
**Hay para readers π jangan lupa like, komen, rate 5 and vote yaaππ
πΊhappy reading πΊ
...π·π·π·**...
Sebenarnya Yoongi juga takut jikalau abeoji dan eommoninya akan marah karena dia tak memberi kabar tentang kematian orang tuanya.
Tapi dia juga harus mengatakannya. mereka berhak mengetahui hal ini. karna bagaimanapun mereka juga adalah keluarga.
dimalam itu mereka duduk diruang tengah dengan posis Yoongi yang menghadap didepan eommoni dan abeojinya.
sesaat semua orang terdiam, tuan manoban pun sudah mulai merasa khawatir karna sedari tadi saat Yoongi ditanya mengenai orang tuanya dia hanya diam saja dan raut wajahnya pun berubah.
"nak ada apa sebenarnya?. "tanya nyonya manoban khawatir.
Yoongi mengangkat kepalanya yang tadi sempat tertunduk. Dia mengambil dan menghela nafas panjang.
"oemmoni... Abeoji.. " kata Yoongi memulai pembicaraan
" appa... Appa dan eommaku sudah tiada." kata Yoongi dengan perasaan hancur
"omo.... Tidakk, kau jangan bercanda Yoongi. " kata nyonya manoban terkejut
Yoongi terdiam sejenak membenarkan apa yang telah dia katakan pada abeoji dan eommoninya.
"aku tak bercanda eommoni... Mereka sudah tiada. " kata Yoongi lagi hendak menangis
Tapi tak jadi karena dia sudah berjanji tidak akan menangis lagi
" appa dan eommamu sudah tiada?." kata ayah Lisa meminta penjelasan
" ini terjadi begitu cepat dan tak terduga abeoji... " kata Yoongi lagi
"sekarang ceritakan semua hal yang sudahh terjadi pada kalian nakk... Apa sebenarnya yang terjadi?." kata nyonya manoban sedihh
Yoongi pun akhirnya menceritakan semua hal yang telah dia,appa,eomma ,dan adiknya alami. Mulai dari appanya yang menikah lagi, sampai dia mulai dihianati dan meregang nyawa ditangan istri barunya. Dia menceritakan Semuanyaa.
" nakk... Kau telah mengalami begitu banyak hal dan kau..." nyonya manoban tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi
Dia memeluk Yoongi dengan air mata yang sedari tadi sudah membasahi pipinya. Membayangkan semua hal yang terjadi pada orang yang sudah dia anggap anaknya lalui sangatlah berat.
Yoongi sebisa mungkin tetap tegar, dan membalas pelukan eommoninya itu dengan senyum yang tulus.
" maafkan aku abeoji,karena tak mengabarimu saat kematian appaku. " kata Yoongi menyesal.
Tuan manoban terdiam, sejak Yoongi mulai mengatakan orang tuanya telah tiada,dia tak mengatakan sepatah kata pun.
"tak apa nakk... Kau tak bersalah,kami mengerti bagaimana perasaanmu. Kau pasti sangat kesulitan dan terpukul disana " kata ayah Lisa mulai bicara dengan perasaan sedih dan terpukul
"kau berada dinegeri orang dan bagaimana kau bisa menghubungi kami. Kau pasti sangat kesulitan disana. " kata tuan manoban lagi hendak menangis
Tapi dia segera menghapus air matanya, dia tak ingin terlihat lemah didepan Yoongi. Dia akan menjadi pundak Yoongi untuk bersandar sekarang.
Nyonya manoban melepas pelukannya dan mengelus pucuk kepala Yoongi lembut
"kau masih punya kami nakk... Eomma dan abeojimu.. Kami akan selalu merawat dan menyayangi kalian. Kami akan selalu melindungi kalian." kata ibu Lisa mengecup kening Yoongi penuh cinta seorang ibu pada anaknya.
Nyonya manoban lalu menghapus air matanya dan segera pergi dari hadapan mereka. Dia tak mau menangis didepan Yoongi, dia tak mau membuat anaknya itu semakin sedih.
Dia lalu pergi kekamar anaknya,Lisa. Disana dilihatnya Yoonji dan Lisa yang sedang asyik bermain. Dan tanpa disadari air matanya tumpah lagi. Dia sungguh tak sanggup membayangkan hal yang terjadi pada anak sekecil mereka.
