
Yoongi, Yoonji, dan Lisa melaksanakan sekolah mereka dengan baik. Saat kelulusan mereka memberikan hasil yang sangat memuaskan.
Yoongi dan Yoonji menjadi salah satu murid teladan dan Lisa juga berhasil mendapatkan nilai yang sangat memuaskan.
Tuan dan nyonya manoban amat bangga pada mereka. Kini anak-anak mereka sudah tumbuh dewasa.
Yoongi yang kini sudah berusia 22 tahun sudah melanjutkan pendidikannya ke tingkat kuliah. Dia juga sudah mendapatkan pekerjaan paruh waktu sebagai kurir pengantar barang. Dia pandai-pandai mengatur waktunya agar tidak bertambrakan dengan sekolah dan pekerjaannya
Yoonji dan Lisa juga sudah berada pada jenjang Sekolah Menengah Akhir. Usia mereka kini 18 tahun. Sebentar lagi mereka juga akan lulus.
"oppa.. Aku juga ingin bekerja paruh waktu. " Yoonji meminta izin pada Yoongi suatu hari di ruang tengah
"tidak... Kau berdiamlah dirumah... Belajarlah yang giat ...biarkan aku saja yang bekerja."tolak Yoongi
" aaaaa.... Ayolahh oppa... Aku juga ingin bekerja" bujuk Yoonji.
"tidakk... "jawab Yoongi singkat.
"kalau begitu aku tak akan makan masakanmu lagi." rajuk Yoonji.
"yakk... Kau ini sudah besar dan masih saja suka merajuk." kata Yoongi melihat adiknya kesal.
" nahhh... Itu tahu aku sudah besarrr... Jadi boleh dong bekerja." kata Yoonji kembali.
Yoongi tak bisa berkata-kata lagi. Seakan akan dia sudah dimakan oleh kata-katanya tadi.
" tapi Yoonji... "
"aa.. Aaa... Tidak lagi, tak ada penolakan... Aku akan bekerja titik." kata Yoonji memotong perkataan Yoongi.
"arraso... Kau boleh bekerja... Tapi dengan satu syarat. " sambung Yoongi.
" apa? " Yoonji memerhatikan kakaknya dengan seksama
"jangan ambil pekerjaan yang berat dan jangan sampai mengganggu sekolahmu, jangan sampai kau telat makan juga karena pekerjaan itu, jangan sampai kau terlalu kelelahan saat bekerja. Ingat makan dan pulang tepat waktu. " jelas Yoongi antusias
" dan aku sudah mengetahui pekerjaan yang kau ingin aku lakukan. " sambung Yoonji.
"apa itu?." tanya Yoongi
"boss... Hanya seorang bos yang akan seperti itu." tawa Yoonji
" aku akan mewujudkan hal itu suatu hari nanti adikku... Aku akan membuat kita menjadi bos itu." ucap Yoongi tersenyum pada Yoonji.
" aku juga akan membantumu mewujudkan itu oppa." kata Yoonji
"mari kita berjuang dan mewujudkan impian itu." kata Yoongi lagi.
Mereka memiliki impian yang sama-sama ingin mereka wujudkan. Dan dengan itu mereka harus bekerja keras, mereka sekolah dan bekerja dengan sangat giat.
"O.. Oppa, Lisa juga akan ikut bekerja paruh waktu bersamaku." kata Yoonji saat mereka makan malam.
" benarkah? Apakah abeoji mengijinkannya?." tanya Yoongi
" tentu saja... Abeoji dan eomma mengijinkannya.Kami juga akan bekerja ditempat yang sama" sambung Yoonji.
"baguslah... Jadi kalian bisa pulang bersama-sama. " kata Yoongi.
" tentu saja. " senyum Yoonji.
Yoonji dan Lisa bekerja ditempat yang sama sebagai pegawai sebuah minimarket. Mereka sekolah pagi dan sorenya akan bekerja sampai malam.
Kini sudah beberapa bulan mereka bekerja.
Tapi sepertinya hari ini toko tempat mereka bekerja tutup lebih awal .Lisa dan Yoonji memutuskan untuk berjalan kaki saja, selain menghemat uang, mereka juga ingin berjalan-jalan malam ini.
"Yoonji-aa... apakah kau tidak lelah seperti ini terus?." tanya Lisa
"tentu saja aku lelah... aku tahu kau juga pasti lelah.. tapi ayolahhh.. inilah hidup.Bukankah tidak akan menyenangkan jika dalam hidup ini kita hanya merasakan senang saja." kata Yoonji panjang lebar.
"yaa... aku juga tahu itu." sahut Lisa.
