
"Lisa... Apa kau baik-baik saja. " sapa Yoongi lembut pada Lisa.
"Nee... Ak..aku baik-baik saja op-pa" jawab Lisa terbata-bata.
"Lisa... Aku ingin minta maaf atas perkataanku padamu waktu itu. Sungguh aku tak bermaksud menyakitimu. " ucap Yoongi berjalan mendekati Lisa yang sedang terbaring lemah.
Lisa tak menjawab dan hanya menatap Yoongi penuh misteri.
"Dan Lisa.. Oppa ingin bertanya padamu. "
"Apa itu oppa?? " tanya Lisa.
"Lisa... Darimana kau mendapat informasi bahwa aku adalah seorang pembunuh. " tanya Yoongi pelan takut Lisa akan syok kembali.
"It.. Itu... Aku mendapatkannya dari seseorang oppa.. Seseorang yang tak aku kenal,dia mengirimiku sebuah vidio yang berisi pembunuhan olehmu. " jelas Lisa menunduk dan hampir menangis.
Yoonji yang melihat Lisa hendak menangis, dia memegang dagu saudarinya itu dan tersenyum padanya seraya memeluk Lisa dan menangis dipelukannya.
"Sudah kuduga. " gumam Yoongi dengan smirknya.
"Ayo Nam Joon... Kita selesaikan hal ini, sepertinya seseorang juga sudah mendapat informasi mengenainya." ucap Yoongi menatap Nam Joon sekilas.
"Lisa... Aku akan jelaskan ini nanti padamu, tapi aku mohon jangan percaya akan hal-hal seperti ini. Ini bukan seperti yang kau duga. " ucap Yoongi tersenyum pada Lisa.
Lisa melepas pelukan Yoonji dan mengangguk mengiyakan perkataan Yoongi.
Yoongi tersenyum dan pergi meninggalkan ruangan Lisa diikuti oleh Nam Joon dibelakangnya.
Setelah Yoongi pergi.
"Yoonji-aa.. Sebenarnya apa yang terjadi padaku, kenapa aku ada disini??. " tanya Lisa.
"Apa?? Kau tak mengingat kejadian kemarin??. " tanya Yoonji balik.
"Aku hanya mengingat... saat aku pulang, setibanya dirumah tiba-tiba kepalaku sakit dan aku terjatuh setelah meminum air yang kubeli dari ahjjusi kemarin. Setelah itu gelap dan aku tak ingat apappun... Arrghhh." jelas Lisa diikuti suara rintih sakit dan memegang kepalanya.
"Tidak apa-apa Lisa... Semua baik-baik saja.. Dokter bilang kau hanya sakit biasa. " ucap Yoonji berbohong.
"Sudahlah.. Istirahatlah dulu, dan cepatlah sembuh. Aku merindukanmu. " ucap Yoonji memeluk Lisa dari samping.
"Nee.. Aku akan cepat sembuh. "
''Apakah aku harus memberitahukan pada Lisa tentang pernyataan Tae Hyung kemarin? Aku akan membagi kebahagiaanku dengannya. " batin Yoonji tersenyum.
"Lisa"
"Yoonji. "
Panggil mereka bersamaan pada orang disampingnya.
"Ooo.. Kau duluan saja. " ucap Yoonji.
"Tidakk... Kau saja, apa yang ingin kau katakan. " elak Lisa.
"Tak apa kau saja. " lempar Yoonji kembali.
"Baiklah.. Aku duluan yaa.. Hehee. " ucap Lisa tersipu malu.
"Hoohoo.. Ada apa.. Apa yang ingin kau katakan??." tanya Yoonji melihat ekspresi Lisa.
"Itu.. Tapi kau harus berjanji terlebih dahulu. " kata Lisa mengajukan jari kelingkingnya.
"Janji apa?? ." tanya Yoonji.
"Kau akan membantuku mendapat hal ini dan merahasiakannya dari siapapun sampai aku mendapatkannya. " ucap Lisa tersenyum.
"Arraso.. Aku berjanji. Tapi apa itu. " ucap Yoonji seraya mengaitkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Lisa.
"Kau ingat, dulu kau pernah bertanya apakah aku mencintai seorang pria. " ucap Lisa.
"hmm.. Aku mengingatnya." jawab Yoonji menganguk.
"Kini aku punya jawaban atas pertanyaanmu. " ucap Lisa terlihat malu-malu dan pipinya memerah.
"Wahhh... Jinja,dan sepertinya aku pun begitu. " kata Yoonji bersemangat.
"Benarkah??? Siapa orangnya??. " tanya Lisa.
"Haiss... Katakan dulu siapa pria yang kau cintai itu. " desak Yoonji.
"Begini saja.. Bagaimana kalau kita katakan bersamaan. " ajak Lisa.
"Baiklah... " jawab Yoonji dengan jantung yang berdegub begitu kencang akan mengatakan pria yang sangat ia cintai.
"1."
"2."
"3."
