
Jangan lupa like, komen, rate, fav, and vote juga ya gaes.. π
Karena satu like dari kalian sangat berarti bagi authorr.. π
Saran dan kritiknya juga boleh yaa π
π·Happy reading π·
"operasi?? " tanya Yoonji
"iyaa.. dia harus dioperasi dan kami harap kalian bisa sesegera mungkin menyelesaikan administrasinya agar operasi bisa dilakukan secepatnya." kata dokter
"Lakukan saja operasinya secepat mungkin dokter.. kami akan mengurus administrasinya. "sambung tuan manoban
"Baiklah..saya akan menyiapkan segalanya untuk tindakan operasi...untuk sekarang kalian masih bisa melihat keadaan pasien,tapi jangan lama-lama. "kata dokter itu lagi
"Terima kasih dokter. " jawab Yoonji. Dokter tersebut hanya menggangguk dan pergi meninggalkan mereka.
Yoonji dan keluarga manoban segera masuk keruangan tempat Yoongi dirawat. Dilihat mereka, Yoongi yang terbaring dikasur rumah sakit dengan keadaan yang menghawatirkan.
Badannya terlihat lemas dan terdapat luka dibeberapa bagian wajahnya dan dengan tangan yang dipasangi infus membuat hati Yoonji hancur melihat keadaan kakaknya.
"oppa.. bagaimana ini bisa terjadi."Yoonji menangis disisi tempat tidur Yoongi.
"oppa.. cepatlah bangun dan ayo kita pulang.. aku tahu kau tak menyukai tempat seperti ini. Jadi cepatlah sembuh dan kita akan segera pulang. " kata Yoonji memegang tangan kakaknya.
Yoonji terus terisak melihat keadaan sang kakak. Lisa yang melihat sahabatnya menangis hanya bisa memeluk dan menenangkannya. Dia juga sedih melihat keadaan Yoongi yang sudah menjadi kakak angkatnya itu terbaring lemas dengan luka dan lecet ditubuhnya.
"Yoonji... anakku, sudahlah berhenti menangis..jika kakakmu tahu kau menangis, dia akan lebih tak menyukainya." hibur ibu Lisa mengelus pucuk rambut Yoonji dengan lembut.
"tersenyumlah Yoonji.. dan Yoongi oppa akan segera sembuh." sambung Lisa yang sedari tadi tak melepas pelukannya pada Yoonji.
Beberapa saat kemudian,Yoonji yang sudah mulai membaik,menghapus air matanya dan menatap wajah kakaknya yang masih tak sadarkan diri.
Dia mengelus lembut pipi kakaknya dan menunjukan senyumnya dengan kasih sayang seorang adik.
"aku akan mengurus administrasinya terlebih dahulu. " kata Yoonji yang membalikan badannya membelakangi Yoongi dan hendak keluar dari ruangan itu.
"biar abeoji saja yang mengurusnya nak.." kata tuan manoban menghentikan langkah Yoonji.
"tidak apa-apa abeoji... aku tak ingin merepotkan abeoji lagi.Abeoji sudah banyak sekali membantu kami. " ucap Yoonji pada abeojinya.
"aku tak pernah merasa direpotkan oleh kalian.. karena kalian adalah anak-anakku juga. " sambung tuan manoban lagi.
"Tapi kami yang merasa direpotkan,abeoji.. kami selalu membebanimu dengan urusan kami....kau begitu baik pada kami. Kau juga tak pernah membuat kami merasa tak memiliki orang tua.Bahkan selama ini kau yang membiayai kami agar bisa bersekolah. Aku mohon,kali ini biarkan kami yang akan menyelesaikan masalah ini. " kata Yoonji dengan pelan agar abeojinya tak tersinggung.
"selain itu.. aku dan Yoongi juga masih punya beberapa tabungan dari gaji kami saat bekerja. Mungkin itu cukup untuk mebayar biaya rumah sakit ini."sambungnya lagi.
"Baiklah nak... jika menurutmu itu yang terbaik ...abeoji tak akan ikut campur. Tapi ingatlah, disini kalian masih punya abeoji dan eomma.Kami akan selalu membantumu. Kapanpun kalian memerlukannya." kata tuan manoban mengelus pucuk rambut Yoonji lembut.
"Terima kasih abeoji,eomma..kalian sangat baik pada kami. " ucap Yoonji.
Tuan dan nyonya manoban hanya tersenyum pada Yoonji. Dan Yoonji pun ikut tersenyum pada mereka.
Setelah itu, mereka keluar dari ruangan tempat Yoongi dirawat karena dokter akan segera membawa Yoongi keruang operasi dan melakukan operasi padanya.
Sementara Yoonji sudah membayar semua biaya operasi dan perawatan walau harus menguras semua tabunganya dan tabungan Yoongi. Baginya uang masih bisa dicari, namun hidup kakaknya tak bisa disambung dengan hal apapun didunia ini.
Dia dengan setia menunggui kakaknya yang sedang menjalani operasi,dan dia pun tak mau pulang.
"Yoonji....kalau begitu abeoji dan eomma akan pulang terlebih dahulu untuk beristirahat. Jika kau tak ingin pulang dan tetap disini menemani kakakmu, Lisa akan menemanimu." kata abeoji pada Yoonji
"baikalah abeoji.. terima kasih karena kalian telah membantuku hari ini. " jawab Yoonji membungkukan badannya dan tersenyum pada mereka.
Tuan dan nyonya manoban pun beranjak dan segera pulang kerumah mereka.
