
Di Siang hari itu namun tak terasa panas karena awan hitam telah menutupi sinar dari sang surya.
Dan air hujan telah turun dengan derasnya dan membasahi kota itu dengan air sejuknya.
Yoonji sejurus terbengong mendengar perkataan dan penjelasan dari sang kakak.
Dia sedikit terkejut akan apa yang diucapkan Yoongi baru saja.
"Maafkan kakak Yoonji... Aku baru memberitahumu hal seperti ini." ucap Yoongi menatap adiknya dalam.
Yoonji terduduk dengan tatapan sayupnya, dia menarik nafasnya panjang dan memejamkan matanya sejenak.
"Aku sudah mengetahuinya oppa.. " ucap Yoonji perlahan seraya membuka matanya dan menatap kakaknya.
Yoongi yang mendengar ucapan adiknya seketika terkejut dan kembali menatap adiknya serius.
"Apa?? Kau sudah mengetahuinya?. " tanya Yoongi bingung.
"Yaa... Tentu saja aku sudah mengetahuinya." jelas Yoonji.
"Lalu kau... "
"Aku akan membiarkanmu melakukan hal itu kak, tapi berjanjilah padaku bahwa kau akan berhenti saat dendammu sudah terbalaskan. " ucap Yoonji menatap kakaknya penuh harapan.
Sejurus Yoongi terdiam dan berpikir akan apa yang diminta oleh adiknya itu.
"Iya Yoonji.. Baiklah akan aku lakukan itu, setelah aku membalaskan dendamku maka aku tak akan pernah melakukan hal itu lagi. " jawab Yoongi memeluk adiknya.
Yoonji membalas pelukan kakaknya tapi dengan wajah yang ditekuk sedih.
"Sebenarnya aku sudah mengetahui hal itu sejak pertama kali kau mengatakan akan pergi ke Swiss kak.. " batin Yoonji.
"Maafkan aku karena aku sudah lancang membuka ponselmu waktu itu karena terus berdering. Dan aku menemukan pesan dari orang yang tak dikenal sedang mengancammu. Aku khawatir pada dirimu, jadi saat kau akan pergi menemui orang itu aku mengikutimu dan melihat kau membunuh orang-orang itu. "
"Jadi karena itulah aku mengetahui bahwa kau sudah terjerumus pada dunia seperti itu, pertama kali aku sangat terkejut saat mengetahuinya dan karena itu juga aku jarang menghubungimu karena merasa sedikit kecewa dan sedih akan apa yang kau lakukan. Aku juga terpukul dan takut kak.. takut akan kehilanganmu. "
"Tapi kau tahu.. Awalnya aku ingin melarangmu melanjutkan hal ini, tapi tiba-tiba Nam Joon oppa datang padaku dan mengatakan segalanya walaupun aku sudah tahu semuanya sejak awal. "
"Tapi dia memberi tahuku satu hal yang membuatku berpikir lebih keras dan mengijinkanmu untuk melanjutkan ini."
Flasback on.
"Yoonji-aa.. Jika kakakmu berhenti sebelum tujuannya tercapai, maka tidak bisa dipungkiri bahwa nyawanya akan dalam bahaya, karena dia sudah masuk terlalu dalam. " ucap Nam Joon membuat Yoonji berpikir dua kali untuk hal ini.
Flasback off.
Yoonji tak mau kakaknya kenapa-kenapa karena hal ini dan terpaksa membiarkannya melanjutkan ini sampai akhir.
"Aku hanya tak ingin kau terluka oppa... Aku tak ingin itu terjadi karena saat ini hanya kaulah yang aku punya. " Batin Yoonji dan menangis dalam diam, dia mempererat pelukan kakaknya dan seakan tak mau melepasnya takut kakaknya akan pergi jauh dan meninggalkannya.
Nam Joon pov.
"Sepertinya aku sudah melakukan hal yang benar dengan memberitahu hal ini pada Yoonji. " Batin Nam Joon melihat dua kakak beradik ini.
"Yaaa... Walaupun aku sudah tahu kalau Yoonji sudah mengetahuinya lebih dulu, tentu saja karena mata-mataku selalu mengawasinya. Dan aku segera bertindak cepat saat mengetahuinya. "
"Kerja bagus Nam Joon.. Kerja bagus. " Batin Nam Joon memuji dirinya sendiri dan tersenyum.
Nam Joon pov end.
"Tapi oppa.. Apa maksudmu pembunuhan yang kau lakukan bisa berpengaruh pada Lisa? Apakah Lisa tahu bahwa kau membunuh mereka?. " tanya Yoonji melepas pelukan kakaknya.
