Love and Vengeance

Love and Vengeance
Menjenguk Tae Hyung.



Ji Min mengantar Yoonji sampai kerumah sakit tempat Tae Hyung dirawat. Dan kini mereka sedang berjalan dilorong jalan rumah sakit menuju kamar Tae Hyung setelah bertanya pada resepsionis untuk menanyakan dikamar mana Tae Hyung dirawat.


''Wahhh...sepertinya dia adalah orang yang sangat kaya.'' kagum Ji Min seraya melihat-lihat gedung rumah sakit yang begitu luas dengan tangan yang ia cangkling kebelakang.


''Buktinya dia harus dirawat dikamar terbaik dan dirumah sakit sebesar serta semewah ini. '' sambungnya memandang Yoonji.


''Sepertinya memang begitu, yang kutahu dia memang orang yang berada. '' ucap Yoonji terus berjalan sambil membawa bawaannya yang ia tenteng dengan senyuman yang selalu merekah dibibirnya.


Ji Min hanya mengangguk dengan bibir yang dia majukan kedepan, dan mengiyakan pernyataan Yoonji.


Setelah beberapa saat mereka menyusuri lorong rumah sakit itu, akhirnya mereka sampai didepan pintu kamar tempat Tae Hyung dirawat.


Yoonji menarik napasnya panjang sebelum masuk ke ruangan itu, dia terlihat sangat gugup seakan ingin menghadapi ujian saja. Dan Ji Min yang melihatnya hanya tersenyum geli melihat tingkah Yoonji.


''Ji Min-sshi, kau tunggu saja disini. Aku tak akan lama. '' kata Yoonji menatap Ji Min dengan wajah tegang.


''Baiklah.. aku akan menunggu danbduduk disana.'' sahut Ji Min menunjuk kursi yang ada disana.


Tok, tok, tok


Yoonji mengetuk pintu kamar tersebut lalu perlahan mulai membuka daun pintu ruangan itu.


Alangkah terkejutnya Yoonji mendapati seorang wanita muda sedang duduk disamping tempat tidur Tae Hyung dan mereka terlihat seperti sangat dekat dan akrab.


Yoonji tak bisa melihat wajah wanita itu karena posisinya sedang membelakanginya. Dan entah kenapa hati Yoonji terasa sakit melihat Tae Hyung bersama wanita lain. Raut wajahnya yang tadinya ceria kini berubah menjadi masam.


Dia hendak pergi dari sana dan sudah memutar balik badannya, tapi....


''Yoonji-aa...'' panggil sebuah suara, yaitu Tae Hyung yang rupanya sudah mengetahui kedatanganya.


Yoonji yang mendengar suara Tae Hyung memanggilnya, segera memutar raut wajahnya yang semula cemberut menjadi ceria kembali seraya kembali membalikan badannya menatap Tae Hyung.


''Tak apa Yoonji... ayo kita lihat siapa sebenarnya wanita itu. '' batin Yoonji.


''Tae Hyung-aa.. kau baik-baik saja. '' ucap Yoonji tersenyum palsu dan berjalan mendekati Tae Hyung.


Wanita yang bersama Tae Hyung sepertinya juga menyadari kedatangannya dan wanita itu membalikan badannya hendak melihat Yoonji.


''Lisa. '' ucap Yoonji terkejut melihat bahwasanya wanita itu adalah Lisa, sahabat mereka.


Hati Yoonji sedikit tenang karena wanita yang dia kira orang lain tapi ternyata dia adalah Lisa, tapi entah kenapa masih ada sedikit perasaan aneh pada hati Yoonji saat ini. Dan entah apa itu.


''Yoonji.'' ucap Lisa juga terkejut.


''Kau juga disini. '' sambungnya.


''Omo... Tentu saja.. aku akan mengunjungi Tae Hyung hari ini.'' ucap Yoonji


''Dan kau bahkan tak mengatakan juga akan kesini dan malah datang sendiri. Kau juga tak membangunkanku. '' cemberut Yoonji.


''Hehehee... mianhe.. aku tak tahu kau akan kesini hari ini, selain itu kau tertidur sangat pulas tadi, jadi aku tak tega bila harus membangunkanmu. Mianhe. '' ucap Lisa meminta maaf.


''Ckk... nee.. kwencanayo. '' sahut Yoonji yang dibalas oleh cengingiran khas milik Lisa.


''Yoonji-aa..ternyata kau datang, aku kira kau tak akan kemari dan apa itu yang kau bawa??.'' Tanya Tae Hyung melihat Yoonji menenteng sesuatu.


''Aaa... ini.. ini makanan untukmu. '' ucap Yoonji sedikit malu-malu.


