
Jangan lupa like, komen, rate, and vote yaa readers 😍😍😘
Saran dan kritiknya juga boleh banget biar author makin semangat nulisnyaa 😇😇
🌷Happy reading 🌷
Seusai dari kampus, Yoonji langsung pulang kerumah dan kakaknya ternyata juga sudah dirumah.
"Oppa... kau sering pulang cepat belakangan ini." kata Yoonji
"aku hanya ingin menghabiskan lebih banyak waktuku bersama adik kecilku sebelum aku pergi ke Swiss." sahut Yoongi menghentikan aktivitasnya yang sedang menonton.
"memangnya kapan kau akan berangkat kesana?."
"seminggu lagi."
"bukankah itu terlalu cepat?. "
"semua harus diselesaikan dengan cepat, kita sudah sangat lama menunggu."
"apa oppa sudah mengurus semua keperluannya?. "
"tentu saja, aku sudah mengurus semuanya."
"baguslahh... berhati-hatilah disana oppa. Disana pasti akan sangat berbahaya. ''
''tenang saja.. aku akan pulang dengan selamat."
"kau juga harus berhati-hati dirumah, jangan pernah keluar malam sendiri, jangan telat makan dan segera hubungi aku jika terjadi sesuatu. '' sambung Yoongi dan mengelus pucuk kepala adiknya.
"tentu saja, kau jangan khawatir." sahut Yoonji tersenyum.
SEMINGGU KEMUDIAN....
Yoongi sudah mempersiapkan segalanya,dan dia akan segera berangkat ke Swiss. Dia ingin menyelesaikan masalahnya sendiri. Yoongi pergi dengan detektif yang Nam Joon carikan untuk membantunya. Dan dia siap untuk berangkat.
Dan kini Yoonji hanya sendiri dirumahnya, sudah beberapa hari Yoongi pergi meninggalkannya, dia merasa sedikit kesepian dan sedih.
Tae hyung dan Lisa yang melihat sahabat mereka terlihat murung beberapa hari belakangan ini, mereka ingin menghiburnya dan membuatnya ceria kembali.
"malam ini kami akan datang kerumahmu. " kata Tae hyung pada Yoonji yang duduk melamun dibangku taman kampus mereka.
" yaa... ayoo kita adakan acara makan-makan bersama. " seru Lisa.
"hanya kita bertiga?.'' tanya Yoonji merespon.
"tentu saja.. apakah kau ingin mengajak orang lain?." pandang Tae hyung serius.
"pasti akan seru jika Yoongi ikut." batin Yoonji.
"heyy.. Yoonji-aa kau kenapa?. " tanya Lisa melambaikan tanganya didepan wajah Yoonji yang sedang melamun.
" tak apa-apa.. datang saja, aku akan siapkan semua keperluannya."
"aku akan membantumu nanti. " sahut Lisa.
"tentu saja.. aku tak bisa menyiapkannya sendiri." kata Yoonji yang akhirnya mau tersenyum.
" haaa... kau sangat imut saat tersenyum. " puji Lisa menjewer pipi Yoonji.
"aa... sakit Lisa."
"Baiklah.. aku akan bawa beberapa bahan makanan juga nanti, kita akan memanggang daging ****. " aju Tae hyung.
"kalian suka perut atau daging saja?. " tanyanya.
"apa saja yang penting nanti malam kita makan." kata Lisa semangat
"tentu saja karena hanya itu yang ada dipikiranmu. " sahut Yoonji cengingiran.
" aku menyukai dirimu saat tersenyum seperti itu Yoonji-aa.. aku ingin selalu membuatmu tersenyum. Entahlah tapi senyummu itu terasa berbeda dihatiku." batin Tae hyung
"baiklah.. kalau begitu aku akan bawa setengah-setengah dari mereka agar kita bisa merasakan semuanya." sambungnya lagi.
"itu yang terbaik." sahut Yoonji mengacukan jempolnya.
Tae hyung yang melihatnya merasakan kepuasan tersendiri saat melihat Yoonji mau ceria kembali, walau belum sepenuhnya keceriaannya terlihat seperti dulu, tapi itu sudah cukup membuatnya merasa senang dan bangga.
