
Malam itu adalah malam yang sangat panjang dan mencekam bagi Yoonji, ditambah hujan rintik-rintik yang jatuh disertai suara petir yang menggelegar dilangit malam kota Seoul, membuat Yoonji tak bisa tidur.
Jujur saja dia paling takut mendengar suara petir, karena pernah dia mendapat kejadian buruk yang berhubungan dengan suara yang khas akan menandakan turunnya hujan ini.
Yoonji juga tak enak jika harus membangunkan Lisa yang telah terlelap. Dia tahu, Lisa juga pasti sangat lelah.
Yoonji hampir tak bisa tertidur sepanjang malam itu, dia hanya bisa tidur saat hujan sudah mulai berhenti dan jarum jam juga sudah menunjukan tepat pukul 03.00 pagi. Dan akhirnya dia bisa menutup matanya untuk kemudian tidur.
≧ω≦≧ω≦≧ω≦≧ω≦
Di pagi itu ketika sang surya seharusnya sudah menunjukan kehangatannya, Yoonji menggeliatkan tubuh mungilnya dan tangannya hendak meraih selimut dan menariknya untuk menutupi tubuhnya yang kedinginan.
Pagi itu adalah pagi yang cukup dingin, dan mungkin saja matahari tak akan menunjukan kehangatannya pagi ini, karena awan hitam yang bersatu membentuk gumpalan besar sudah menyelimuti kota Seoul dipagi hari.
Embun pagi juga sudah menghiasi kaca jendela rumah-rumah disana, akhir-akhir ini cuaca memang sering mendung dan turun hujan, mungkin karena memang sudah waktunya musim hujan dan hawanya menjadi sangat dingin.
Yoonji yang masih kedinginan, hendak memeluk Lisa yang seharusnya tidur disampingnya. Namun pelukannya kosong, tak ada orang disampingnya.Yoonji meraba-raba tempat tidurnya namun tak juga mendapati tubuh yang seharusnya ada disampingnya.
Perlahan dia terbangun seraya mengucek-ngucek matanya yang masih terlihat kabur karena baru bangun tidur.
''Dia tak ada disini..Apakah dia sudah terbangun?.'' tanya Yoonji pada diri sendiri.
" Mungkinkah dia ada di dapur?.''
'' Ahhh... memangnya ini sudah jam berapa?.'' ucap Yoonji malas seraya meraih ponselnya yang ada dimeja samping tempat tidurnya dan melihat jam yang tertera dilayar biru ponselnya.
''Apa... ini sudah pukul 8 ???.Kenapa Lisa tak membangunkanku?? '' sambungnya terkejut.
''Sepertinya hari ini mendung lagi, ahhh... aku tak akan merasakan kehangatan matahari lagi.'' ucap Yoonji cemberut seraya beranjak dari tempat tidurnya dan pergi menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya.
Setelah mencuci muka dan merapikan tempat tidurnya, atau yang lebih tepatnya tempat tidur Lisa. Yoonji pergi kedapur dan melihat Eomma yang sedang memasak sendiri.
"Eomma..'' Ucap Yoonji memeluk Eommanya dari belakang dan membuat Nyonya manoban terkejut.
''Aigoo... putriku sudah bangun.'' ucap nyonya manoban tersenyum sambil terus melakukan aktivitasnya yang sedang memotong bawang.
''Kau ingin memasak apa Eomma??." tanya Yoonji melepas pelukannya dan memperhatikan nyonya manoban yang sedang memasak.
"Aku akan membuat kimci kesukaanmu. ''
''Jinja??wahh bolehkah aku membantumu?.''
''Tentu saja.. kau sangat boleh membantuku."
''Yeyyy...'' ucap Yoonji kegirangan.
''Tapi Eomma, dimanakah Lisa saat ini, aku tak melihatnya?? .'' tanya Yoonji
''Ohhh... Lisa bilang dia akan pergi keluar, entah kemana dia tak memberi tahu Eomma. Dia juga tak membangunkanmu, karena dia tak tega melihatmu yang tertidur sangat pulas. '' jawab nyonya manoban seakan membaca pikiran Yoonji.
''Benarkah.. kemanakah dia pergi sepagi ini?.''
tanya Yoonji yang hanya dibalas dengan gelengan kepala dari Eommanya yang disertai dengan senyum manisnya.