''Wahhh... jinja???. Kau yang memasaknya??'' tanya Tae Hyung lagi.


''Hmm.. nee.. aku yang memasak. '' jawab Yoonji mengangguk gemas.


''Wahh.. sepertinya akan enak. ''


''Kurasa tidak juga. '' ragu Yoonji menjawab cepat dan yakin.


''Wae-yo??.'' tanya Tae Hyung.


''Karena aku tak terlalu bisa memasak, ini adalah masakan pertamaku. '' ucap Yoonji malu-malu.


''Karna yang biasanya memasak adalah Yoongi oppa, dan semenjak ditinggal olehnya, Yoonji baru menyadari betapa dirinya tak bisa memasak dan baru mau belajar. '' ledek Lisa tertawa kecil.


''Yakk.. kau keterlaluan sekali. '' kesal Yoonji pada Lisa.


''Hahahaa.. tak apa Yoonji, bagaimana pun rasa masakanmu akan aku makan.'' ucap Tae Hyung yang seketika membuat pipi Yoonji menjadi sangat merah saat ini, walau cuaca saat itu sangatlah dingin tapi perkataan Tae Hyung mampu membuat wajahnya memerah.


''Ohh iya.. Tae Hyung bagaimana dengan keadaanmu?? Apakah lukamu masih sakit??'' tanya Yoonji mengalihkan pembicaraan.


''Tak apa Yoonji... aku baik-baik saja, ini hanya luka ringan. ''


''Luka ringan katamu, kau mengeluarkan banyak sekali darah karena lukamu itu dan kau bilang hanya luka ringan??.'' bantah Yoonji.


''Heheheee... tidak apa, ini hanya luka biasa bagiku. Aku baik-baik saja. '' Yakin Tae Hyung.


''Cckk... arraso.'' Ucap Yoonji.


''Ahh yaa.. berikan makananmu, aku akan memakannya. '' ucap Tae Hyung membuat Yoonji sedikit menekuk wajahnya merasa ragu.


''Ayolahh... tak apa, kau sudah membawanya jauh-jauh jadi aku akan memakannnya. '' desak Tae Hyung, yang akhirnya membuat Yoonji memberikan makanan yang ia bawa.


Tae Hyung mulai mencicipi masakan yang dibawa Yoonji, sedetik kemudian raut wajah Tae Hyung berubah dan membuat perasaan Yoonji khawatir jika Tae Hyung tak menyukai masakannya.


''Ini lumayan enak.'' ucap Tae Hyung tersenyum.


''Apa??Enak??.'' Tanya Yoonji ragu.


''Hmmm... ini enak.'' yakin Tae Hyung.


''Benarkah ???. coba aku cicipi. '' ucap Yoonji hendak mencomot makanan yang dibawa Tae Hyung.


''Eitss... tidak boleh, memang kau tak mencicipinya sebelumnya??.'' tanya Tae Hyung yang dibalas gelengan kepala polos dari Yoonji.


''Memang bagaimana rasanya??.'' tanya Yoonji penasaran.


''Ini kau bilang enak??.'' kata Yoonji memasang raut wajah masam.


Tae Hyung hanya cengengesan dan tersenyum gemas melihat reaksi yoonji.


Lisa yang juga penasaran, ikut mencomot masakan Yoonji dan merasakannya. Wajahnya juga sedikit dia tekuk tapi berusaha terlihat biasa saja merasakan masakan Yoonji yang keasinan.


''Ini sangat asin. '' gerutu Yoonji merasa malu.


''Tidak... ini sudah enak bagiku. '' senyum Tae Hyung menghibur Yoonji.


''Kau kan tahu aku tak suka makan makanan pedas, tapi aku suka masakan yang sedikit asin. '' hiburnya.


''Tapi tetap saja, itu tak enak. '' ucap Yoonji dengan nada merendah.


''Tapi menurutku, masakanmu tak terlalu buruk. Itu sudah lumayan. '' sambung Lisa ikut menghibur Yoonji.


Yoonji tak merespon, dia hanya menunduk dan cemberut.


''Tak apa Yoonji... Bahkan aku merasa bangga karena menjadi orang yang pertama kali merasakan masakan pertamamu.'' ucap Tae Hyung tersenyum pada Yoonji.


Yoonji yang mendengar hiburan dari teman-temannya merasa cukup tenang. Setidaknya dia bisa tersenyum dan menatap mereka.


''Gomawo-yo.'' ucap Yoonji tersenyum.


Tae Hyung dan Lisa juga membalas senyuman Yoonji.


Untuk beberapa saat mereka terus mengobrol tentang ini dan itu dengan sesekali diiringi oleh gelak tawa mereka, hingga tiba-tiba terdengar seseorang mengetuk pintu ruangan tempat mereka berada.