Setelah kampus selesai, Yoonji dan Lisa mempersiapkan semua peralatan untuk acara nanti malam dirumah Yoonji. Mereka mempersiapkannya dengan semangat.
Hingga tak terasa hari sudah mulai malam, Lisa dan Yoonji juga sudah selesai mempersiapkan segala peralatan yang mungkin akan mereka butuhkan, karena Tae hyung bilang dia ingin memanggang daging ****.
Sekarang tinggal Lisa dan Yoonji yang harus bersiap karena mereka sekarang ini terlihat sangat lusuh karena kelelahan, tapi Yoonji menikmatinya dan merasa sedikit terhibur.
"Yoonji-aa.. aku akan mandi sebentar dan segera kembali."
" mandi saja disini. " sahut Yoonji.
"tidak.. aku tak bawa baju ganti."
"pakailah bajuku, itu akan muat karena tubuh kita tak jauh berbeda."
"apakah tak apa aku pakai bajumu?. "
"heyy.. sejak kapan kau jadi begini dan merasa malu untuk meminta dariku. " kata Yoonji memandang Lisa dengan tatapan tajam
"heheheee... kau benar juga...baiklah aku akan mandi disini."
"akan aku ambilkan bajuku untukmu."
Lisa dan Yoonji mandi bersamaan tapi berbeda kamar mandi karena dirumah Yoonji ada dua kamar mandi yang bisa mereka gunakan. Selesai mandi mereka segera bersiap-siap.
Begitupun dengan Lisa, dia memakai pakaian yang serupa tapi dengan warna yang berbeda,rambutnya juga dia biarkan terurai semua, dan Lisa juga memakai hoodie untuk luarannya juga. Dia terlihat sangat manis.
...(Lisa)...
Sekarang mereka sudah merasa segar kembali, kini mereka hanya tinggal menunggu Tae hyung yang tak kunjung datang.
Setelah beberapa saat, akhirnya orang yang mereka tunggu datang juga.
Tae hyung datang dengan mobilnya, dia keluar dari kendaraannya dengan membawa banyak sekali bawaan.
"akhirnya kau datang juga." kata Yoonji yang entah kenapa merasa sangat senang dan sedikit kesal karena kedatangn pria itu.
"maaf... aku membeli banyak bahan makanan tadi, karena bingung harus beli apa saja. " jawab Tae hyung.
"teman-teman bisakah kalian membantuku. " sambungnya seraya menunjukan barang yang dia bawa yang memang cukup banyak.
" Kau membeli bahan makanan sebanyak ini??. "tanya Yoonji terkejut.
"Ini bisa dijadikan stok selama sebulan. " sahut Lisa disambung dengan tawa kecil.
"Sudah kubilang aku tak tahu harus membeli apa saja, jadi aku beli semua yang kulihat dan kupikir sepertinya kita perlukan." jelas Tae hyung.
"kenapa kau tak bertanya pada kami?. " tanya Yoonji.
"entahlah.. aku tak berpikir sampai kesana." ucapnya polos
" kalau ini masih tersisa, maka taruhlah disini Yoonji.. kau bisa memasak dengan bahan makanan ini. " sambung Tae hyung.
Sebenarnya Tae hyung memang sengaja membeli banyak bahan makanan, selain untuk acara malam ini, dia juga ingin memberikannya pada Yoonji. Tapi dia tak memiliki alasan untuk memberikannya secara langsung pada Yoonji. Jadi dia menjadikan acara ini sebagai perantaranya.
"Benarkahh?? Tapi kau yang membelinya. " sahut Yoonji.
"tak apa.. ambil saja, aku juga tak bisa memasak, jadi akan percuma jika aku bawa pulang sisa bahan makanan ini." ucap Tae hyung
"benar juga... simpan saja disini Yoonji, kau bisa memasaknya karna pasti tak ada bahan makanan disini setelah Yoongi oppa pergi, karena biasanya dia yang paling rajin membeli bahan makanan." kata Lisa sedikit menyindir.
"sepertinya ada maksud terselubung dari perkataanmu itu. " Ucap Yoonji curiga.
"heheehee.. ayolahhh. "
"sudahlahh.. ayo segera bawa ini masuk dan kita akan memasak dan makan-makan dengan semua bahan masakan ini. " ajak Tae hyung semangat.
