
jangan lupa tinggalkan like, komen, rate, and vote yaa temen-temen. Biar author lebih semangat nulisnya. πππ
π·Happy readingπ·
Tanpa kesusahan tangan kekar Tae hyung masih kuat menggendong tubuh mungil Yoonji hingga sampai kerumahnya. Karena jarak rumahnya juga tak terlalu jauh dari taman itu.
"aku pulang." teriaknya didepan pintu rumah.
Yoonji meminta turun dari gendongan Tae hyung dan berjalan pincang mendekati pintu. Saat akan membuka pintunya tiba-tiba pintu terbuka sendiri, lebih tepatnya dibuka oleh Yoongi yang kini berdiri didepannya dan melihat keadaan Yoonji.
Yoongi melihat celana dibagian lutut adiknya yang semula baik kini robek dan lututnya terluka.
"ada apa dengan kakimu?. " tanya Yoongi khawatir.
"tidak apa-apa...kakiku hanya sedikit terluka karena terjatuh." jelas Yoonji pada kakaknya.
" apanya yang tidak apa-apa lihatlah lututmu berdarah." sambung Yoongi.
"ini hanya sedikit.. aku sudah mengobatinya." jawab Yoonji.
" sudahlahh... ayo masuk dan istirahatlah didalam." Kata Yoongi sembari ingin memapah adiknya masuk ke rumah.
Yoonji hanya mengangguk, tapi sebelum itu dia mengajak Tae hyung dan Lisa masuk kerumahnya.
"Tae hyung, Lisa.. ayo masuk."
Tae hyung dan Lisa hanya mengangguk saja dan mengikuti Yoonji masuk kerumahya.
''tunggulah disini... akan aku buatkan teh untuk kalian." kata Yoonji mempersilahkan mereka duduk.
"tak apa-apa Yoonji... aku juga tak akan lama, ini sudah malam." sahut Lisa menghentikan langkah Yoonji yang hendak kedapur.
"ohh... ya.. aku juga, aku akan segera pulang." sambung Tae hyung.
"Terima kasih kalian sudah mengantarku sampai kerumah." Ucap Yoonji.
"Tak masalah... kita ini sahabat." kata Tae hyung yang membuat Lisa memandangnya tajam.
"Lisa rumahnya ada disebelah rumah kami, lalu kau Tae hyung, bagaimana kau akan pulang?." tanya Yoongi menatap Tae hyung.
"O... aku bisa naik bus malam, hyung...halte busnya juga dekat dari sini hanya ada diujung jalan. " jelas Tae hyung.
"tidak usah.. sebagai ungkapan rasa terima kasihku karena kau telah mengantar adikku, aku akan mengantarmu pulang. "
"tidak apa-apa hyung.. aku bisa. pulang sendiri."
" kau menolak tawaranku." Yoongi menatap Tae hyung tajam dengan ciri khasnya yang dingin.
glekk...
Tae hyung menelan ludahnya kasar.
"Bukan begitu hyung.."
"tak apa.. ayolah aku antar. " potong Yoongi langsung menuju keluar rumah.
"Yoonji-aa.. tetaplah dirumah, aku keluar sebentar."
"tenang saja Tae hyung... kakakku memang seperti itu, dia sebenarnya sangat baik. Pergilah, kakakku akan mengantarmu." kata Yoonji.
"yaaa... kukira juga begitu.. baiklah Yoonji,Lisa aku pulang dulu.'' pamit Tae hyung.
"Tae hyung..." panggil Yoonji.
secara refleks Tae hyung mebalikan badannya melihat sumber suara yang memanggilnya.
"Gomawo-yo. " ucap Yoonji menyunggingkan senyumnya.
Tae hyung menangkapinya dengan senyum dan jantung yang berdegup lebih kencang dari biasanya. Dia membalikan badannya kembali dan hendak pergi dengan memegang dadanya dan tersenyum.
Tak lama setelah Tae hyung pergi, Lisa juga pulang karena ini juga sudah larut malam. Kini Yoonji sendiri dirumahnya, dia hendak pergi kekamarnya dan mengganti pakainannya yang sudah kotor dan celananya yang robek. Lalu tertidur diruang tengah karena mengunggu kakaknya yang belum pulang.
...πππ...
Keesokan paginya, Yoonji terbangun dikasurnga sendiri. Dia terkejut kenapa ada disini, padahal kemarin malam dia ada diruang tengah.
"ahh.. mungkin Yoongi oppa yang memindahkanku. " batin Yoonji.
" oppa... odiyo?." teriak Yoonji memanggil kakaknya dan berjalan pincang keluar kamar.
"aku didapur." sahut Yoongi
"mandilah dulu dan bersiap, kau harus segera berangkat kuliah." sambungnya.
Yoonji tak menjawab dan hanya langsung menuju kekamar mandi.
Setelah selesai mandi dan bersiap dia pergi keruang makan untuk sarapan bersama kakaknya.