Dan masuklah beberapa orang pria yang memakai setelan jas hitam dan terlihat sangar tapi berwibawa.


Salah satu dari mereka berjalan dan mendekati Tae Hyung yang sedang berbaring ditempat tidur.


''Selamat pagi tuan muda, apakah tuan muda baik-baik saja??.'' tanya pria itu sembari membungkukan badannya memberi hormat.


''Kenapa kalian kesini, sudah kubilang aku akan mengurusnya nanti saat sudah dirumah. '' sahut Tae Hyung sedikit dingin.


''Maafkan kami tuan muda, kami hanya melaksanakan perintah dari nyonya besar untuk selalu mengawasimu saat beliau tidak ada disini. '' kata pria itu.


''Ahhh.. baiklahh,, aku juga akan pulang hari ini. '' sahut Tae Hyung.


''hmm... Yoonji-aa, Lisa... aku minta maaf, bukannya diriku ingin bermaksud mengusir kalian, tapi aku... ada sedikit urusan jadi bolehkan aku punya waktu sendiri.'' ucap Tae Hyung perlahan agar tidak membuat perasaan kedua wanita ini tersinggung.


''Ohhh.. tentu saja Tae Hyung, kalau begitu kami akan pulang saja. '' Jawab Yoonji mengerti.


''Yaa.. benar, kami juga harus membantu Eomma dirumah, kalau begitu kami pamit ya Tae Hyung.'' sambung Lisa dan menggenggam tangan Yoonji hendak pergi.


''Cepatlah sembuh Tae Hyung. '' ucap Yoonji tersenyum.


''Nee.. terima kasih teman-teman..'' ucap Tae Hyung


Yoonji dan Lisa pergi meninggalkan Tae Hyung yang bersama beberapa pria bertubuh besar itu dengan perasaan sedikit aneh.


''Kau tau tidak siapa mereka??.'' Tanya Lisa pada Yoonji saat mereka sampai didepan pintu kamar itu.


''Entahlah.. mungkin pegawai Tae Hyung.'' sahut Yoonji sekenanya.


Lisa hanya mengangguk mengerti dan tak mau memperpanjang pertanyaannya lagi sembari terus berjalan meninggalkan kamar tempat Tae Hyung dirawat , namun sesaat kemudian Yoonji teringat bahwa dia mengajak seseorang lagi kerumah sakit ini.


''Ji Min dimana??.'' ucap Yoonji seraya melihat kepenjuru arah mencari Ji Min yang tak ada.


''Tadi dia bilang akan menunggu disini. '' sambungnya.


''Siapa katamu??.'' tanya Lisa mendengar perkataan Yoonji samar.


''Ahh... tidak,,,itu...''


''Yoonji-aa.'' panggil sebuah suara memotong perkataan Yoonji.


''Oo.. itu dia. '' ucap Yoonji membulatkan bibirnya dan melihat Ji Min datang entah dari mana dan berjalan kearahnya.


''Kau dari mana??.'' tanya Yoonji.


''Aku habis mengangkat telepon, seseorang menelponku. '' ucap Ji Min.


''Dia siapa Yoonji?.'' tanya Lisa menatap Ji Min


''Ohhh.. perkenalkan dia Ji Min. '' ucap Yoonji.


''Dia adalah temanku. '' sambungnya.


''Teman?? Tapi aku tak pernah melihatnya. Sejak kapan kau berteman dengannya ??.'' tanya Lisa lagi.


''Maaf nona.. sebenarnya aku adalah pengawal pribadinya untuk saat ini, namun dia bilang ingin berteman saja dengan alasan dia tak nyaman jika dikawal. '' jelas Ji Min tersenyum


''Ohhh begitu rupanya,...baiklah kalau begitu kita juga akan berteman. '' ucap Lisa seraya mengulurkan tangannya pada Ji Min.


Dan Ji Min dengan senang hati menerima uluran tali persahabatan dari Lisa.


''Ohh ya Yoonji, kau diminta untuk pulang, seseorang sudah menunggumu. '' kata Ji Min.


''Menungguku?? siapa??.'' Tanya Yoonji.


''Rahasia.. ayo cepat pulang karena dia tak suka menunggu. '' ajak Ji Min.


''Baiklah ayoo... Lisa kau ikutlah dengan kami.''


''Tentu saja.. apa kau ingin aku jalan kaki.'' gerutu Lisa.


''Heheheee.. ayolah. '' cengir Yoonji.


≡^ˇ^≡≡^ˇ^≡≡^ˇ^≡≡^ˇ^≡