"Tae Hyung. " seru Lisa bahagia dan menutup wajahnya karena merasa malu.
"Tae... " bibir Yoonji berhenti mengucapkan nama pria yang sangat ia cintai itu, saat Lisa mengatakan nama yang sama.
''Tae Hyung??Tapi Tae Hyung dia... '' batin Yoonji dengan mata berkaca.
"Yoonji... Kau tahu betapa bahagianya aku saat menyadari bahwa aku mencintai Tae Hyung. "ucap Lisa dengan wajah sumringahnya.
Yoonji hanya terbengong dan tak tahu harus mengatakan apa pada Lisa. Dia tak habis pikir apakah ini adalah kenyataan, tapi dia berharap ini hanyalah mimpi yang tak akan pernah terjadi. Tapi apa daya ini kenyataannya. Mereka mencintai pria yang sama.
"Yoonji... Apa kau mendengarku. " ucap Lisa membuyarkan lamunan Yoonji.
"Ahh.. Iya aku mendengarmu. Kau sangat bahagia??. " tanya Yoonji sekilas menyapu air matanya yang hendak menetes.
"Tentu saja aku sangat bahagia... Bahkan aku berharap dia datang hari ini dan menjengukku. " ucap Lisa sangat bahagia.
"Dia akan datang, pasti datang. " ucap Yoonji tersenyum sendu.
"Benarkah.. Apa kau yang memberitahunya??. " tanya Lisa.
Yoonji mengangguk dan tersenyum pada Lisa
"Ahhh.... Yoonji kau tahu betapa bahagianya aku. " ucap Lisa menutup wajahnya malu-malu.
"Ohhh yaa....siapakah pria yang ingin kau katakan tadi??. " tanya Lisa.
Deggg...
''Dia adalah Tae Hyung, Lisa. Tae Hyung. '' batin Yoonji hendak berteriak namun entah kenapa dia tak bisa mengeluarkan suaranya itu.
Sungguh berat hatinya harus merasakan hal seperti ini, dia tak pernah membayangkan akan terjadi hal seperti ini dalam hidupnya. Orang yang dia anggap seperti saudarinya sendiri juga mencintai pria yang sama.
Tapi apa boleh buat ini juga bukan sepenuhnya kesalahan Lisa, Lisa tak tahu bahwa Yoonji juga mencintai Tae Hyung.
"Ahhh.. Aniyo.. Tak ada. Aku tak sedang mencintai pria lain. " bohong Yoonji.
"Eisttt... Jangan bohong.. Tadi kau bilang kau juga menyukai seseorang."
"Atau jangan-janga kau... " ucap Lisa menatap Yoonji tajam seperti hendak mencurigainya.
jantung Yoonji berdegum lebih kencang saat Lisa melayangkan tatapan curiga padanya, dia bingung harus bilang apa agar Lisa tak curiga padanya. Dia takut Lisa curiga atau bahkan tahu bahwa dia juga mencintai Tae Hyung.
"Kau ini.. Sudahlah, sudah kukatakan aku tak mencintai seseorang.. " elak Yoonji.
"Aku tak mempercayainya... Atau jangan-jangan kau juga mencintai.. "
Nafas Yoonji memburu takut akan apa yang diduga oleh Lisa adalah kebenarannya.
"Ji Min. " ucap Lisa membuat Yoonji terkejut dan tak percaya akan dugaan sahabatnya itu.
"Ap.. Apa?? JI Min?. " Yoonji gugup namun sedikit lega saat Lisa tak tahu kebenarannya
"Haisss... Kau ketahuan.. Kau menyukai Ji Min??. " tanya Lisa.
"An.. Aniyoo.. Aku tak menyukainya."
"Jangan bohong." desak Lisa.
"Ahhh.. Lisa aku akan ketoilet sebentar. " elak Yoonji seraya berdiri dan berjalan keluar kamar Lisa.
"Yakkk.. Yoonji-aa.. Aku belum selesai, kau menyukai Ji Min??. " tanya Lisa lagi setengah berteriak.
Yoonji hanya berbalik dan memandang Lisa dengan senyumannya, lalu berjalan kembali dan keluar dari kamar itu.
"Aneh sekali.. " gerutu Lisa memiringkan kepalanya bingung.
Dikamar mandi,Yoonji menyenderkan tubuhnya ke pintu dan mengeluarkan tangis yang dia tahan sedari tadi.
Dadanya sesak dan nafasnya memburu. Yoonji tak tahu apa yang akan dilakukan sekarang dan apa yang akan dia katakan pada Tae Hyung atas jawabannya.
Apakah dia harus menerima cinta Tae Hyung dan menyakiti perasaan Lisa atau menolak Tae Hyung dan merelakannya bersama saudarinya itu.
Yoonji terus menangis dipojokan kamar mandi, dia menutup mulutnya agar tak ada yang mendengar isak tangisnya.
o\=\=[]::::::::::::::::>o\=\=[]::::::::::::::::>