Kini hanya ada Yoonji dan Lisa yang masih menunggui Yoongi.
"Yoonji-aa.. aku akan membeli makanan, kau pasti belum makan kan. " kata Lisa
"ini sudah sangat malam..dimana kau akan membeli makanan disekitar sini?." tanya Yoonji
"aku akan mencari tempat makan yang masih buka.. mungkin masih ada beberapa yang masih menjual makanan. Tetaplah disini dan jaga kakakmu aku akan segera kembali."kata Lisa,lau pergi meninggalkan Yoonji untuk mencari makanan.
...πΈπΈπΈ...
Sudah satu setengah jam operasi berlangsung dan sudah satu jam Lisa pergi membeli makanan,tapi belum kunjung datang juga. Yoonji menjadi khawatir pada Lisa.
"kemana dia membeli makanan?. " tanya Yoonji pada dirinya sendiri.
Yoonji hendak menyusul Lisa,dia sudah mengambil tas gendong kecil yang ia letakkan dikursi samping. Namun,baru saja Yoonji akan melangkahkan kakinya, sudah terlihat Lisa yang membawa sesuatu didalam sebuah plastik putih sedang berjalan kearahnya.
Dan disamping Lisa,seorang pria yang sepertinya dia kenal juga berjalan kerahnya.Dia juga membawa sebuah bungkusan dengan plastik putih ditangan kirinya dan sebuah buket bunga ditangannya yang lain.
"Tae hyung.... kauu?." tanya Yoonji yang melihat Tae hyung kini sudah berada didepannya.
"haii Yoonji.." sapa Tae hyung ramah.
"aku menemuinya saat mencari tempat penjual makanan.Tak ada tempat makan yang buka disekitar sini. Lalu entah kenapa aku bisa bertemu denganya lagi dijalan.Tapi untunglah aku bertemu denganya, jadi dia yang mengantarkanku untuk membeli makanan." kata Lisa menjelaskan.
"aku dengar dari Lisa kakakmu mengalami kecelakaan, aku turut prihatin dan khawatir pada keadaanmu dan kakakmu." kata Tae hyung dan memberikat sebuah buket bunga pada Yoonji.
Yoonji menerimanya dengan senang hati.
"Terima kasih Tae hyung... kau sangat baik. " jawab Yoonji dan tersenyum pada Tae hyung.
" aku akan menamanimu dan Lisa menunggui Yoongi disini. " kata Tae hyung lagi.
Sebenarnya Yoongi dan Tae hyung juga sudah saling kenal. Saat Tae hyung dan Yoonji masih bersekolah disekolah yang sama. Tae hyung sering berkunjung kerumah Yoonji atau Lisa untuk membuat tugas atau hanya sekedar berkunjung dan bermain. Karena jarak rumah mereka juga tak terlalu jauh. Jadi Yoongi dan Tae hyung juga sempat akrab.
"tak perlu Tae hyung... aku tak mau merepotkanmu. " sahut Yoonji
"tak akan... kita ini adalah sahabat. Dan aku tak akan pernah merasa direpotkan olehmu. " jawab Tae hyung lagi.
"baiklahh... jika itu yang kau mau. "
"okeee... sekarang bisakah kita segera makan,aku sudah sangat lapar sekarang ." sambung Lisa yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua.
"Oo.... ayo kita makan dikantin rumah sakit saja, disini tak ada tempat untuk makan. " sambung Tae hyung.
"apa??? disini ada kantin juga?? "tanya Lisa terkejut
"tentu saja. " jawab Tae hyung polos
"Lalu kenapa aku harus jauh-jauh membeli makanan?? " kesal Lisa dengan raut wajah ditekuk.
"Sudahlah Lisa... tak apa, selain itu aku dengar makanan disini juga tak enak." hibur Tae hyung pada Lisa.
"maafkan aku Lisa... tadi aku mau memberitahumu, tapi kau keburu pergi. " sambung Yoonji menyesal.
"aishhh.. tak apaa,aku tak marahh, lagipula aku ingin memberikanmu makanan yang lezat hari ini. " jawab Lisa melihat Yoonji dan melebarkan senyumnya lagi.
"ayolahh.. kita makan dengan kebersamaan ini, aku sudah sangat merindukan makan-makan bersama kalian, walau dengan keadaan yang seperti ini, tapi aku tak mau kalian merasa sedih saat ini. " ucap Tae hyung pada mereka.
"kalian makanlahh... aku tak lapar." kata Yoonji
"heyyy... tidak lapar apanya, dari tadi kau belum makan saat sekolah dan bekerja." kata Lisa
"tadi aku sudah meminum coklat hangat saat pulang dari bekerja." sambung Yoonji lagi.
"tidak... kau harus makan, jika kau tidak makan maka aku juga tak akan makan, walau aku merasa sangatlah lapar sekarang." bujuk Lisa.
"iya Yoonji... setidaknya kau harus tetap sehat untuk merawat kakakmu.. kau harus makan. " sambung Tae hyung juga.
"ayo Yoonji kita makan... kakakmu tak akan suka melihat dirimu kelaparan, aku juga tak akan suka. " Lisa menarik tangan Yoonji
"aku juga tak akan suka. " kata Tae hyung lagi
"aaa.. baiklahh.. aku akan makan bersama kalian." kata Yoonji mengiyakan ajakan mereka.
...**Bersambung...
jangan lupa kasi Like, Rate, Fav And Vote ya gaess.π
See youπππ**