
≧∇≦≧∇≦≧∇≦
Penjahat yang tersungkur tersebut bisa merasakan betapa kuatnya pukulan Tae hyung, tulangnya terasa akan remuk. Tapi dia masih bisa berdiri dan menatap Tae hyung dengan tajam. Tae hyung pun tak ciut akan tatapan pria yang bertubuh lebih besar darinya itu.
"Apa yang kalian lihat, serang dan habisi saja pria breng**k ini.. " perintah penjahat itu.
Ketiga penjahat tersebut menyerang Tae hyung bersamaan, tapi dengan mudahnya Tae hyung bisa menangkis serangan mereka dan menyerang saat mendapat kesempatan.
Yoonji yang terduduk lemas akhirnya menyadari bahwa dia harus melakukan sesuatu, setidaknya untuk menyelamatkan dirinya dan Tae hyung.
Dengan sekuat tenaga dia berusaha melepaskan ikatan ditangannya, sampai akhirnya tali yang mengikat tangannya melonggar dan Yoonji bisa melepaskan ikatan ditangannya dan melepaskan bungkaman dimulutnya.
Yoonji yang masih panik segera mencari akal, agar mereka bisa menyelamatkan diri.Dia melihat ponselnya yang tergeletak dilantai, Yoonji merangkak berusaha mengambil ponsel tersebut.
Tapi salah satu dari penjahat itu melihat Yoonji yang berusaha mengambil ponselnya, dia segera mendekati Yoonji dan menendangnya hingga tersungkur dan Yoonji meringis kesakitan.
"YOONJI-AA.... " teriak Tae hyung.
Tae hyung yang masih meladeni dua penjahat lainnya, merasa sangat marah dan mengeluarkan sifatnya yang berbeda yang selama ini terpendam dalam dirinya dan tak pernah Yoonji lihat sebelumnya.
Dia tak terima dan berlari kearah pria itu dan menendangnya hingga tersungkur dan terjatuh menabrak tembok, tak berhenti sampai disana Tae hyung kembali mengangkat dan menarik kerah baju penjahat itu dan memukulnya bertubi-tubi hingga tangannya basah oleh darah yang
keluar dari mulut dan wajah penjahat itu.
Para penjahat lainnya merasa nyali mereka ciut saat melihat keganasan Tae hyung.
Tae hyung tak henti-hentinya memukulnya hingga penjahat itu tergeletak tak berdaya dengan wajahnya yang bersimbah darah.
Namun tiba-tiba...
CLEBBB...
"Tae hyung-aaa.... " Yoonji berteriak histeris melihat seorang dari penjahat itu menusukan pisau tajamnya keperut Tae hyung dari belakang.
Tae hyung yang terkejut, sejurus dia terdiam merasakan sesuatu yang menembus perutnya, sesaat kemudian dia membalikan badannnya dan menatap tajam pria yang berani menusuknya.
Seketika tubuh pria itu gemetar melihat reaksi Tae hyung, dia melepaskan pisaunya hingga terjatuh dan berjalan mundur dengan tubuh yang seakan tak bertulang.
Tae hyung memegangi perutnya yang mengeluarkan begitu banyak darah, dia lalu berjalan perlahan mendekati para penjahat itu dengan tatapan tajamnya dan mengambil pisau yang tergeletak dilantai dengan berlumuran darah yang berasal dari perutnya sendiri.
"Kini giliran kalian yang harus menderita, dan kini giliran kalian yang harus berdoa agar setidaknya polisi akan menyelamatkan nyawa kalian." ucap Tae hyung dengan smirknya.
"Ti..tidak.. tuan... am.. ampuni kami, kami berjanji.. ti.. tidak akan melakukan hal ini lagi." mohon para penjahat itu yang mendadak gagap dibuat Tae hyung.
"Aku sudah pernah memperingatkan kalian jangan pernah menyentuh wanita itu, tapi kalian tak peduli, kini giliranku untuk tidak peduli pada kalian. Dan jangan salahkan aku jika kalian tak bisa melihat matahari terbit besok pagi. " ancam Tae hyung ganas.
Para penjahat itu menjadi sangat takut, semakin takut lagi saat Tae hyung sudah sangat dekat dengan mereka dan tangannya yang sedang memegang pisau berlumuran darah terangkat dan akan dihunuskan pada mereka.
"Tae hyung... jangan." larang sebuah suara dengan nada sedikit berteriak.
Seketika Tae hyung menghentikan tujuannya untuk membunuh para penjahat itu saat suara tersebut terdengar olehnya.
Dia menoleh kearah suara tersebut yang pemiliknya tidak lain adalah Yoonji, orang yang sebenarnya sangat dia cintai.
Tae hyung menatap Yoonji yang terduduk lemas dipojok sofa dengan darah yang keluar dari keningnya,rambutnya berantakan, dan air matanya tak henti-hentinya keluar dari mata indahnya, Yoonji menatap Tae hyung dengan tatapan sayup hal itu membuat hati Tae hyung luluh seketika dan menjatuhkan pisau yang ia bawa ditangannya.
Seketika hal itu membuat para penjahat merasa sedikit lega, namun mereka masih tak bisa bergerak karena merasa sangat takut, seakan tubuh mereka saat ini sudah tak bertulang lagi.
