
Yoongi mulai menjelaskan apa yang mungkin menyebabkan Lisa menjadi seperti ini dan rahasinya selama ini.
Malam itu saat perampokan terjadi dirumah Yoonji.
Yoongi sangatlah panik dan mencoba berkali-kali menghubungi teman dan keluarganya yang ada di Korea.
Dia terus menghubungi Lisa dan Nyonya manoban akan tetapi tak diangkat juga.
"Si*l ...tak diangkat." dengus Yoongi kesal.
"Yeoboseyo... Siapkan segala keperluanku untuk pulang hari ini, malam ini juga. " ucap Yoongi sedikit berteriak pada orang yang sedang dia hubungin
dan menekankan pada kata malam ini juga.
"Kau hanya perlu mencarikanku tiket malam ini, semua kebutuhan yang lain sudah kusiapakan, jika kau tak mendapatkannya maka aku akan membunuhmu. " ancam Yoongi emosi dan panik.
Dia segera menutup teleponnya dan tanpa berpikir panjang dia segera pergi dari rumah besar yang dia beli diSwiss untuk tempat tinggal sementara tanpa mengambil barang ataupun pakaiannya karna baginya semua itu tak penting.
Saat Yoongi hendak masuk kemobilnya, dia terlihat menghubungi satu orang lagi...
"Nam Joon-sshi... " Yoongi ternyata menghubungi Nam Joon dan entah mereka bicara apa saja.
Yoongi sangat terbawa emosi dan panik hingga saat ditengah jalan, tiba-tiba ponselnya berdering dan tertera nama Lisa dilayar biru ponselnya.
"Yeoboseyo... Kemana saja kau hah... Aku sudah mencoba menghubungimu berkali-kali... Kau tahuu adikku dalam bahaya, dan kalian... Arrgggttt... Cepat hubungi polisi dan lihat keadaan adikku disana...kau mengerti,,, tak berguna. " Bentak Yoongi tak memberikan kesempatan bagi Lisa untuk bicara, dia segera menutup sambunganya secara sepihak. Yoongi tak sadar apa yang baru saja dia katakan mungkin bisa membuat Lisa sakit hati. Tapi mau bagaimana lagi, emosi dan paniknya mengalahkan semuanya.
Yoongi masih menyetir dan melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata, dia tak peduli jika saat itu turun hujan lebat dan petir menggelegar, yang terpenting adalah keselamatan adiknya.
Dia terus menancap gas mobilnya hingga sampai dibandara.
🪶~~~~~🪶
Setelah beberapa saat terbang dengan pesawat akhirnya Yoongi sampai diKorea saat dini hari, yang pertama kali dia lakukan adalah menghubungi seseorang.
''Nam Joon-sshi... Bagaimana keadaan adikku?." tanyanya yang masih khawatir.
"Benarkah?? Jadi siapa orang bereng**k yang telah berani ingin menyakiti adikku. " ucapnya dengan tangan terkepal bulat sempurna dan pikiran yang terasa sangat panas.
"Kalah begitu bawa saja dia kepadaku, aku akan mengurusnya.. Dan satu lagi berikan adikku pengawasan yang ketat jangan biarkan dia sendirian lagi, aku tak mau hal ini terulang lagi. " pintanya pada Nam Joon.
Setelah itu Yoongi segera berangkat kealamat tempat yang sudah diberikan oleh Nam Joon.
Tempat tersebut adalah tempat yang sepi dan sebuah gang yang sempit.
"Ti.. Tidakk... Tuann.. To.. Tolong ampuni ka..mi. " mohon seseorang pada pria yang tengah berdiri didepannya dengan membawa sebuah cambuk ditangannya.
"Kalian sudah melakukan hal yang seharusnya tidak kalian lakukan.. Jadi ini adalah hukuman untuk kalian. " smirk pria itu dan mulai mencambuki tiga orang pria yang sedang berlutut memohon kehidupan dikakinya.
Dia mencambuki para pria itu tanpa ampun dan semakin keras saat teriakan mereka semakin merintih kesakitan.
"Cukup Nam Joon-sshi.. " ucap seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Yoongi yang berjalan perlahan dengan gayanya kearah pria dan tak lain adalah Nam Joon sendiri yang sedang menyiksa tiga orang pria dan merupakan para perampok yang menyerang Yoonji.
"Kenapa kau menyiksa mereka seperti itu. " smirk Yoongi dan berjongkok memandang para pria itu yang sedang merintih kesakitan.