"wahhh... Putri-putri cantik eomma sedang bermain apa?. " tanya ibu Lisa penuh senyum palsu sehabis menangis
"eomma... Lihatlah, Yoonji masih mengingat mainan kecil kami. " kata Lisa kecil dengan cerianya.
"oo.. Tentu saja, aku selalu mengingatnya,aku bahkan selalu memimpikan untuk bermain permainan ini. " kata Yoonji
" jadi kau hanya memimpikan mainan ini dan tidak denganku?. " rengek Lisa
"sebentar.. Aku akan mengingat-ingat apakah aku pernah memimpikan dirimu." kata Yoonji lagi berlagak sedang berpikir
" yakk... Dasarrr kau ini...aku tak mau lagi bermain denganmu?. " cemberut Lisa lalu membelakangi Yoonji dengan wajah yang ikut ditekuk
"aigooo... Ayolahh Lisa.. Mana mungkin aku melupakan sahabatku yang paling imut paling cantik paling konyol dan paling cepat marahan ini." bujuk Yoonji cengingiran, dia memeluk Lisa dari belakang dan mencium pipi kirinya.
"Oo... Wahhh aku tersentuhh. " Lisa yang semula terkejut karena dicium Yoonji akhirnya luluh dan tersenyum lagi. Dia ikut memeluk Yoonji
Begitulah dua sahabat ini, tak pernah bisa bertengkar berlama-lama. Jika diantara mereka ada yang marah maka yang lainnya akan membujuknya agar tersenyum lagi.
nyonya manoban yang melihat tingkah mereka,amatlah senang.Mereka selalu kompak setiap saat. Dia merasa bangga mempunyai putri seperti mereka.
" hahahaaa.... Anak-anakku sungguh sangat lucu dan imut. " kata nyonya manoban menjewer pipi Yoonji dan Lisa
"aaaaa... Sakit eomma. " canda Lisa
"heheee... Baiklah ayo lanjutkan bermain.. Eomma ikut ya. " seru nyonya manoban
" nee.. Ayo kita bermain lagi. " semangat Yoonji
Mereka bermain dengan cerianya. Dan nyonya manoban juga berusaha membuat Yoonji melupakan semua kesedihannya. Kini Yoonji tak akan sendirian. Dia punya keluarga lagi sekarang.
... πΈπΈπΈ...
" Yoongi... Tidurlah dulu disini ...besok kita akan membersihkan rumahmu bersama-sama. Rumahmu pasti masih kotor. " kata Tuan manoban lembut.
"baiklah abeoji... Aku akan tidur disini. " kata Yoongi
"tidurlah dikamar tamu... Kau berani tidur sendiri kan?. " ejek tuan manoban
"tentu saja abeoji... Aku tidak kecil lagi untuk tidur ditemani orang lain. " sahut Yoongi berlagak.
"baiklah...sekarang tidurlah,ini sudah sangat malam dan kau pasti sudah mengantuk. " ajak tuan manoban.
Yoongi hanya mengangguk dan segera beranjak pergi kekamarnya. Dia masih ingat letak tempat dirumah itu, karena dulu dia sering keluar masuk disana. Walaupun sudah sedikit berbeda karena tuan manoban sudah banyak merenovasi rumahnya.
"besok aku harus bangun pagi ...aku harus membersihkan rumah itu dahulu, baru setelah itu aku harus mencari pekerjaan. Pekerjaan apa yang mau menerima diriku ." Yoongi terus berpikir malam itu.
"Huaaaa... eotteoke.. aku harus merencanakannya dengan matang. Aku harus bertahan hidup." Yoongi mengacak-acak rambutnya.
Dia benar-benar bingung sekarang, apa yang harus dia lakukan agar bisa mendapat uang untuk melanjutkan hidupnya.
"aku harus berpikir ekstra keras ,merencanakan semua dengan matang, dan bekerja dengan sangat keras. Lalu bagaimana dengan pendidikanku dan Yoonji?." tanya Yoongi pada dirinya sendiri.
"aku akan berusaha menyekolahkan Yoonji... dia masih kecil dan butuh pendidikan, entahlah denganku, aku tak perlu berpendidikan yang harus aku pikirkan adalah Yoonji... hanya dia yang aku miliki." Yoongi hanya memikirkan adiknya itu
dia tak peduli bagaimana dengan dirinya yang terpenting adalah adiknya,Yoonji.
...bersambung...