"iya.. tentu saja, ayo masuk. " sambung Yoonji.
Mereka memasak bersama dan makan dengan ceria, Yoonji juga untuk sementara bisa melupakan kesedihannya.
"Yoonji-aa.. bukankah kau sangat suka kimci??. " tanya Tae hyung ditengah acara makan bersama.
" hmmm.. iya aku sangat suka kimci. " sahut Yoonji dan mengangguk.
"memangnya kenapa??. " tanya Yoonji.
" tidakk.. hanya saja tadi aku melewati sebuah tempat makan dan mereka menjual kimci yang terkenal sangat enak jadi... " Tae hyung menghentikan ucapannya dan mengambil sesuatu yang tadi dia bawa.
"aku membelikan ini untukmu." sambung Tae hyung dan menyodorkan sesuatu pada Yoonji.
"Ooowah... " Yoonji membulatkan bibirnya dan melihat bingkisan yang diberikan oleh Tae hyung.
"Bukankah ini adalah kimci yang terkenal itu, aku sangat ingin mencobanya, tapi saat aku kesana kimcinya sudah habis karena sangat laris terjual ,dan tempatnya juga sangat jauh. " ucap Yoonji kecewa saat mengingat saat itu, tapi langsung ceria kembali karena makanan kesukaannya ada didepannya.
"Tae hyung... bukankah tempat penjual makanan itu sangat jauh dari sini? untuk apa kau jauh-jauh pergi kesana ?." tanya Yoonji memandang Tae hyung, dalam hatinya ada sedikit perasaan berharap pada Tae hyung. Dan entah apa itu.
"ohh..ituu... anu.. eee.. akuu..." Tae hyung bingung harus mengatakan apa.
Sebenarnya dia juga sengaja pergi jauh-jauh ketempat penjual makanan itu hanya untuk membelikan Yoonji makanan kesukaannya. Dia bahkan rela mengantri sangat lama dan hampir tidak mendapatkannya karena kehabisan, tapi bukan Tae hyung namanya jika menyerah begitu saja dan tidak mendapat cara lain.
Karena kehabisan Tae hyung ingin membeli kimci yang sudah dibeli oleh pelanggan lain dengan harga lebih mahal dan mengatakan alasan bahwa rumahnya sangat jauh dari tempat itu dan kekasihnya sangat menginginkan makanan tersebut.
Kekasih??? Entah kenapa kata itu yang muncul dari mulutnya saat itu. Mungkin karena dia ingin memberikan sedikit kebahagiaan lagi pada wanita yang kini sedang duduk disampingnya itu.
"kauu??? " desak Yoonji ingin mendengar jawaban dari Tae hyung.
"aku... ituu.. yaaaa.. aku membutuhkan sebuah barang, yaaa karena itu aku pergi ketempat itu dan kebetulan melewati penjual makanan itu jadi kupikir aku akan membelikannya untukmu." bohong Tae hyung.
"barang apa yang ingin kau beli??. " tanya Yoonji mengintimidasi Tae hyung.
"yakk.. untuk apa kau tanya hal sedetail itu padanya, lihatlah dia sampai berkeringat seperti itu." potong Lisa yang sedari tadi memperhatikan percakapan dua sahabatnya itu.
"Dan Tae hyung apa kau hanya membelikan Yoonji saja?. " tanyanya.
"tentu saja aku juga membelikan makanan kesukaanmu." Kata Tae hyung memberikan bingkisan juga pada Lisa yang sudah ia siapkan, dia takut temannya yang satu ini akan merajuk lagi bila tak diberi hadiah juga.
"uuu.. gomawo-yo Tae hyung." ucap Lisa manis.
"nee.. " sahut Tae hyung singkat lalu melirik Yoonji sekilas.
Yoonji masih sedikit belum puas akan jawaban Tae hyung, entah kenapa hatinya ingin mendengar jawaban lain lagi dari mulut Tae hyung.
Tapi mau bagaimana dia tak mungkin bertanya lagi pada Tae hyung ,takut Tae hyung akan merasa tidak nyaman.
...**Bersambung...
...🌷🌷🌷**...
Jimin pov: jangan lupa like, komen , rate, and vote yaa readers. Saranghae 💜💜