
🌷Happy reading🌷
Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya operasi bahu Yoongi selesai dan berhasil dilakukan.
Yoonji yang ditemani Lisa dan Tae hyung masih setia menunggui Yoongi yang masih tak sadarkan diri.
Mereka tidur dikursi sofa yang ada didalam ruangan itu, karena agak sempit jadi mereka tidur dengan posisi duduk.
Sementara Lisa dan Tae hyung sudah tertidur lelap, Yoonji masih terjaga dan duduk disamping tempat tidur Yoongi sambil memegang tangannya.
"oppa.. Cepatlah sembuh, aku sangat merindukan suaranya, aku sangat merindukan masakanmu, aku sangat merindukan semua nasehat dan omelanmu padaku. Aku sangat merindukanmu oppa." kata Yoonji yang menahan tangis
Dia terus memandangi wajah kakaknya yang belum sadarkan diri juga. Dia berharap kakaknya cepat sadarkan diri dan bisa melihat seyum manis kakaknya itu kembali.
Karena sudah sangat lelah dan malam pun sudah sangat larut, Yoonji tertidur disamping tempat tidur Yoongi dan masih memegang tangan kakaknya erat.
Di tengah malam, Tae hyung yang terbangun karena ingin buang air kecil,melihat Yoonji yang tertidur sambil memegang tangan Yoongi. Dia tersenyum melihat kedekatan dan ikatan yang begitu kuat yang dimiliki oleh dua bersaudara ini.
"Kalian begitu dekat." kata Tae hyung pelan.
Tae hyung yang melihat Yoonji yang sepertinya kedinginan pun menggambil jaket tebal yang ia gunakan tadi dan menyelimuti tubuh bagian atas Yoonji yang mungil dan tangannya.
Sesaat Tae hyung memalingkan pandanganya ke arah Yoongi.
"Yoongi-aa.. Jika saja kau bukan kakaknya,mungkin aku akan merasa... "
"ahhh... Sudahlah, dia adalah kakaknya. Wajar mereka sangat dekat,dan aku sangat bangga pada kalian." Tae hyung menapik pikirannya yang entah apa itu. Dan menyunggingkan senyumnya memandang dua kakak beradik itu.
Setelah puas memuji dan memandangi mereka, Tae hyung akhirnya akan melakukan tujuan awalnya terbangun ditengah malam. Rasanya sudah tak bisa ditahan lagi, lalu dia keluar dan mencari kamar mandi. Dan kembali keruangan itu saat sudah selesai.
...🌺🌺🌺...
Keesokan paginya,sang surya sudah mulai menunjukan keagungannya dan memantulkan cahaya lembutnya kearah mata Yoongi yang masih tertutup.
Tapi sesaat setelah itu, tiba-tiba tangan Yoongi yang dipegang oleh adiknya,menunjukan reaksi. Tangannya bergerak perlahan-lahan.
Yoonji yang masih tertidur akhirnya terbangun akan gerakan kecil dari tangan kakaknya.
"uu.. Oppa... " respon Yoonji sambil mengucek-ngucek matanya yang kabur dan terlihat bengkak karena begadang.
"oppa... Kau baik-baik saja?. Dokterr... " teriak Yoonji,hingga membangunkan Tae hyung dan Lisa yang tadi masih tertidur.
"ooahh... Yoonji..ada apa?? Apa kau baik-baik saja?? Ada apa?? " tanya Tae hyung yang kalang kabut dan terkejut mendengar teriakan Yoonji.
"Yoonji-aa... Wae-yo?? " tanya Lisa yang agak lebih tenang namun sebenarnya juga sama terkejutnya.
"Oppa..tangannya bergerak." sahut Yoonji melihat dua sahabatnya yang terkejut.
"O.. Benarkahh?." tanya Lisa membulatkan bibirnya.
Mereka segera mendekat dan melihat keadaan Yoongi.
"sebentar... Aku akan memanggilkan dokter." kata Tae hyung dan berlari keluar kamar.
"oppa... " Yoonji mendekati Yoongi dan memegang tanganya.
"tenang saja Yoonji... Yoongi oppa pasti akan segera sadar." kata Lisa menenangkan saudarinya itu.
Beberapa saat kemudian Tae hyung datang dengan dokter yang merawat Yoongi.
"sebentar.. Aku akan memeriksa kakakmu.. Silakan kalian tunggu dulu diluar. " kata sang dokter.
Yoonji,Lisa,dan Tae hyung pun segera keluar dan tetap menunggu diluar ruangan dengan hati cemas namun juga senang karena Yoongi sepertinya menunjukan tanda-tanda sadarkan diri.
"aku harap dia baik-baik saja." kata Yoonji harap-harap cemas.
"Yoongi pasti baik-baik saja,Yoonji. Kau tenang saja." ucap Tae hyung menenangkan Yoonji.
"benarr ,Yoonji.. Dia adalah kakak kita. Dia sangat kuat bukan. " sambung Lisa memeluk Yoonji dari samping.
Yoonji mengangguk dan tersenyum pada Lisa dan Tae hyung.
Beberapa saat kemudian dokter pun keluar dari ruangan Yoongi. Dan Yoonji langsung menghujaninya dengan pertanyaan.
"Dokter bagaimana keadaan kakak saya?? Dia baik-baik saja kan?? Apakah dia sudah sadarkan diri?? Bolehkan saya masuk dan melihat keadaannya dokter??. " tanya Yoonji yang malah membuat dokter yang ada didepannya tersenyum.
"Sepertinya kalian sangat dekat yaa.. " kata sang dokter
"tenang saja nak.. Kakakmu baik-baik saja. Dia juga sudah sadarkan diri, dan sekarang kalian bisa melihat keadaannya." sambung dokter dengan bahagianya.