Pagi itu Yoonji membantu Eommanya memasak didapur, mereka memasak banyak makanan karena eomma bilang abeoji juga akan pulang dari luar kota hari ini.
Seusai memasak, kini Yoonji sedang bersiap-siap dan sepertinya hendak keluar rumah.
''Yoonji.. kau mau pergi kemana sepagi ini?.Dan apa itu yang kau bawa?.'' tanya nyonya manoban melihat Yoonji yang sedang membawa sebuah kotak makanan berjalan melewatinya yang tengah duduk santai diruang tengah
''Ohh Eomma... hari ini aku akan pergi kerumah sakit untuk menjenguk temanku yang kemarin telah menolongku dan aku membawa makanan untuknya.'' Kata Yoonji.
''Ohhh... baiklah,Kalau begitu Eomma akan mengantarmu yaa.'' tawar Eommanya.
'' ahh.. Tak apa-apa Eomma, aku bisa pergi sendiri. '' tolak Yoonji.
''Tapi nak.. ''
Tok, tok, tok
Terdengar suara ketukan pintu yang memotong perkataan Nyonya Manoban.
''Akan aku lihat dulu siapa yang datang.'' ucap Yoonji seraya berlari kecil mendekati pintu.
Saat Yoonji membuka pintu, dia terkejut perihalnya berdirilah beberapa orang pria yang memakai setelan jas hitam lengkap dengan sepatu dan kaca mata hitamnya didepan pintu. Salah satu dari mereka sedang menghadap kearah lain dan membelakangi Yoonji dan memakai topi hitam pula.
Entah kenapa tubuh Yoonji menjadi gemetar melihat mereka, dikarenakan para pria itu mengingatkannya pada kejadian kemarin malam.
''Selamat pagi nona. ''ucap salah satu dari pria itu membalikan badannya dan menatap Yoonji.
Yoonji tak merespon sama sekali, bahkan dia hampir menutup pintu itu saat pria yang bicara padanya dan berjalan mendekatinya.
''Tidak....berhenti disana atau aku akan berteriak. Pergi dari sini. '' ancam Yoonji.
Pria itu malah tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Lalu melepaskan kaca mata dan topinya seraya menyibak rambutnya yang lumayan panjang dan hampir menutupi pandangannya.
''Siapa itu Yoonji.'' tanya Nyonya manoban dari dalam dan berjalan mendekati Yoonji yang sedang ketakutan.
''Aniyo Eomma.. aku juga tak tahu. ''
''Nona, kami adalah.. "
''Sudah kubilang pergi dari sini, jangan sakiti kami lagi, aku mohon. '' bentak Yoonji dan memotong perkataan pria itu.
''Siapa kalian?.'' tanya nyonya manoban yang kini sudah ada disamping Yoonji.
''Baiklah.. sepertinya ada kesalahpahaman disini. '' ucap pria itu tenang.
''Apa buktinya kau bukan orang jahat hah... kau tahu, tak ada maling yang mengaku.'' bantah Yoonji keras.
''Buktinya para polisi yang ada disana tak menangkapku dan membiarkanku datang kesini." jelasnya melirik para polisi yang sedang berjaga didepan pagar rumahnya.
Yoonji dan nyonya manoban juga ikut memperhatikan para polisi itu, mereka merasa sedikit tenang setelah melihat para polisi tersebut memang terlihat biasa saja saat para pria ini datang kerumahnya.
''Tapi mohon maaf bolehkan aku masuk sebentar dan menjelaskannya didalam saja, karena disini sangat dingin.'' ijin pria itu berlagak kedinginan dan menunjukan senyum lebarnya.
''Yaa baiklah.. kalian boleh masuk, tapi ingatlah jangan macam-macam atau kalian akan masuk penjara." ancam Nyonya manoban.
''Baiklah nyonya.. kami tau itu dan kami tak akan pernah melakukan hal yang macam-macam.'' ucap pria itu seraya mengangkat kedua tangannya seakan memberi janji.
''Kalian tunggulah disini.'' pinta pria itu pada teman-temannya.
Nyonya manoban mengijinkan pria itu masuk dan mempersilakannya untuk duduk.
''Baiklah.. cepat katakan apa yang ingin kau katakan.'' ucap Yoonji menatap pria itu.
''Sebelumnya perkenalkan namaku Ji Min, Park Ji Min.'' ucapnya.
''Park Ji Min??.'' tanya Yoonji.