"kita akan berhenti bekerja seperti ini setelah kita lulus. Kita akan mencari pekerjaan yang lebih bagus sembari kita kuliah. Bagaimana?. " tanya Lisa lagi.
" kita akan mencari pekerjaan yang tidak terlalu berat, yang tidak akan membuat kita kelelahan dan kita juga bisa cepat pulang, makan pun bisa tepat waktu .Dan tentunya menghasilkan banyak uang." sambungnya lagi.
"hehee... kau ini seperti Yoongi saja." Yoonji tertawa kecil.
"tentu saja kita akan mencari pekerjaan lain setelah ini...yang bisa menghasilkan lebih banyak uang untuk kita kuliah juga. Kita akan mencarinya bersama-sama. Tapi kau tahu,, tak ada pekerjaan yang bisa memberi kita banyak uang kalau itu bukan pekerjaan yang berat dan membuat kita lelah. " kata Yoonji pada Lisa dengan tawa kecil
"iya.. iya... Yoonjiku yang paling imut... kita akan bekerja sangat keras hingga bisa mengumpulkan banyak sekali uang."senyum Lisa.
Mereka berjalan dijalan yang sepi tapi tetap terang oleh penerangan jalan disana. Sesaat mereka terdiam. Namun pecah saat Lisa kembali bicara pada Yoonji.
"Yoonji-aa... pernahkah kau memikirkan tentang pria yang akan kau nikahi dimasa depan? . " tanya Lisa
Yoonji seperti tersedak ludahnya sendiri. Baru kali ini orang yang sudah dia anggap saudarinya sendiri, bukan dianggap tapi memang sudah menjadi saudarinya ini. Untuk pertama kalinya bertanya dan mengatakan hal seperti ini.
"yakkk... aku hanya bertanya dan kau sudah sangat terkejut seperti ini. " kesal Lisa
"aigooo... ada apa dengan saudariku ini.. apakah kau menyukai seseorang?."tanya Yoonji menggoda saudarinya itu
"a..aniyooo...aku tak menyukai siapapun. " pipi Lisa menjadi merah.
"ayolahhh... kau berbohong.. kau ini sebenarnya tak pandai berbohong ..aku bisa melihatnya dalam raut wajahmu. " desak Yoonji yang membuat Lisa jengah
" yakkk... aku tak sedang menyukai seseorang, aku hanya ingin bertanya hal ini padamu. Karena aku tahu kau ini adalah tipe orang yang tak pernah memikirkan pernikahanmu dimasa depan. Jadi aku harus mengatakan ini padamu. " kata Lisa panjang lebar dengan wajah kesal.
Yoonji memang bukanlah gadis yang akan memikirkan pernikahan impiannya. Bukannya dia tak suka, tapi dia pikir memang belum waktunya untuk memikirkan itu.
Dia juga sangat tertutup jikalau menyangkut hal percintaan, dia tak pernah mengatakan siapa yang dia cintai saat ini,baik kepada Yoongi kakaknya maupun Lisa teman dekat yang sudah seperti saudarinya.
"hahaa...yaaa... kau yang paling tahu tentang diriku,Lisa."kata Yoonji melihat Lisa yang kesal.
"Dan oleh karena itu, aku akan memberikan nasehat padamu. Carilah pria yang mencintaimu, yang bisa menerima segala kekurangan dan kelebihanmu, dan yang bisa melindungimu seperti kakakmu yang selalu membuatmu aman dan bahagia,dan kalau bisa carilah yang punya gedung tinggi juga. Mengerti." jelas Lisa pada Yoonji yang hanya tersenyum padanya.
"hmmm... baiklahh saudariku tercinta... kau juga harus begitu,carilah orang yang bisa mencintaimu, memberikan kebahagiaan, dan melindungimu seperti ayahmu yang selalu membuatmu tersenyum.Kau juga harus mencintai dan menerima kekurangan serta kelebihan kekasihmu." ucap Yoonji
"tentu saja... kita akan mencari orang yang seperti itu. Jika dapat." sahut Lisa lagi.
Yoonji hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya ini. Dia memang yang paling tahu tentang diri Yoonji.
Mereka mengobrol sepanjang perjalanan. Dan karena asyiknya ngobrol sambil tertawa,Yoonji tak melihat kearah depan dan menabrak orang didepannya..
"aaa... " Yoonji menabrak badan kekar yang sepertinya cukup tinggi.
Dia hampir terjatuh tapi tubuhnya ditahan oleh tangan kuat dan pegangan yang lembut. Yoonji menutup matanya, wajahnya ditutupi oleh rambutnya yang terurai. Satu tangan dari pria itu menyingkirkan rambut yang menutupi wajah manis Yoonji.
Saat Yoonji membuka matanya, dia melihat ternyata orang itu adalah.....
...Bersambung ...