Appa tak akan mengantarmu kesekolah bodohh... " ejek tuan manoban lalu tawa mereka pecah saat itu.
Lisa kecil hanya cengingiran dan ikut tertawa.
"baiklah... Kita akan membantu kalian untuk membersihkan rumah,setelah itu eomma juga akan menyiapkan beberapa cemilan nanti." kata ibu Lisa
"yeeee... Cemilann." kata Yoonji antusias.
"ayooo... Kita bersihkan rumah kalian. " ajak tuan manoban
Mereka semua akhirnya membersihkan rumah lama Yoongi bersama-sama.
Mulai dari membersihkan debu-debu yang menempel dan mengelap kaca dan lantai rumah.
Nyinya manoban bersama Lisa dan Yoonji juga menanam beberapa bunga hias untuk mempercantik rumah mereka.
Tuan manoban juga memperbaiki pagar rumah dan mengecatnya dengan warna coklat bersama Yoongi.
Pekerjaan itu mereka kerjakan dengan senang hati dan gembira. Hingga tak terasa pekerjaan mereka sudah selesai dan hari sudah sangat sore.
"eomma lihatlah bajuku kotor. " kata Lisa menunjukan bajunya yang sudah dipenuhi oleh lumpur saat menanam bunga tadi.
"bajuku juga. " sambung Yoonji.
"baiklah.. Sekarang kalian berdua mandilah dahulu,setelah ini baru kita makan malam. Oke. "kata nyonya manoban pada mereka.
"OKE.. " semangat Lisa dan Yoonji bersamaan.
Semantara itu,Yoongi dan tuan manoban sedang duduk-duduk dikursi yang ada diteras depan rumah Yoongi
nyonya manoban keluar dari dalam rumah sambil membawa teh hangat dan beberapa cemilan,lalu kembali masuk kedalam untuk membereskan beberapa benda.
Dia juga sudah menaruh beberapa perlengkapan dapur dirumah Yoongi. Agar Yoongi bisa memasak dan menggunakannya saat dibutuhkan.
"Yoongi... Kami berencana untuk menyekolahkanmu dan Yoonji." kata tuan manoban sambil mengambil teh yang masih hangat itu lalu meneguknya.
"menyekolahkanku dan Yoonji?. " tanya Yoongi terkejut
"iya nak... Sekarang kau dan Yoonji adalah tanggung jawab abeoji juga, jadi abeoji akan menyekolahkan kalian berdua. " kata tuan manoban pada Yoongi.
"tidak perlu abeoji.. Aku tak ingin menyusahkan siapa-siapa lagi." kata Yoongi
" siapa bilang kau menyusahkan Yoongi... Bahkan sebaliknya, kau akan menyusahkanku apabila kau menolak tawaranku." kata tuan manoban lagi
"aku tak mau punya anak yang tak berpendidikan, lalu setelah itu,dia tak bisa bekerja dan malah akan selalu meminta padaku. " kata tuan manoban pada Yoongi.
"Dan aku akan berusaha sekuat tenagaku untuk tak pernah menyusahkan kedua orang tuaku yang telah banyak membantuku. " jawab Yoongi
" Aku akan bekerja dengan sangat keras abeoji... Dan berusaha menyekolahkan Yoonji dan diriku. "sambungnya lagi.
"tapi kau masih sangat kecil Yoongi... Dimana dan siapa yang akan menerimamu bekerja?." Desak tuan manoban.
" entahlah abeoji... Aku juga tidak tahu, tapi yang pasti aku akan dan harus bekerja. Aku ingin membanggakan kedua orang tuaku. " kata Yoongi lagi
"nak... Selain mereka,kami juga adalah keluargamu. Atau kau tak pernah menganggap kami sebagai orang tuamu juga?." tanya tuan manoban dengan raut wajah sedikit kecewa.
Melihat raut wajah abeojinya berubah. Hati Yoongi sedikit luluh.