''Yaa..dan aku diperintahkan kesini oleh Nam Joon untuk mengirim pengawal untukmu.''
''Pengawal??. Untuk apa aku harus dikawal??'' tanya Yoonji bingung.
''Tentu saja untuk keamananmu.'' jawab Ji Min polos.
''Tapi aku sudah dewasa dan tak perlu untuk dikawal. Kau tau...mungkin aku akan merasa tidak nyaman jika harus pergi dengan pengawal seperti mereka. '' ucap Yoonji.
''Tapi ini adalah perintah dari Nam Joon. ''
''Tidak... aku tidak perlu seorang pengawal, aku akan bicara pada Nam Joon oppa nanti.''
''Tidak bisa... kau harus dikawal atau aku bisa dipecat nanti. '' kata Ji Min memaksa.
''Sudah kubilang aku tidak... ''
''Yoonji-aa...jangan kau menolak untuk dikawal.'' ucap sebuah suara yang memotong perkataan Yoonji.
Yoonji menoleh kearah suara itu yang berasal dari depan pintu rumahnya. Disana berdirilah seorang pria yang Yoonji kenal dan dia anggap seperti kakaknya sendiri.
''Nam Joon oppa... aku tak perlu dikawal. Sungguh. '' ucap Yoonji mendekati Nam Joon.
''Tapi ini demi keselamatanmu adikku. Dengar, kau tak bisa menolak dan harus mau. Ini juga perintah dari Yoongi. Kami tak mau hal seperti kemarin malam terjadi lagi padamu. '' ucap Nam Joon menjelaskan.
''Tapi... ''
''Aa.. aaa... tidak ada tapi tapi, karena ini adalah perintah. '' tegas Nam Joon pada Yoonji.
''Hahhh... baiklah terserah kalian saja. '' pasrah Yoonji mendengus kesal.
Sebenarnya Yoonji akan merasa sedikit aneh jika dikawal seperti ini, tapi mau bagaimana lagi, dia juga tak bisa membantah keteguhan perintah seorang Kim Nam Joon.
''Tapi hanya akan ada satu pengawal untukku, tidak lebih. '' sambung Yoonji.
''Baiklah... hanya Ji Min yang akan mengawalmu sampai kakakmu kembali. '' ucap Nam Joon.
''Arraso.. tak masalah, tapi aku akan pergi sebentar, apakah Nam Joon oppa mau ikut??.'' tanya Yoonji.
''Sepertinya tidak... aku ada pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini.''
''Baiklah.. aku akan pergi sekarang sebelum hujan. ''
''Hmmm.. hati-hatilah dijalan. '' ucap nam Joon tersenyum.
''Nee... '' sahut Yoonji singkat.
Yoonji pergi kerumah sakit dengan diantar oleh Ji Min. Dia duduk didepan dan disamping Ji Min yang sedang menyetir. Saat ditengah perjalanan.
''Yakk... Ji Min-sshi. '' panggil Yoonji pada Ji Min yang ada disampingnya.
''Nee.. ada apa nona. '' sahut Ji Min.
''Yakkk.. bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan nona.'' pinta Yoonji cemberut
''Tapi aku adalah pengawalmu hari ini.''
''Tapi aku tak suka bila seseorang memanggiku dengan sebutan itu. ''
''Bagaimana kalau kita membuat sebuah kompromi??.'' ajak Yoonji.
''Maksud nona?.'' tanya Ji Min tak mengerti.
''Dengar... aku tak suka bila diriku dikawal dan seperti dibedakan atau diistimewakan seperti ini. '' ucap Yoonji.
''Jadi untuk menghilangkan ketidak nyamanan itu, maka kau jadilah temanku, jadi kau tak perlu memanggilku dengan sebutan nona dan aku juga tak perlu merasa tak nyaman seperti ini. '' sambung Yoonji menjelaskan.
''Temanmu??. '' tanya Ji Min
''Yaaa.. temanku.. okeh.. Ini perintah. '' kata Yoonji menekankan kata perintah pada Ji Min.
''Baiklah jika itu yang kau inginkan.'' jawab Ji Min mengiyakan.
''Bagus. '' ucap Yoonji senang.
Kini dia tak perlu merasa tak nyaman lagi, selain itu dia juga bisa mendapat lebih banyak teman. Ji Min juga merasa tak keberatan akan hal itu, dia hanya melanjutkan laju mobilnya menuju tujuan yang diinginkan oleh Yoonji.....