Love and Vengeance

Love and Vengeance
Perasaan Tae Hyung



Tepatnya di malam hari Yoonji baru sampai ditempat yang diberitahukan oleh Tae Hyung. Karena jarak antara tempat itu lumayan jauh dari rumah sakit.


Tempat tersebut adalah sebuah taman bunga warna warni, namun saat ini warna mereka tak terlihat karena keadaaannya sekarang sedang gelap.


"Huaa.. Huu... Dimana Tae Hyung. " gumam Yoonji yang masih terengah-engah karena berlari dari pintu masuk taman tersebut, mobil tak bisa masuk dan Yoonji pergi tepat ketengah taman tersebut.


"Dan kenapa disini sangat gelap, hahh... Apakah pengelola taman ini tak tahu aku takut pada gelap. " Gumam Yoonji terus mencari keberadaan Tae Hyung.


"Yoonji-aa... Tolong... " terdengar suara minta tolong dari tempat tersebut.


Yoonji mulai mencari sumber suara dan terlihat sangat panik.


"Tae Hyung... Kau dimana?. " tanya Yoonji sedikit berteriak.


"Aku disini... Dibelakangmu." ucap Tae Hyung lembut berbisik pada telinga Yoonji dari belakang.


Entah kapan Tae Hyung berada dibelakang Yoonji dan membuatnya sontak terkejut, membalikan badannya dan memukul perut Tae Hyung.


"Aaaauuuhhhh.... Yoonji... " rintih Tae Hyung kesakitan dan memegang perutnya.


"Tae Hyung... " kaget Yoonji menutup mulutnya yang ternganga karena terkejut bahwasanya orang yang dia pukul karena terkejut adalah Tae Hyung.


"Tae Hyung-aa... Mianhe.. "


"Auhhh... Yoonji..sakit. " Rintih Tae Hyung memegang perutnya dan terjatuh bersimpuh ketanah.


"Tae Hyung... Kau baik-baik saja.. Ahhhh... Eotteoke. " Panik Yoonji dan ikut bersimpuh memegang Tae Hyung yang kesakitan.


"Ini sakit sekali... " ucap Tae Hyung menenggelamkan kepalanya dipangkuan Yoonji.


"Ahh.. Mianhe.. Aku tak tau itu kau. " sesal Yoonji.


"Tolong aku.. Ini sakit sekali.. Lihatlah ini pasti berdarahh.. Auuhh... " Kata Tae Hyung sedikit berteriak dan mengambil tangan Yoonji lalu meletakkannya diperutnya yang dipukul oleh Yoonji.


Yoonji panik, tak tahu harus berbuat apa dan harus meminta tolong pada siapa karena taman tersebut yang biasanya ramai menjadi sangat sepi saat ini.


Namun tiba-tiba Yoonji merasakan keanehan pada Tae Hyung, pasalnya dia nampak biasa saja setelah itu dan nampak memejamkan matanya tenggelam dalam pangkuan Yoonji.


"Tae Hyung.. Apa kau baik-baik saja??. " tanya Yoonji ragu.


"Aahhh ini masih sakit... Yoonji tolong aku " ringis Tae Hyung kembali saat melihat Yoonji menatapnya curiga.


"Yoonji bantulah aku. "


"Ada apa??." jawab Yoonji menatap Tae Hyung serius dengan wajah masih panik.


"Tolong bukalah genggaman ini. " ucap Tae Hyung seraya memberikan tanggannya yang terkepal.


"Untuk apa??. " tanya Yoonji bingung.


"Ahhh.. Jangan banyak bicara, waktuku tak banyak... Cepatlah."desak Tae Hyung.


Dan Yoonji yang panik langsung menyentuh kepalan tangan Tae Hyung yang masih berbaring dalam pangkuannya.


Saat disentuh tangan Tae Hyung terbuka lalu setelah itu menyilangkan dua jarinya yaitu ibu jarinya dan jari telunjuk membentuk sebuah hati kecil dan diiringi oleh senyum manisnya.


Sontak setelah melihat hal tersebut pipi Yoonji menjadi sangat merah dan ia langsung berdiri,membuat kepala Tae Hyung terbentur dengan tanah.


Yoonji menjadi salah tingkah dan tersipu malu saat itu juga.


"Wae-Yo??." tanya Tae Hyung menggoda Yoonji.


"Aa.. Ani.. Kau.. Kau berpura-pura tadi dan hampir membuatku jantungan. " elak Yoonji menundukan kepalanya tersipu malu.


"Yaaa aku sedikit berakting tadi.... Tapi apa kau sekhawatir itu padaku??. "


"Ka.. Kau habis terluka.. Dan aku malah memukulmu lagi.. Bagaimana aku tak khawatir. " jawab Yoonji memberanikan diri menatap Tae Hyung.


