
Sampai dirumah,Yoonji mendapati beberapa orang tengah memperbaiki rumahnya yang berantakan karena kejadian kemarin malam.
''Siapa yang memanggil mereka??.'' tanya Yoonji pada Ji Min.
''Orangnya ada didalam.'' Jawab Ji Min tersenyum .
''Lisa.. ayo mampir sebentar. '' ajak Yoonji seraya memandang dan memegang tangan Lisa.
Lisa hanya mengangguk dan tersenyum menerima ajakan Yoonji, sambil berjalan dibelakangnya dan disusul oleh Ji Min.
''Hati-hati Yoonji... ada benda tajam disana.'' peringat Ji Min pada Yoonji.
Yoonji menoleh dan tersenyum seraya mengangguk pada Ji Min.
''Ooo... kau sangat perhatian. ''ucap Lisa tersenyum aneh pada Ji Min.
''Karena aku adalah pengawalnya dan temannya juga hari ini, ini adalah tugasku untuk menjaganya. '' jelas Ji Min tenang.
Lisa masih tersenyum curiga seraya menatap Ji Min yang hanya buang muka dan berjalan mendahului mereka berdua.
Saat didalam Yoonji melihat Nam Joon sedang berbicara dengan seseorang dan Ji Min datang ikut bicara dengan mereka.
Yoonji tak bisa melihat wajah pria itu karena posisinya sedang membelakangi Yoonji, namun sepertinya Yoonji mengenal orang itu, dimulai dari gerak-geriknya sedang berbicara dan dari tubuhnya yang sangat familiar dimatanya. Yoonji pikir pria itu adalah...
''Oppa.. '' panggil Yoonji.
Seketika pria yang merasa dirinya sedang dipanggil membalikan badannya dan menatap Yoonji seraya menunjukan senyum tipisnya.
Dan benar saja apa yang dipikirkan oleh Yoonji bahwa pria itu adalah kakknya, Yoongi.
''Oppa... bogosipoyo. '' seru Yoonji seraya berlari kecil dan memeluk kakaknya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
''Aigoo... adikku, Apa kau baik-baik saja. Aku juga sangat merindukanmu. '' ucap Yoongi memeluk erat adiknya dan mencium pucuk kepalanya sekilas.
''Kenapa kau lama sekali disana, kau tau aku sangat kesepian disini. '' ucap Yoonji yang sudah menangis dipelukan kakaknya.
''Heyyy.. jangan menangis, aku sudah disini sekarang. Lihatlah aku hanya pergi selama satu bulan dan kau sudah sangat merindukanku.'' Hibur Yoongi melepas pelukannya dan menatap Yoonji seraya menghapus air matanya yang sudah membasahi pipinya.
''Tapi kau baik-baik saja kan adikku?, kau tak kenapa-kenapa kan?, aku sungguh sangat menghawatirkanmu.'' tanya Yoongi khawatir.
''Aku baik-baik saja oppa.. apakah Nam Joon oppa tak memberitahumu sehingga kau sekhawatir ini. '' gurau Yoonji.
''Nam Joon mengatakan kau baik-baik saja tapi perasaanku tetap saja tak tenang jadi aku memutuskan untuk pulang dengan segera.'' sambung Yoongi.
''Tenang saja aku baik-baik saja, karena Tae Hyung telah menyelamatkanku.'' ucap Yoonji
''Nam Joon juga sudah mengatakannya, aku sangat berterima kasih pada Tae Hyung. '' kata Yoongi tersenyum.
Sementara Yoonji yang sedang merasa senang dan melepas rindu dengan kakaknya, diwaktu yang sama wajah Lisa yang semula ceria berubah pucat ketika melihat kedatangan Yoongi.
''Yoon... Yoonji-aa.. '' panggil Lisa terbata-bata.
Yoonji yang terpanggil pun menoleh pada Lisa, begitu pun dengan Yoongi yang menatapnya Lisa dengan tatapan sedikit aneh. Lalu Yoongi juga melirik Nam Joon yang ada disampingnya.
''Ada apa Lisa??.'' Tanya Yoonji mendekati Lisa.
''Ak... aku.. akan pulang. '' ucap Lisa yang sepertinya terlihat ketakutan.
''Kau kenapa Lisa?? Kau baik-baik saja kan??.'' tanya Yoonji melihat wajah Lisa yang berubah menjadi pucat.
''Ak.. aku.. baik-baik saja... aku akan pulang sekarang,, sampai jumpa.'' ucap Lisa seraya melangkahkan kakinya dan keluar dari rumah Yoonji dengan napas yang memburu.
Entah kenapa Yoonji merasa sangat aneh melihat tingkah Lisa, sejak kemarin malam dan hari ini juga. Dia merasa curiga dan khawatir pada sahabatnya itu.
Sementara Yoongi dan Nam Joon memperhatikan Lisa yang sudah pulang, mereka saling memandang dan sepertinya menyembunyikan sesuatu dari Yoonji.
Yoonji masih merasa aneh dan kembali. memandang kakaknya yang juga terlihat bertingkah sedikit aneh.
''Apakah kalian menyembunyikan sesuatu dariku?.'' desak Yoonji membuat kakaknya terlihat kebingungan.
''Aniyoo.. tidak ada Yoonji, tak ada yang kami sembunyikan darimu. '' jawab Nam Joon gugup.
''Aku tak mempercayainya. '' bantah Yoonji kembali menatap kakaknya.
''Sudahlah Nam Joon, aku juga tak ingin menyembunyikan ini lagi, aku sudah lama memendamnya dan mungkin ini saatnya aku mengatakannya padamu adikku.'' ucap Yoongi menatap adiknya.