"Sebentar lagi kita akan tahu penyebabnya Yoonji,, aku sudah mengirim seseorang
untuk menyelidiki ini. Kita juga akan meminta keterangan pada Lisa nanti. " jawab Yoongi.
"Pantas saja sikap Lisa agak berubah malam itu. Kau telalu keras padanya. " sambung Yoonji
"Kukira juga begitu Yoonji.. Aku akan meminta maaf padanya, sungguh aku mengatakan hal itu karena terbawa emosi dan panik. Aku tak bermaksud untuk menyakiti perasaannya. " sesal Yoongi.
''Aku berjanji akan meminta maaf padanya. '' sambung Yoongi tersenyum dan mengelus pucuk kepala adiknya.
Beberapa saat kemudian, dokter yang memeriksa keadaan Nyonya Manoban akhirnya keluar dengan wajah sedikit mencurigakan.
''Dokter bagaimana dengan keadaan Eomma kami. '' tanya Yoongi pada dokter tersebut.
Dokter tersebut nampak menarik nafasnya panjang dan menatap mereka.
''Eomma kalian mengalami serangan jantung. '' ucap dokter dan membuat Yoonji. membulatkan matanya terkejut.
''Apa???Serangan jantung??.'' tanya Yoongi menegaskan.
''Iyaa... sepertinya ini penyakit keturunan, tapi tenang saja kami akan lakukan yang terbaik untuk menyembuhkan mereka. '' yakin dokter.
''Yaa.. kami mohon dokter berikan mereka perawatan yang terbaik. ''ucap Yoongi.
''Baiklah.. kami akan lakukan yang terbaik. '' jawab dokter itu seraya hendak pergi dari hadapan mereka.
''Dokter.. bolehkan kami melihat keadaan Lisa dan Eomma kami. '' tanya Yoonji menghentikan langkah dokter.
''Silahkan.. '' jawab dokter itu singkat.
Sesaat setelah dokter itu pergi datanglah Ji Min yang berjalan kearah mereka.
Yoonji hendak berjalan dan masuk kekamar Lisa namun tiba-tiba ponselnya berdering.
''Yeoboseyo... nee Tae Hyung-aa.. wae-yo??'' ucap Yoonji pada penelponnya yang adalah Tae Hyung.
📲 ''Yoonji-aa...bisakah kau menolongku.. aku mohon.'' ucap Tae Hyung yang terdengar panik.
''Ada apa Tae Hyung.. ada apa denganmu??.'' tanya Yoonji yang ikut panik.
📲 ''Akuuu... akuu... tolong aku... ''
''Kau dimana??'' tanya Yoonji sedikit gemetar dan khawatir.
📲 ''Aku ada ditamat.. tempat favorit kita.. aku mohon segeralah kesini dan datanglah sendiri .. auhhh'' pinta Tae Hyung yang diakhiri dengan suara merintih kesakitan.
Yoonji panik dan segera menutup sambungan teleponnya, dia segera pergi untuk melihat kondisi Tae Hyung, takut-takut luka Tae Hyung kambuh lagi.
''Yoonji kau mau kemana??.'' tanya Yoongi melihat adiknya panik.
''Aku harus pergi oppa.. Tae Hyung membutuhkan bantuanku. ''
''Aku akan mengantarmu. '' kata Yoongi.
''Tidak.. aku akan pergi sendiri..jangan khawatir oppa aku akan baik-baik saja. Aku akan pergi. '' ucap Yoonji langsung berlari menuju pintu keluar rumah sakit itu.
''Yoonji.. '' Yoongi memanggil adiknya namun tak didengar oleh Yoonji yang tubuhnya sudah menghilang dari balik pintu itu.
''Tak apa Yoongi.. aku akan menyuruh beberapa orang untuk mengawasinya. Untuk sekarang ayo selesaikan urusan kita. '' ucap Nam Joon seraya berjalan perlahan menuju kamar tempat Lisa dirawat.
Yoongi dan Ji Min hanya mengangguk dan mengikuti langkah Nam Joon dari belakang.
Sementara itu, Yoonji berlari dijalan kota yang masih basah dan hujan yang masih turun dengan derasnya.
Sangat khawatir akan keadaan Tae Hyung yang menghubunginya dengan nada panik dan kesakitan. Yoonji takut akan terjadi apa-apa pada Tae Hyung yang masih terluka karena luka tusukannya.
''Anak itu sudah keluar dari rumah sakit padahal lukanya belum sembuh total, jika terjadi sesuatu padanya aku tak akan mengampuninya. '' gumam Yoonji seraya memanggil taksi untuk mengantarnya ketempat yang diberitahukan oleh Tae Hyung.