Dia mengambil nafas panjang dan menghelanya dengan perlahan,agar dia tidak mengatakan perkataan yang lain dari pikirannya
"dengar nak... Appamu sudah sangat banyak sekali membantu abeoji. Jika bukan karena dia mungkin abeoji tidak akan bertahan hidup dan mendapat pekerjaan sebagus ini." jelasnya pada Yoongi.
"Jadi abeoji mohon... Ijinkan abeoji membalas kebaikan appamu dengan menjaga dan merawatmu serta Yoonji dengan baik. " mohon Tuan manoban pada Yoongi.
Yoongi yang melihat abeojinya sampai memohon tak kuasa untuk menolak permintaannya.
"baiklah abeoji... Aku mau kau sekolahkan, tapi aku tak ingin ini menjadi beban untukmu dan aku juga ingin bekerja paruh waktu untuk membiayai hidupku dan adikku. Aku tidak ingin selalu bergantung padamu. " kata Yoongi pada abeojinya.
"tentu nak.. tapi ingat jangan pernah ambil pekerjaan yang berat-berat dan jangan sampai mengganggu sekolahmu. " nasehat tuan manoban
"baiklah abeoji dan Terima kasih..kau sangatlah baik pada kami. Terima kasih. " kata Yoongi penuh haru
"tak masalah Yoongi.. Kau juga adalah putraku, aku akan selalu melindungimu. " kata tuan manoban lalu memeluk Yoongi dengan kasih seorang ayah.
...πΉπΉπΉ...
"Yeeyyyy... Aku akan bersekolah disekolah yang sama dengan Lisa." Yoonji sangat senang mendengar bahwa dia akan bersekolah kembali.
Dulu dia memang pernah bersekolah di Swiss. Tapi harus selesai karena tak bisa membayar biaya sekolah dan juga harus pindah kembali ke Korea.
"Kita akan berangkat dan belajar bersama disekolahh. " seru Lisa ikut senang
"Abeoji akan mendaftarkan kalian besok. Dan kemungkinan kalian bisa bersekolah besok lusa. Jadi sekarang siapkanlah semua peralatan untuk belajar disekolah. " kata tuan manoban pada Yoongi dan Yoonji.
" eomma akan membantu kalian untuk membeli beberapa peralatan besok. Jadi sekarang kalian bisa beristirahat dahulu. " sambung nyonya manoban lagi.
" baiklah eomma, abeoji... Kami akan beristirahat sekarang. Tapi sekali lagi terima kasih,karena kalian sangat menyayangi kami. " kata Yoongi lalu membungkukan badannya pada nyonya dan tuan manoban.
"sekarang masuklah dan istirahat, kami juga akan pulang." kata nyonya manoban lalu mengajak Lisa untuk pulang kerumahnya yang letaknya disamping rumah Yoongi.
"baiklah... Selamat malam." kata Yoongi lagi.
Kini nyonya dan tuan manoban beserta purtinya, Lisa. Sudah berada diluar pagar rumah Yoongi dan masuk kepekarangan rumah mereka.
"ayo Yoonji... Tidurlah sekarang,kau pasti lelah." ajak Yoongi
Yoonji pun menurut dan masuk kerumah. Mereka tidur dikamar masing-masing. Yoonji kecil sudah berani tidur sendiri, karena dia juga adalah anak yang pemberani.
Rumah mereka juga sudah bisa ditempati karena tidak banyak yang harus diperbaiki. Peralatan rumah pun masih lengkap karena tidak banyak barang yang dibawa eomma saat pindah dari rumah itu.
Suasana rumah dibuat seterang mungkin karena Yoonji sebenarnya juga takut pada gelap, kamarnya juga dibuat terang. Semua barang ditata dengan rapi oleh nyonya manoban, dia tak membiarkan sedikit barang pun berantakan.
Didalam rumah juga diletakkan beberapa tanaman gantung dan tanaman hidroponik agar tetap sejuk dan udara tetap segar.
Kini Yoongi dan Yoonji ingin tidur dengan nyenyak, mereka akan mempersiapkan hari esok yang lebih baik.
...**Bersambung ...
jangan lupa kasi like, rate, fav, and vote ya para readers πΈπ·π·
I Purple you ππ**