Tae hyung yang mulai merasa tenang, berjalan perlahan mendekati Yoonji, dia menjatuhkan tubuhnya dan memeluk erat tubuh Yoonji yang mungil.
Yoonji seketika merasa aman dan rasa takutnya hilang pada penjahat itu maupun pada Tae hyung yang tiba-tiba bisa menjadi seorang pembunuh. Yoonji menyenderkan kepalanya di dada bidang Tae hyung dengan tangis yang belum usai.
"Perutmu terluka Tae hyung." kata Yoonji tak menghiraukan pertanyaan Tae hyung.
Yoonji memegang perut Tae hyung yang terluka dan mengeluarkan banyak darah, dia menekan perutnya yang terluka agar darah yang keluar bisa berkurang.
Yoonji melepaskan dekapan Tae hyung dan menatap wajah Tae hyung yang lemah dan terlihat pucat karena banyak darah yang keluar dari perutnya yang terluka.
Kini mata mereka saling menatap satu sama lain, tapi Yoonji segera mengalihkan pandangannya agar tidak terjadi sesuatu yang lain lagi. Tapi Tae hyung tak peduli, dia kembali menarik tubuh mungil Yoonji dan menenggelamkannya dalam pelukannya.
Yoonji tak tega melihat keadaan Tae hyung yang terlihat lemas dan terluka karena menolongnya, dia mendongakkan kepala menatap wajah Tae hyung dan menyentuh pipi Tae hyung dengan lembut.
Tae hyung yang merasakan ada tangan lembut yang menyentuh pipinya, dia membuka matanya perlahan dan memegang tangan Yoonji dengan erat.
"Yoonji-aa.. ada suatu hal yang ingin aku katakan padamu." ucap Tae hyung perlahan.
"Apa yang ingin kau katakan." tanya Yoonji seraya kembali menenggelamkan kepalanya didada Tae hyung dengan tangan yang masih dipegang erat oleh pria bernama lengkap Kim Tae hyung itu.
"Aku sudah memendamnya sejak lama, dan akan aku katakan hari ini, karena aku tak tau apakah besok aku masih bisa melihatmu atau tidak."
"Tidak.. jangan katakan itu, kau akan tetap hidup." kata Yoonji kembali menatap Tae hyung dengan mata yang berkaca.
"Yoonji-aa... " ucap Yae hyung dan Yoonji masih menanti apa yang akan diucapkan oleh Tae hyung.
"Sebenarnya aku men.."
"Yoonji ...." teriak sebuah suara yang memotong perkataan Tae hyung dan berhasil membuatnya merasa sedikit kesal.
Yoonji pun memalingkan pandangannya kearah sumber suara dan menemukan seorang pria sedang berdiri didepan pintunya.
"Nam Joon oppa.." panggil Yoonji dengan suara lemas.
"Yoonji-aaa.. putriku.." panggil lagi sebuah suara
Dan pemilik suara itu adalah nyonya Manoban yang datang bersama Lisa, Nyonya manoban sedari tadi merasa khawatir karena mendengar suara gaduh dari rumah putrinya, ia merasa curiga karena yang ia ketahui bahwa Yoongi sedang tak dirumahnya, dia tak tahu harus mencari bantuan kemana karena suaminya juga sedang tak ada dirumah.
Perasaannya semakin khawatir karena terparkir dua mobil hitam disamping rumah Yoonji, dan setahunya Yoongi pun tak punya mobil yang seperti itu. Jadi nyonya manoban menelpon polisi untuk memastikan semuanya baik-baik saja.
"Yoonji-aa... " Lisa juga ikut menghawatirkan sahabatnya itu, dia masuk dan memastikan keadaan Yoonji baik-baik saja.
Yoonji yang mendengar teriakan Nam Joon dan Eommanya, dia hendak melepas dekapan Tae hyung namun tak bisa, Tae hyung memeluknya dengan begitu erat dan tak mau melepasnya. Tapi anehnya Tae hyung memeluknya dengan mata terpejam.
"Tae hyung-aa... ayo bangun, ayo kita kerumah sakit dan obati lukamu. "
"Tidak Yoonji-aa.. biarkan kita seperti ini untuk beberapa saat lagi. Aku mohon." ucap Tae hyung dengan suara lemah.
Nam Joon yang mendengar suara sayup dari Yoonji segera mendekat kearahnya dan disusul oleh nyonya manoban dan Lisa.
"Yoonji-aa.. kwencanayo??. " tanya Nam Joon khawatir yang akhirnya menemukan Yoonji.
" Nam Joon oppa.. " sahut Yoonji dengan suara lemah
"Yoonji-aa... putriku." Nyonya manoban mendekati Yoonji yang terduduk lemas dan memeluknya.
Dan mau tak mau Tae hyung harus melepaskan pelukannya pada Yoonji, tapi dia tak bisa menatap orang-orang disekitar mereka karena keadaan tubuhnya yang terasa lemas.____
...Bersambung...
Tae hyung pov : Jangan lupa tinggalin Like yang banyak ya reades. 😘😘😘 Sayang readers banyak-banyak 😋💖