Yoonji menjadi semakin curiga dan penasaran tentang apakah yang kakaknya sembunyikan darinya. Dan sepertinya dia akan langsung mendapatkan jawabannya hari ini.
''Sebenarnya... ''
''LISAA..... '' Perkataan Yoongi terpotong karena teriakan seseorang dari luar rumah.
Yoonji yang terkejut mendengar teriakan milik Eommanya, dia segera berlari keluar rumah dan melihat apa yang terjadi, begitupun dengan Yoongi, Nam Joon, dan Ji Min.
Mereka segera pergi dan mendekat keasal suara, yaitu rumah Nyonya Manoban. Pintu rumah mereka juga terbuka dan ketika mereka sampai, dilihatnya Nyonya Manoban sedang memeluk Lisa yang meringkus dan tergeletak lemas.
''Eomma.. ada apa? Kenapa dengan Lisa?.'' tanya Yoonji khawatir dan mendekati Nyonya Manoban.
''Yoonji... aku juga tidak tahuu...sa..,saat li.. Lisa datang.. dia bi.. bilang dadanya te...terasa sesak.. '' ucap Nyonya manoban sesenggukan karena menangis.
''Lalu dia... menangis.. dan.. ke.. kepalanya pusing.. dia jatuh.. dan.. menyebut.. nama.. kalian.. entah.. ap.. apa yang ingin.. dia katakan.. dia men.. jadi seperti ini.. '' sambungnya memeluk Lisa.
''Eomma.. eom.. maa.. aku takut. '' ucap Lisa yang meringkus ketakutan dan menangis disudut kamarnya. Dia terlihat sangat menghawatirkan dengan rambut yang berantakan dan matanya juga sebam karena menangis, napasnya juga memburu dan terlihat kesulitan bernafas.
Yoonji sangat khawatir dengan keadaan Lisa, apalagi dia tahu bahwa Lisa mempunyai penyakit jantung.
''Putriku.. ada apa?.'' tanya Nyonya Manoban yang masih menangis hendak memeluk Lisa, namun Lisa memberontak dan hampir memukul ibunya sendiri.
Lisa terlihat seperti orang yang depresi, entah apa sebabnya dia seperti ini. Yoongi yang melihat keadaan Lisa, dia kembali melirik Nam Joon dan terlihat raut wajahnya berubah menjadi hendak marah dan emosi namun dia samarkan ketika adiknya juga meliriknya.
''Eomma.. dimana abeoji??.'' tanya Yoongi mendekati nyonya manoban.
''Dia sedang diluar kota....dia bilang akan pulang hari ini...tapi tidak jadi karena masih ada beberapa.....pekerjaan yang harus dia urus disana. Dan aku belum...sempat mengabarinya. '' ucap Nyonya manoban.
''Sebaiknya kita bawa Lisa kerumah sakit, aku khawatir dia kenapa-kenapa nanti. '' sambung Yoongi hendak mendekati Lisa.
''Tidak... jangan mendekat atau aku akan memukulmu...PEMBUNUH.... '' Teriak Lisa yang membuat orang-orang yang mendengarnya menjadi sangat terkejut.
''Lisa.. apa yang kau katakan nak... kenapa kau jadi seperti ini..'' tangis nyonya manoban melihat keadaan Lisa yang menghawatirkan.
Yoonji memeluk nyonya manoban yang menangis dan terlihat sangat lemas. Lalu Yoonji memandang kakaknya yang masih berusaha membuat Lisa tenang.
"Si*l..aku tak bisa membawanya jika dia masih dalam keadaan seperti ini.. maafkan aku Lisa sepertinya aku harus menggunakan cara lain. " batin Yoongi
Secara diam-diam Yoongi mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, berupa sebuah suntikan dan dia pun mulai mendekat pada Lisa. Namun nampaknya Lisa masih memberontak.
''Sudah kubilang.... jangan mendekat...dasar pembunuh... kau adalah seorang pembunuh, pergi dan jauh-jauh dariku... '' teriak Lisa yang menangis dan meringkus ketakutan melihat Yoongi.
Yoongi tak memperdulikan hal itu, dia kembali mendekat pada Lisa dengan hati-hati dan mulai menyuntikan sesuatu secara diam-diam kedalam tubuh Lisa dan membuatnya tak sadarkan diri.
''Lisa... Lisa... nakk.. kau kenapa nak?.'' Nyonya manoban merangkak mendekati Lisa yang sudah tak sadarkan diri karena suntikan dari Yoongi.
''Eomma.. sebaiknya ayo kita bawa Lisa kerumah sakit... Oppa bantulah mengangkat Lisa dan Ji Min tolong siapkan mobil yaa.'' pinta Yoonji yang langsung dikerjakan oleh kedua pria yang ia mintai tolong.
Yoonji membantu memapah tubuh nyonya manoban yang sudah lemas karena menghawatirkan keadaan putrinya.
Sedangkan Yoongi juga menggendong tubuh Lisa yang tak terlalu berat baginya untuk diangkat sendiri.
Saat berjalan melewati Nam Joon dia berjalan perlahan dan melirik Nam Joon seperti memberikan sebuah kode padanya, Nam Joon pun terlihat mengangguk entah mengiyakan hal apa.
Yoonji memperhatikan tingkah kakaknya yang begitu aneh baginya. Dia merasa sedikit curiga pada kakaknya terlebih Yoongi pernah mengatakan ada sesuatu hal yang ia sembunyikan darinya dan belum sempat ia katakan.
Tapi Yoonji berharap itu bukanlah hal buruk, dalam hatinya dia juga merasa sedikit takut pada apa yang dirahasiakan oleh kakaknya itu. Namun untuk saat ini dia harus menyampingkan hal itu dan lebih fokus untuk membawa Lisa kerumah sakit. ~~