"Tu.. Tuan.. Maafkan kami.. Ka.. mi menyesal telah me.. lakukannya...aku.. Mohon ampunilah kami...to.. long bebaskan kami... " mohon mereka dan berlutut pada Yoongi dengan tangis karena kesakitan.
"Aku akan membebaskan kalian dari segala siksaan didunia ini.."
"Dan untuk selamanya. " sambung Yoongi dengan smirknya.
"Nam Joon-aa... Kenapa kau malah menyiksa mereka , kau tak lihat matahari akan segera terbit. Jadi ayo cepat selesaikan urusan kita disini. Sebelum seseorang datang dan melihatnya. " ucap Yoongi sambil memegang pundak Nam Joon dan tersenyum sadis.
Mengerti akan apa yang dikatakan oleh Yoongi, Nam Joon mengambil sebuah pistol yang ia bawa disaku celananha dan mengarahkannya pada tiga pria tersebut.
"Aaa.. Tidakk Nam Joon.. Biar aku saja.. " ucap Yoongi yang tanpa pikir panjang lagi segera mengambil pistol yang dibawa Nam Joon dan menembakkannya pada tiga pria tersebut tanpa ampun.
Para perampok itu mati seketika ditempat tersebut.
"Cepat bawa mereka dan urus jenasah mereka. " pinta Yoongi pada para anak buahnya, dan dia sendiri hendak pergi dari sana dan disusul oleh Nam Joon dibelakangnya.
Namun Yoongi tak menyadari bahwa ada seseorang yang sedang mengawasinya dan merekam aksinya tersebut.
Setelah membunuh mereka, Yoongi segera pulang kerumahnya dan menghubungi Ji Min, orang suruhannya untuk menjaga Yoonji sampai dia kembali.
Saat sampai dirumahnya hal pertama yang dia cari adalah adiknya, tapi ternyata Yoonji belum kembali, dia masih menunggu adiknya pulang sambil membicarakan hal lain bersama Nam Joon dan mengawasi para tukang yang Nam Joon panggil untuk memperbaiki rumahnya.
Namun saat berbicara dengan Nam Joon, tiba-tiba ponselnya berdering, dan tertera dilayar ponsel yang menghubunginya hanyalah nomor tanpa nama.
"Yeoboseyo.. " ucap Yoongi mengangkat ponselnya.
"Selamat pagi tuan Min.. " ucap seseorang misterius dengan suara berat dari balik telepon.
"Nu-gu??." tanya Yoongi menanyakan identitas si penelpon.
"Tak penting kau tahu siapa aku tuan Min... Yang terpenting adalah keselamatan pada orang terdekatmu. "
''Yakkkk sial*n... siapa kau yang berani mengancamku seperti ini. '' umpat Yoongi dan berteriak pada orang misterius yang menghubunginya.
''Heyyy.. jangan berterik seperti itu padaku karna itu tak akan ada gunanya.'' ucap pria misterius itu.
''Yang harus kau ketahui adalah satu-persatu keluargamu akan aku musnahkan... Dan rencana pembunuhan pada adikmu itu hanya permulaan tuan Min, hanya permulaan. '' sambungnya dan menutup sambungan teleponnya secara sepihak.
''Dasar bereng**k... Yakkk.... awas saja kauu.. aku akan menemukanmu dan membunuhmu. '' dengus Yoongi kesal dan hampir membanting ponselnya.
''Siapa yang menghubungimu??.'' tanya Nam Joon yang penasaran akan siapa yang mengancam temannya itu.
''Entahlah.. aku juga tidak tahu dan jika aku mengetahuinya aku akan mencekiknya dan membunuhnya.. berani sekali dia mengancamku. '' pekik Yoongi yang semakin emosi.
''Sepertinya dia tahu sesuatu tentang kita dan pembunuhan ini. '' kata Nam Joon.
''Iyaa.. mungkin.'' jawab Yoongi mengepalkan tangannya.
''Nam Joon mintalah dia untuk segera pulang aku akan memintanya untuk mengurus dan menyelidiki masalah ini, aku tak ingin keluargaku terluka karena masalahku. '' pinta Yoongi pada Nam Joon.
Nam Joon mengangguk dan seperti menghubungi seseorang dan entah siapa yang dia hubungi...
O(≧▽≦)OO(≧▽≦)OO(≧▽≦)O