Ditengah acara sarapan, Yoongi sepertinya ingin mengatakan sesuatu.
"hmmm.." jawab Yoonji singkat karena masih fokus memotong makanannya.
" Aku akan pergi ke Swiss. "
Seketika Yoonji berhenti melakukan aktifitasnya, pandanganya terahlihkan dan memandang wajah kakaknya, tangannya gemetar dan matanya berkaca.
"untuk apa oppa mau kesana?." tanyanya lemas.
"Dengarr.. aku tak ingin menyembunyikan sesuatu darimu, jadi aku akan mengatakannya." kata Yoongi.
"aku akan pergi ke Swiss dan menyelesaikan kasus ayah kita itu. " sambungnya.
"Dan aku harap kau bisa mengerti dan mendukungku."
Sejurus Yoonji hanya terdiam, entah dia sedang memikirkan apa, dalam hatinya sungguh berat mengizinkan sang kakak untuk pergi.Tapi mau bagaimana lagi, keadilan juga harus ditegakkan.
" Bagaimana mungkin aku bisa melarangmu, dia adalah ayah kita, dia adalah pahlawan kita, jadi kita berkewajiban untuk memeberikannya keadilan atas kematiannya." Ucap Yoonji
" aku berjanji..aku akan berikan keadilan untuk ayah kita." kata Yoongi
" pergilah kak... aku akan baik-baik saja disini."
Yoongi tersenyum dan mengelus pucuk rambut adiknya lembut.
"Yoonji-aa... kau sudah siap." terdengar suara memanggil dari luar dan sudah pasti itu suara Lisa.
"nee.. aku sudah siap, tunggulah."
"ayoo... kau harus segera berangkat." ajak Yoongi dan mengambil jas dan kunci mobilnya.
Yoongi mengantar Yoonji dan Lisa ke kampus mereka. Setelah iti baru dia berangkat kekantornya.
Sesampainya Yoonji dan Lisa dikampus, mereka sudah disambut oleh suara yang sudah sangat familiar bagi telinga mereka.
"Yoonji-aa... " sambut Tae hyung.
"kau hanya menyambut Yoonji?." tanya Lisa yang cemberut.
" Ooo... Hayy Lisa yang imuttt." kata Tae hyung menghibur.
"sudah terlambat." sahut Lisa.
"heyy.. jangan marah begitu.. kau ini sangat mudah marah yaa. " ledek Tae hyung.
Lisa tak menjawab dan masih cemberut. Yoonji yang melihat tingkah sahabatnya hanya cengingiran.
"sudahlah... nanti kubelikan ice cream. " bujuk Yoonji.
Lisa tak bergeming tapi kata-kata Yoonji cukup untuk membuatnya tak cemberut lagi. Karna Lisa sangat suka ice cream.
" ayo kekelas atau dosen kita akan mengamuk nanti." ajak Yoonji dan menarik tangan Lisa.
" sudahlahh jangan cemberut lagi Lisa.." bujuk Tae hyung menjewer pipi Lisa.
"kau harus bertanggung jawab membuatnga tersenyum lagi Tae hyung.. " ledek Yoonji.
"hahhh... apa yang harus aku lakukan sekarang. "
"moleokesseoyo... babo." ledek Lisa dan akhirnya mengeluarkan tawa kecilnya.
"wahhh... kau sudah tak marah lagi." senang Tae hyung.
"tak juga... aku masih marah padamu, hanya saja aku tak bisa menunjukkan perasaan marahku pada siapapun karena aku ini adalah orang yang lemah lembut tauu..." kata Lisa bangga.
"hohoooo.... nee.. Lisa yang maha lemah lembut." ledek Tae hyung sembari membungkukan badannya pada Lisa.
Yoonji hanya tertawa melihat tingkah kedua sahabatnya itu. Sungguh sangat menyenangkan mempunyai dua sahabat seperti mereka.
Pelajaran hari ini sudah selesai dan seperti janjinya, Yoonji mengajak dua sahabatnya ke kedai ice cream dekat kampus mereka.
Setelah mendapat ice cream yang mereka inginkan, mereka duduk-duduk dibangku taman pinggir jalan. Mereka terlihat seperti 3 anak kecil yang sangat menyukai ice cream.
"Bukankahh kita terlihat seperti anak kecil." kata Tae hyung.
Lisa dan Yoonji hanya tertawa kecil mendengar pengakuan Tae hyung yang terdengar sangat polos.
Bukan tanpa alasan, sekarang ini mereka memang terlihat seperti anak kecil yang sangat menyukai ice cream. Bahkan mereka tak peduli pada orang-orang sekitar yang memperhatikan mereka. Mereka hanya tertawa kecil bak anak kecil yang sangat bahagia. Tapi sebenarnya kini mereka bukan anak kecil lagi yang harus menghadapi kenyataan dalam hidup.
...**Bersambung...
...π·π·π·...
Yoongi pov: Jangan lupa like, komen, rate 5 ,and vote yaa readers. Okehhh**...