"benarkahh?? Baik dokter. Terima kasih. " ucap Tae hyung yang melihat Yoonji dan Lisa sudah langsung masuk kekamar Yoongi,dia juga menyusul.
"oppa...kau baik-baik saja?? " tanya Yoonji pada kakaknya yang kini sedang berbaring didepannya.
"heyyy... Adikku, tentu saja...keadaanku baik-baik saja." jawab Yoongi lembut pada kakaknya.
"haaa... kau membuatku sangat khawatir." kata Yoonji yang tanpa disadari air matanya sudah jatuh kepipinya.
"sudah-sudah... kau tidak boleh menangis,kau lihat aku baik-baik saja kan." kata Yoongi menenangkan adiknya sambil mengelus pucuk rambut adiknya lembut.
"O... Lisa kau juga disini??." tanya Yoongi melihat Lisa berdiri didepannya.
"nee oppa... aku menemani Yoonji disini merawatmu." senyum Lisa.
"Dan.... " Yoongi melirik Tae hyung.
"ini Tae hyung ...oppa." sambung Yoonji.
"Tae hyung??....ohhhh Tae hyung...iya-iya aku ingat. " kata Yoongi yang terlihat biasa saja.
"ahh... reaksinya biasa saja, tenang Tae hyung...itu sudah sikap dan kebiasaannya yang selalu biasa saja dan swag.. tenang Tae hyung...tenang" batin Tae hyung.
"nee hyung.... sudah lama kita tidak bertemu. " senyum Tae hyung ramah
"yaa... sudah lama sekali, dan kau sekarang sudah dewasa....Bagaimana kabarmu?." tanya Yoongi sedikit merespon keberadaan Tae hyung disana.
"yahhh... dia menanyakan kedaanku." batin Tae hyung lagi.
Entah kenapa Tae hyung sangat bangga dan bahagia saat Yoongi yang begitu swag mau bicara padanya dan menanyakan kabarnya. Mungkin karena sikapnya yang selalu dingin dan karena dia adalah kakak dari sahabatnya. upss....
"kabarku baik-baik saja...terima kasih hyung."
"hmm." jawab Yoongi pendek
Tae hyung harus menarik nafas panjang dan menyabarkan dirinya sendiri. Dia juga sudah tau kebiasaan dan sikap Yoongi yang dingin dan cuek pada orang lain ,,kecuali pada adiknya.
"Lisa... kau pulanglah duluan bersama Tae hyung, aku akan disini dan merawat kakakku." kata Yoonji pada Lisa.
"Kau ikutlah pulang bersama Lisa.. aku akan baik-baik saja disini.Lagi pula kau harus berangkat kesekolah dan harus bekerja juga." sambung Yoongi dan berkata pada adiknya.
"tidak.. aku tidak akan berangkat sekolah dan mengambil cuti hati ini.Aku akan marawatmu." jawab Yoonji.
"tidak usah... kau pulanglah dan sekolah..."
"sudah kubilang aku akan merawatmu." Yoonji memotong perkataan Yoongi
"ya tuhan... dia berani sekali." batin Lisa.
"aa iyaa... kau bisa mengambil cuti Yoonji.. aku akan mengatakannya pada guru dan bos kita. Tenang saja." sambung Lisa
"baiklah.. kami pulang dulu." kata Lisa lagi dan menarik tangan Tae hyung.
Tae hyung hanya bisa mengikuti tarikan Lisa dan membungkukan badannya.
"Tae hyung... " panggil Yoonji.
Dengan refleks Tae hyung membalikan badannya.
"Terima Kasih." senyum Yoonji padanya.
Deggg...
Jantung Tae hyung seketika seperti berhenti berdetak. Entah apa yang menyebabkan, dia jadi salah tingkah dan hanya tersenyum malu. Lalu melangkahkan lagi kakinya mengikuti Lisa.
"apa itu tadi... padahal dia hanya berterima kasih padaku?? arghhh." batin Tae hyung.
Kini hanya ada dua bersaudara itu yang ada diruangan.
"Yoonji-aa.. dimana kau mendapatkan uang untuk biaya rumah sakit ini?." tanya Yoongi.
sejurus Yoonji terdiam.
"aku menggunakan semua uang tabungan kita oppa." jawabnya.
Yoongi terdiam dan Yoonji juga tak bersuara.
"termasuk uangmu?." tanya Yoongi lagi.
Yoonji hanya menganggukan kepalanya. tertanda mengiyakan.
"maafkan aku... " ucap Yoongi
"untuk apa oppa meminta maaf ?."
"karena aku sudah membebanimu dengan semua masalah ini, aku sudah menjadi kakak yang tak berguna untukmu." kata Yoongi menyesal.
" Lalu apakah suatu saat nanti.. jika aku berada diposisi seperti dirimu, kau akan meninggalkan adikmu ini." tanya Yoonji balik.
"tentu saja tidak... aku akan merawatmu dan menjagamu.. karena kau adalah adikku."
"begitu juga denganku oppa... kau adalah kakakku dan juga duniaku." ucap Yoonji yang membuat Yoongi luluh dan memeluknya.
"aku sungguh beruntung mempunyai adik sepertimu." kata Yoongi haru
"aku juga beruntung memilikimu sebagai pelindungku oppa.. " jawab Yoonji
"aku berjanji padamu.. aku akan selalu memberikan kebahagian padamu,aku akan bekerja sangat keras dan membahagianmu. Aku berjanji." kata Yoongi lagi.
Yoonji tak menjawab, dia mempererat pelukan kakaknya dan menangis.
...🌷🌷🌷...
...Bersambung...