"Tapi harus kau ketahui... Mungkin tadi aku berpura-pura kesakitan tapi ada satu hal yang benar-benar adalah kenyataan dan kebenaran. " Ucap Tae Hyung tersenyum menatap Yoonji manis.


"Yoonji-aaa... Sebentar. " ucap Tae Hyung lalu menjentikan jarinya. Dan beberapa saat kemudian lampu ditaman tersebut menyala dengan warna warni lampu yang sangat indah.


Tepat ditengah taman itu dan disamping tempat Yoonji dan Tae Hyung berdiri terdapat sebuah rangkaian lampu membentuk sebuah hati berukuran cukup besar dengan lampu warna warni dan terlihat sangat indah dimalam itu.


"Wahhhh... Indahnya. " ucap Yoonji kagum.


"Kau menyukainya??. " tanya Tae Hyung menatap Yoonji.


Yoonji menganggukan kepalanya dan tersenyum seraya melihat-melihat bunga dan lampu yang ada ditaman itu.


"Yoonji-aa... " ucap Tae Hyung mengambil tangan Yoonji dan menggenggamnya lembut.


Yoonji sontak menatap Tae Hyung dengan jantung yang berdegup begitu kencang.


"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, suatu hal yang sudah aku pendam selama ini dan terkadang bisa menyakitiku. " kata Tae Hyung dengan wajah seriusnya.


Yoonji hanya diam dan mendengarkan apa yang ingin dikatakan oleh Tae Hyung padanya.


"Yoonji-aa.. Aku.. "


"Mencintaimu.. " ucap Tae Hyung menatap Yoonji dengan senyum khasnya itu.


Kini pipi Yoonji kembali merah dan hendak menundukan kepalanya lagi agar Tae Hyung tak melihatnya.


Namun ternyata tangan Tae Hyung lelih dulu menyangga dagu Yoonji dan mengangkatnya perlahan, menatap mata Yoonji dalam dengan senyum yang bisa terpancar dimatanya.


"Jangan sembunyikan wajahmu itu kali ini... Aku ingin melihatnya. "ucap Tae Hyung lembut.


"Aku sungguh sangat mencintaimu.. Sudah lama aku menyembunyikan hal ini, tapi tidak untuk hari ini. Aku lega telah mengatakannya padamu. "


"Yoonji-aa.. Aku sangat mencintaimu.. Maukah kau hidup bersamaku dan melengkapi hari-hariku dan menjadikannya sempurna." sambung Tae Hyung menatap mata Yoonji penuh harap


Sejurus Yoonji terdiam dan masih menatap Tae Hyung yang tersenyum padanya. Lalu tak lama kemudian bibirnya mulai ingin melontarkan jawaban.


"Tae Hyung-aa..Terima kasih kau sudah sangat mencintaiku. Aku sangat bahagia mendengar hal itu, tapi.. "


"Berikan aku waktu untuk menjawab hal ini." sambung Yoonji yang sempat membuat raut wajah Tae Hyung berubah karena perkataannya yang terdahulu.


"Baiklah Yoonji.. Aku akan memberimu waktu untuk menjawab.. Hari ini aku lega karna telah mengatakan hal ini padamu. Tapi kuharap kau memberikan jawaban yang aku inginkan." ucap Tae Hyung penuh harapan


Hati Yoonji sangat tersentuh mendengar perkataan Tae Hyung, karena sesungguhnya dia juga sangat mencintai pria yang ada didepannya itu.


Perasaannya ternyata tak bertepuk sebelah tangan pada Tae Hyung. Hatinya begitu senang dan bahagia akan apa yang baru dia dengar baru saja.


Tapi entahlah keadaannya sekarang tak memungkinkan untuk mengatakan iya terlalu cepat, Lisa dan Eomma masih sakit dan kakaknya juga dalam bahaya. Dia tak mau bahagia sendiri dan takut akan menyakiti orang lain.


Yoonji kembali kerumah sakit dan merawat Lisa.


Ceklek..


Yoonji membuka pintu kamar rumah sakit itu dan melihat Lisa sedang berbaring dikasur rumah sakit dengan kondisi masih sangat mengkhawatirkan.


''Lisa... kau sudah baikan?.'' tanya Yoonji dan duduk disamping Lisa.


''Yoonji... '' ucap Lisa menatap Yoonji dan memeluknya.


''Heyyy... ada apa.. jangan menangis ada aku disini. '' tenang Yoonji mengelus pucuk kepala Lisa lembut.


''Aku sangat takut.. kakakmu diaaa... '' ucapan Lisa yang ketakutan tepotong ketika Yoongi masuk kekamarnya bersama dengan Nam Joon dan Ji Min.